UNIKSUNIKS
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS)JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS)Peningkatan penggunaan kendaraan pribadi di Kota Medan telah menimbulkan permasalahan kemacetan. Konsep kawasan Transit-Oriented Development (TOD) yang diadopsi di beberapa kawasan perkotaan di Indonesia merupakan salah satu metode untuk mengatasi permasalahan transportasi perkotaan guna menjaga sistem transportasi yang berkelanjutan. Artikel ini memaparkan hasil penelitian lapangan dan analisis untuk mengetahui kelayakan suatu kawasan untuk memenuhi standar kawasan TOD di Kota Medan. Penelitian difokuskan pada kawasan pusat perdagangan dan jasa di Kecamatan Medan Petisah dengan delineasi kawasan penelitian meliputi radius 500 meter dari titik simpul, yaitu Plaza Medan Fair. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kawasan Plaza Medan Fair dan sekitarnya berpotensi menjadi kawasan TOD di Kota Medan karena telah memenuhi standar minimum TOD.
Kawasan penelitian berpotensi menjadi kawasan pengembangan berorientasi transit karena alasan-alasan berikut.Pertama, kawasan penelitian merupakan kawasan campuran dan pusat perdagangan dalam skala kota dan regional.Kedua, dilayani oleh moda transit jarak pendek, seperti angkutan kota (Angkot), Trans Metro Deli, dan Bus, serta moda transit jarak jauh, seperti Bus Damri (Kualanamu - Medan Fair), dan ketiga, kondisi jalan di wilayah studi berpotensi menyediakan akses non-motor seperti jalur sepeda dan pejalan kaki merupakan salah satu kriteria dasar untuk mewujudkan kawasan TOD.Kawasan Plaza Medan Fair memiliki potensi internal yang cukup kuat karena didukung oleh peluang eksternal, khususnya kebijakan tata ruang dan ketersediaan lahan.Namun, kelemahan fungsional seperti kurangnya infrastruktur pejalan kaki dan hambatan eksternal berupa tingginya biaya serta belum optimalnya integrasi teknologi digital masih menjadi tantangan.Strategi yang perlu dilakukan adalah dengan pendekatan holistik dan adaptif melalui penguatan kelembagaan, peningkatan layanan transportasi, dan penataan ruang publik.Dengan perbaikan infrastruktur dan dukungan kebijakan, pengembangan kawasan TOD diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, efisien, dan inklusif.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, melakukan studi komprehensif lebih lanjut yang mencakup aspek fisik dan kelembagaan untuk memastikan perencanaan dan implementasi yang matang dalam pengembangan kawasan TOD. Kedua, meningkatkan kualitas sistem transportasi massal dengan menyediakan informasi layanan yang jelas, informasi kedatangan bus secara real-time, dan pembangunan jalur khusus untuk memudahkan penumpang naik dan turun. Ketiga, mendorong pengembangan rute khusus untuk moda transportasi non-motor, seperti sepeda dan pejalan kaki, dengan integrasi di berbagai pusat kegiatan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas di seluruh kawasan. Keempat, menyediakan area khusus untuk transit intermoda, yang penting untuk menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi dan efisien. Kelima, memanfaatkan lahan kosong atau yang kurang dimanfaatkan untuk memenuhi standar infrastruktur minimum dan prinsip-prinsip utama TOD, sehingga meningkatkan fungsionalitas dan kelayakan huni kawasan. Keenam, melakukan penataan ulang pedagang kaki lima (PKL) untuk memastikan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman bagi pejalan kaki dan pedagang, yang berkontribusi pada ruang publik yang lebih terstruktur dan mudah diakses. Ketujuh, mewujudkan TOD melalui skema Kerjasama Pemerintah-Swasta (KPS), memanfaatkan aksesibilitas transit yang kuat dan karakter multiguna wilayah tersebut untuk menarik investasi swasta dan berbagi beban finansial pembangunan. Kedelapan, mengembangkan sistem transportasi berbasis digital yang dapat meningkatkan kualitas layanan dengan menyediakan informasi rute, jadwal, dan pergerakan kendaraan secara real-time kepada penumpang. Kesembilan, mendefinisikan ulang konsep pedagang kaki lima, bukan hanya sebagai penyedia jasa dan perdagangan informal, tetapi juga sebagai daya tarik potensial yang dapat meningkatkan daya tarik dan keunikan kawasan, sehingga berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal. Kesepuluh, mendorong penerapan konsep TOD yang telah berhasil diimplementasikan di wilayah lain.
- POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) PADA LINTASAN BRT TRANS JATENG KORIDOR... jurnal.uns.ac.id/jdk/article/view/40015POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT TOD PADA LINTASAN BRT TRANS JATENG KORIDOR jurnal uns ac jdk article view 40015
- Keberlanjutan Transportasi di Kota Surabaya Melalui Pengembangan Kawasan Berbasis TOD (Transit Oriented... doi.org/10.14710/TATALOKA.16.2.108-115Keberlanjutan Transportasi di Kota Surabaya Melalui Pengembangan Kawasan Berbasis TOD Transit Oriented doi 10 14710 TATALOKA 16 2 108 115
- PERANCANGAN STASIUN TANAH ABANG DENGAN METODE TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) | Mustofa | Lakar: Jurnal... journal.lppmunindra.ac.id/index.php/lakar/article/view/4993PERANCANGAN STASIUN TANAH ABANG DENGAN METODE TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT TOD Mustofa Lakar Jurnal journal lppmunindra ac index php lakar article view 4993
- Strategy Selection of Property Business in Transit Oriented Development Area (Case Study PT. XYZ) | Sulaksmono... iptek.its.ac.id/index.php/jps/article/view/6370Strategy Selection of Property Business in Transit Oriented Development Area Case Study PT XYZ Sulaksmono iptek its ac index php jps article view 6370
| File size | 1.69 MB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALSTKIPPGRISITUBONDOJOURNALSTKIPPGRISITUBONDO Meskipun demikian permasalahan klasik transportasi seperti kemacetan dapat dapat mengurangi pendapatan masyarakat dan menghambat sistem distribusi masyarakat.Meskipun demikian permasalahan klasik transportasi seperti kemacetan dapat dapat mengurangi pendapatan masyarakat dan menghambat sistem distribusi masyarakat.
UNIKOMUNIKOM Metode yang digunakan untuk melihat probabilitas peralihan pengguna moda dengan metode logit binomial. Sebagian besar pengguna mobil di Metropolitan BandungMetode yang digunakan untuk melihat probabilitas peralihan pengguna moda dengan metode logit binomial. Sebagian besar pengguna mobil di Metropolitan Bandung
PUBLINEPUBLINE Oleh karena itu, kesiapan teknologi harus diimbangi dengan penguatan sistem keamanan dan pembangunan infrastruktur yang memadai. Keempat, pengembanganOleh karena itu, kesiapan teknologi harus diimbangi dengan penguatan sistem keamanan dan pembangunan infrastruktur yang memadai. Keempat, pengembangan
UGPUGP Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan Acak Lengkap satu arah dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A (20% Hydrilla), B (40% Hydrilla),Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan Acak Lengkap satu arah dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A (20% Hydrilla), B (40% Hydrilla),
UGPUGP Ikan kuniran (Upeneus vittatus) merupakan ikan demersal. Spesies ini mampu tumbuh hingga 25 cm dan berhabitat di pantai berpasir dengan kedalaman hinggaIkan kuniran (Upeneus vittatus) merupakan ikan demersal. Spesies ini mampu tumbuh hingga 25 cm dan berhabitat di pantai berpasir dengan kedalaman hingga
HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA RTH memiliki manfaat tinggi bagi kehidupan perkotaan melalui fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan arsitektural, serta dapat menjadi identitas dan kebanggaanRTH memiliki manfaat tinggi bagi kehidupan perkotaan melalui fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan arsitektural, serta dapat menjadi identitas dan kebanggaan
UNSURUNSUR Keberhasilan dan kelangsungan KEK Sei Mangkei akan ditentukan oleh infrastruktur transportasi dan logistik yang berperan dalam kelancaran arus angkutanKeberhasilan dan kelangsungan KEK Sei Mangkei akan ditentukan oleh infrastruktur transportasi dan logistik yang berperan dalam kelancaran arus angkutan
UNISBAUNISBA Realisasi Smart City melalui dimensi transportasi berkelanjutan di DIY menunjukkan fokus utama pada aspek ekonomi, sementara aspek sosial belum memenuhiRealisasi Smart City melalui dimensi transportasi berkelanjutan di DIY menunjukkan fokus utama pada aspek ekonomi, sementara aspek sosial belum memenuhi
Useful /
UGPUGP 13% b, sedangkan variabel efisiensi pakan terbaik pada perlakuan 100 ekor/m3 yaitu 73.98 ± 5. 09% a. Berdasarkan hal tersebut, perlakuan P1: kepadatan13% b, sedangkan variabel efisiensi pakan terbaik pada perlakuan 100 ekor/m3 yaitu 73.98 ± 5. 09% a. Berdasarkan hal tersebut, perlakuan P1: kepadatan
UmriUmri Balita pendek (stunting) masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia. Salah satu upaya meningkatkan status gizi masyarakat dalam rangka pencegahanBalita pendek (stunting) masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia. Salah satu upaya meningkatkan status gizi masyarakat dalam rangka pencegahan
HAMZANWADIHAMZANWADI Although enumeration problems are fundamental in combinatorics, little is known about how students intuitively approach such enumeration problems beforeAlthough enumeration problems are fundamental in combinatorics, little is known about how students intuitively approach such enumeration problems before
UGPUGP Hasil menunjukkan bahwa perlakuan limbah cucian kulit kopi berpengaruh nyata terhadap abnormalitas dan survival rate larva, tetapi tidak berpengaruh nyataHasil menunjukkan bahwa perlakuan limbah cucian kulit kopi berpengaruh nyata terhadap abnormalitas dan survival rate larva, tetapi tidak berpengaruh nyata