UNIGAUNIGA
Journal of Entrepreneurship and Strategic ManagementJournal of Entrepreneurship and Strategic ManagementKehadiran media sosial mengubah banyak hal. Salah satunya adalah Ruang Berita. Saat ini terdapat fenomena warganet yang lebih memilih mengonsumsi berita dari akun influencer di media sosial, dibandingkan media massa dalam platform yang sama. Faktanya, media massa mempunyai kredibilitas untuk melakukan hal tersebut. Di tingkat lokal, hal ini setidaknya terlihat dari perbandingan yang sangat jauh, antara jumlah pengikut akun influencer dengan jumlah pengikut media massa di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut. Untuk membuktikan benar atau tidaknya kecenderungan netizen yang lebih memilih mengonsumsi berita dari influencer dibandingkan media massa di media sosial, dan mencari tahu apa saja faktor pendorong yang menyebabkannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Peneliti melontarkan beberapa pertanyaan kepada warganet yang diambil berdasarkan klasifikasi tertentu. Hasil survei tersebut kemudian didukung dengan pernyataan beberapa ahli di bidangnya yang relevan dengan topik yang diteliti. Hasilnya, warganet diketahui lebih memilih mengonsumsi berita di akun influencer dibandingkan media massa di media sosial. Ada beberapa faktor yang menjadi pemicunya. Diantaranya karena influencer dinilai lebih up to date dibandingkan media massa, dalam hal penyebaran berita di media sosial. Hal ini membuat influencer lebih digandrungi oleh netizen dibandingkan media massa. Namun di sisi lain, fenomena ini juga menyisakan banyak pertanyaan yang perlu dijawab. Sebab, bagaimana influencer bisa menjadi primadona warganet dalam pemberitaan, padahal mereka tidak berkompeten dalam memproduksi dan mendistribusikan berita.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode SWOT dan AHP dapat digunakan sebagai alat pendukung keputusan dalam merumuskan strategi penerimaan warganet terhadap berita dari media massa dan influencer di media sosial instagram.Hasil analisis menunjukkan bahwa media massa berada pada situasi yang memerlukan perubahan dan dapat memanfaatkan peluang dengan membangun kolaborasi dengan influencer, sementara influencer perlu mempertimbangkan kolaborasi dengan media massa untuk mengatasi ancaman dan mempertahankan keunggulan mereka.Implikasi teoritis penelitian ini adalah kontribusi terhadap pemahaman tentang penggunaan pendekatan SWOT dan AHP dalam konteks media sosial, sedangkan implikasi praktisnya mencakup langkah-langkah konkret yang harus diambil oleh media massa dan influencer, seperti membangun kolaborasi dan mempertimbangkan strategi kolaborasi.Saran untuk pengembangan lebih lanjut melibatkan studi mendalam tentang implementasi kolaborasi, pengembangan alat pendukung keputusan, dan pemerintah dapat mengeluarkan regulasi yang jelas untuk influencer serta menginisiasi program pelatihan dan literasi media bagi warganet.Warganet juga diingatkan untuk tetap membuka media massa sebagai sumber informasi yang terverifikasi dan menghindari berita bohong yang berpotensi menyebar di media sosial.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terkait penerimaan warganet terhadap berita dari media massa vs influencer di media sosial Instagram, dapat dijelaskan melalui kerangka kerja Theory of Planned Behaviour (TPB) mengapa terdapat perbedaan hasil dalam penerimaan warganet terhadap keduanya. Dalam kasus media massa, hasil analisis SWOT menempatkan media massa pada posisi kuadran III, menunjukkan bahwa media massa menghadapi kendala dalam hal penerimaan. Dalam konteks TPB, faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan ini melibatkan aspek sikap (attitude), norma subjektif (subjective norm), dan kendali perilaku yang dirasakan (perceived behavioral control). Kemungkinan warganet memiliki sikap yang kurang positif terhadap berita media massa, mungkin karena persepsi mereka terhadap kepercayaan, kualitas berita, atau preferensi pribadi. Norma subjektif—yakni pandangan warganet tentang bagaimana lingkungan sosial mereka menilai berita media massa—juga dapat mempengaruhi penerimaan. Selain itu, mungkin ada faktor kendali perilaku yang dirasakan, di mana warganet merasa mereka memiliki sedikit kontrol atas berita tersebut. Di sisi lain, hasil penelitian terhadap influencer menunjukkan posisi kuadran II dalam analisis SWOT, menggambarkan ancaman bagi influencer. Dalam TPB, sikap terhadap Influencer dan berita mereka, norma subjektif yang mencerminkan bagaimana pandangan warganet terhadap berita yang berasal dari influencer, dan kendali perilaku yang dirasakan atas perilaku menerima berita influencer, semuanya dapat memengaruhi penerimaan. Ancaman ini mungkin muncul karena warganet memiliki sikap yang kurang mendukung terhadap influencer atau mungkin norma sosial mereka mengarahkan mereka untuk lebih memilih sumber berita lain. Kesimpulan dari analisis perbandingan ini menyoroti peran kuat TPB dalam memahami mengapa hasil penerimaan berbeda antara media massa dan influencer. Strategi yang disarankan untuk membangun kolaborasi dengan platform media sosial bagi keduanya dapat dihubungkan dengan elemen-elemen TPB. Pentingnya merancang strategi berdasarkan kriteria yang disesuaikan dengan karakteristik unik media massa dan influencer menggarisbawahi pentingnya memahami dan memanfaatkan faktor-faktor psikologis yang memengaruhi perilaku penerimaan warganet.
| File size | 633.5 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
UNRIUNRI Hasilnya menunjukkan bahwa SiLAWO mempermudah akses layanan, mempercepat proses administrasi, dan mengurangi antrean, namun masih menghadapi kendala sepertiHasilnya menunjukkan bahwa SiLAWO mempermudah akses layanan, mempercepat proses administrasi, dan mengurangi antrean, namun masih menghadapi kendala seperti
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Ujaran kebencian terbentuk lewat penyebutan hewan, bagian tubuh manusia, sumpah, serta penyalahgunaan psikologis. Ujaran ini tidak hanya mencerminkan emosi,Ujaran kebencian terbentuk lewat penyebutan hewan, bagian tubuh manusia, sumpah, serta penyalahgunaan psikologis. Ujaran ini tidak hanya mencerminkan emosi,
UNRIUNRI Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan. Metode deskriptif kualitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan. Metode deskriptif kualitatif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
AHMADDAHLANAHMADDAHLAN Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan yang mengintegrasikan dukungan media sosial sebagai bagian sentral dari CRM di sektor pendidikan tinggi,Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan yang mengintegrasikan dukungan media sosial sebagai bagian sentral dari CRM di sektor pendidikan tinggi,
STIABENGKULUSTIABENGKULU Bisnis melalui media sosial semakin berkembang seiring dengan peningkatan pengguna internet di dunia, terutama di Indonesia. Media sosial Instagram menjadiBisnis melalui media sosial semakin berkembang seiring dengan peningkatan pengguna internet di dunia, terutama di Indonesia. Media sosial Instagram menjadi
UNRIUNRI Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dampak globalisasi sangat berperan dalam hubungan kerjasama Indonesia dan Jepang. Kedua negaraBerdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dampak globalisasi sangat berperan dalam hubungan kerjasama Indonesia dan Jepang. Kedua negara
UNRIUNRI Strategi Pemerintah dalam pencegahan stunting terbagi tiga, yang pertama tujuan, kedua lingkungan dan ketiga aksi. Strategi Pemerintah Kabupaten BengkalisStrategi Pemerintah dalam pencegahan stunting terbagi tiga, yang pertama tujuan, kedua lingkungan dan ketiga aksi. Strategi Pemerintah Kabupaten Bengkalis
UNRIUNRI Lokasi penelitian di Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Riau. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melaluiLokasi penelitian di Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Riau. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui
Useful /
UNPADUNPAD Penelitian ini menyimpulkan bahwa cat kuku di Hindia Belanda pada periode 1920-1942 bukan sekadar praktik kosmetik atau tren mode yang netral, melainkanPenelitian ini menyimpulkan bahwa cat kuku di Hindia Belanda pada periode 1920-1942 bukan sekadar praktik kosmetik atau tren mode yang netral, melainkan
IJCISIJCIS Temuan menekankan interaksi kritis antara teknologi, kebijakan, dan perilaku sosial, menunjukkan bagaimana regulasi yang mendukung dan stabil dapat membukaTemuan menekankan interaksi kritis antara teknologi, kebijakan, dan perilaku sosial, menunjukkan bagaimana regulasi yang mendukung dan stabil dapat membuka
UMPPUMPP Penelitian ini menggunakan metode Knowledge Discovery in Database (KDD). Data yang digunakan merupakan ulasan aplikasi LIVIN sebanyak 209395 data yangPenelitian ini menggunakan metode Knowledge Discovery in Database (KDD). Data yang digunakan merupakan ulasan aplikasi LIVIN sebanyak 209395 data yang
UNRIUNRI Pelaksanaan retribusi parkir di Kota Tanjungpinang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang No. 5 Tahun 2012 Tentang Retribusi Jasa Umum adalahPelaksanaan retribusi parkir di Kota Tanjungpinang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang No. 5 Tahun 2012 Tentang Retribusi Jasa Umum adalah