JARINGANSANTRIJARINGANSANTRI

The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilizationThe International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization

Penelitian ini mengulas tentang dakwah wasatiyyah yang dilakukan oleh Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (selanjutnya Tuan Guru Zainuddin) (1898-1997), diimplementasikan dalam penguatan pemahaman Islam Wasatiyyah yang beliau dirikan bersama murid-muridnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan yang bersumber dari buku wasiat dan syair karangan Tuan Guru Zainuddin langsung, dan buku-buku lain yang terkait. Teori yang digunakan dalam penelitian ini di antaranya teori wasatiyyah, oleh Quraish Shihab yang mengatakan sesuatu itu bisa dikatakan wasat ketika ada unsur kebaikan di dalamnya dan memberikan manfaat, terbaik dari apa yang baik-baik, adil atau meletakkan sesuatu pada tempatnya, tidak condong kiri ataupun kanan (berada ditengah‑tengah). Kedua, teori fungsional struktural, oleh Talcott Parson yang menyatakan sebuah struktur akan berjalan baik jika fungsi‑fungsi yang lain berjalan dengan tepat. Ketiga, teori sustainability, oleh Meadows et al., yang menyatakan keberlanjutan dalam sebuah rencana akan terjadi ketika seseorang mampu merespon kebutuhan sosial yang ada, dan respon itu diperuntukkan untuk kebutuhan masa kini dan masa yang akan datang. Ditemukan juga eksistensi dakwah sampai saat ini karena sikap wasatiyyah yang diterapkan di dalamnya, memanfaatkan fungsi yang ada serta sangat responsif terhadap lingkungan sosial sekitar.

Pemikiran dakwah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mencerminkan prinsip Islam wasatiyyah yang menekankan keseimbangan antara ilmu agama, ilmu kemanusiaan, dan praktik ibadah seperti zikir sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial.Dakwah wasatiyyah yang dikembangkan di Lombok menjadi fondasi penting bagi masyarakat harmonis, toleran, dan responsif terhadap perubahan zaman, sehingga menghasilkan generasi kuat iman dan berkontribusi pada pembangunan sosial.Model dakwah ini layak menjadi referensi untuk penguatan moderasi beragama di Indonesia dengan pendekatan inklusif dan berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana implementasi dakwah wasatiyyah dapat diadaptasi pada komunitas non‑Muslim di wilayah multikultural Indonesia, misalnya dengan merancang studi kasus interfaith di daerah perkotaan. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran teknologi digital dalam menyebarkan nilai‑nilai wasatiyyah, seperti analisis konten media sosial para santri dan guru serta dampaknya terhadap persepsi moderasi agama di kalangan generasi muda. Terakhir, penelitian longitudinal dapat menilai efek jangka panjang program pendidikan wasatiyyah yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu kemanusiaan terhadap kualitas kepemimpinan dan partisipasi sosial alumni pesantren, guna mengukur kontribusi mereka terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.

Read online
File size1.79 MB
Pages30
DMCAReport

Related /

ads-block-test