BIMABERILMUBIMABERILMU

DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan SosialDIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial

Wayang Orang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ideologis dan pandangan hidup media penyampaian nilai masyarakat Jawa. Pertunjukan ini menampilkan sistem visual yang kompleks melalui rias, busana, warna, gerak, dan tata panggung yang memiliki makna simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ideologi visual dalam pertunjukan Wayang Orang menggunakan perspektif Desain Komunikasi Visual sebagai pendekatan analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis visual deskriptif interpretatif terhadap unsur-unsur visual dalam pertunjukan Wayang Orang. Hasil kajian menunjukkan bahwa unsur visual tersebut membentuk sistem komunikasi visual tradisional yang merepresentasikan nilai moral, etika, serta struktur sosial budaya Jawa. Perspektif Desain Komunikasi Visual membantu mengungkap cara pesan ideologis dikonstruksi dan dikomunikasikan secara visual kepada penonton. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan studi seni pertunjukan dan budaya visual dalam ranah Ilmu Budaya.

Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pertunjukan Wayang Orang merupakan sistem komunikasi visual tradisional yang sarat dengan ideologi budaya Jawa.Ideologi visual diwujudkan melalui elemen rias, busana, warna, gestur, dan tata panggung yang bekerja secara simbolik dan terintegrasi dalam merepresentasikan nilai moral, etika, kepemimpinan, serta struktur sosial.Elemen-elemen visual tersebut tidak hanya mendukung narasi pertunjukan, tetapi juga membentuk pemahaman penonton terhadap karakter dan pesan ideologis yang disampaikan secara nonverbal.Penelitian ini menegaskan bahwa perspektif Desain Komunikasi Visual memberikan kontribusi penting dalam kajian seni dan budaya dengan memungkinkan pembacaan Wayang Orang sebagai sistem komunikasi visual yang efektif.Pendekatan ini memperkaya pemahaman terhadap seni pertunjukan tradisional sebagai media penyampai makna dan nilai budaya, sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan melalui pendekatan lintas seni pertunjukan, serta pengembangan kajian budaya visual seni Nusantara dalam konteks Ilmu Budaya.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang bagaimana Wayang Orang dapat digunakan sebagai media pendidikan budaya visual yang efektif dalam konteks pendidikan formal, khususnya dalam pembelajaran seni dan budaya. Kedua, penelitian dapat berfokus pada analisis perbandingan antara Wayang Orang dengan seni pertunjukan tradisional lainnya dalam hal representasi ideologi dan nilai sosial. Ketiga, studi lanjutan dapat mengeksplorasi potensi Wayang Orang dalam konteks digital, seperti penggunaan animasi atau media interaktif untuk meningkatkan aksesibilitas dan relevansi seni pertunjukan tradisional dalam era digital.

  1. An Analysis of Aesthetic Communication on Wayang Tavip’s Performance to Influence Public Understanding... doi.org/10.23969/jijac.v4i2.15321An Analysis of Aesthetic Communication on Wayang TavipAos Performance to Influence Public Understanding doi 10 23969 jijac v4i2 15321
  2. Body Language and Emotional Transmission in Dance Movies | Studies in Art and Architecture. body language... pioneerpublisher.com/SAA/article/view/987Body Language and Emotional Transmission in Dance Movies Studies in Art and Architecture body language pioneerpublisher SAA article view 987
  3. The Wayang as a Cultural Performance: Preserving Javanese Heritage in the Modern Era | International... doi.org/10.59890/ijarss.v3i5.32The Wayang as a Cultural Performance Preserving Javanese Heritage in the Modern Era International doi 10 59890 ijarss v3i5 32
Read online
File size219.44 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test