HAMZANWADIHAMZANWADI

ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada MasayarakatABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat

Pelestarian seni budaya tradisional Sasak pada siswa di era sekarang ini sudah mulai melemah seiring kemajuan teknologi dunia maya, sehingga berdampak pada daya kreasi para siswa maupun system regenerasinya. Seni budaya tradisional Sasak perlu dilestarikan melalui kegiatan di sekolah yakni ekstrakulikuler yang melibatkan guru, pembina, dan siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan upaya pelestarian seni budaya daerah Sasak, dan untuk mewujudkan kreasi dan regenerasi seni budaya daerah Sasak. Kegiatan pendampingan dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan April 2019 di lingkungan SMP Negeri 2 Selong. Kegiatan ini diikuti oleh para guru kesenian dan guru pembina ekstrakulikuler musik tradisi Gendang Beleq dan tari pengiringnya. Peserta pada kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII yang mengambil program ekstrakulikuler bidang seni budaya. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa upaya pelestarian seni budaya Sasak melalui kegitan ini dikatakan berhasil karena dengan semakin banyaknya minat peserta yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dari bulan awal kegiatan sampai bulan akhir kegiatan. Upaya kreasi dan regenerasi seni budaya daerah Sasak dikatakan berhasil karena diwujudkan dengan bentuk pementasan yang segala sesuatunya adalah dari hasil kreasi siswa selama proses Latihan pada kegiatan ekstrakurikuler. Simpulan dari kegiatan ini adalah dengan penambahan ekstrakulikuler Gendang Beleq dan tari pengiringnya memberi warna tersendiri dalam pembinaan kesenian daerah di sekolah. Minat terhadap tari tradisional menjadi meningkat pesat seiring dengan banyaknya peminat pada kegiatan ekstrakurikuler musik Gendang Beleq tersebut. Daya kreasi dan regenerasi dapat terwujud apabila para pembina kesenian selalu mendekatkan siswanya pada kesenian tradisi dan memberikan peluang untuk menunjukkan hasil kerjanya dengan adanya pementasan.

Upaya pelestarian budaya daerah Sasak melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 2 Selong dianggap berhasil karena dilihat dari jumlah peserta selalu meningkat sejak awal kegiatan sampai pada akhir kegiatan.Siswa semakin lama semakin tertarik dan tidak bosan mengikuti kegiatan tersebut karena adanya inovasi-inovasi baru tanpa meninggalkan esensi keaslian kesenian tradisional.Para siswa selalu bersemangat dalam proses Latihan sampai dengan pementasan yang sebenarnya.Semangat untuk mempelajari seni tradisional menjadi tumbuh dan berkembang karena para pembina selalu mendekatkan para siswa pada kesenian tradisional tersebut.Upaya kreasi dan regenerasi dikatakan berhasil karena sesuai dengan capaian yakni dengan adanya pementasan dari hasil latihan selama berbulan-bulan, siswa juga diajarkan cara berkreatif dengan membuat kostum pakaian adat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitarnya.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi minat siswa terhadap seni budaya Sasak, seperti peran orang tua, lingkungan sosial, dan media massa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran seni budaya yang lebih inovatif dan menarik, dengan memanfaatkan teknologi digital dan pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kolaborasi antara sekolah, komunitas seni, dan pemerintah daerah dalam upaya pelestarian seni budaya Sasak, serta mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkan dukungan finansial dan sumber daya manusia.

  1. PEMBELAJARAN MUSIK TRADISIONAL BERBASIS AUDIO VISUAL | Tamumatra : Jurnal Seni Pertunjukan. pembelajaran... e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/tmmt/article/view/5505PEMBELAJARAN MUSIK TRADISIONAL BERBASIS AUDIO VISUAL Tamumatra Jurnal Seni Pertunjukan pembelajaran e journal hamzanwadi ac index php tmmt article view 5505
Read online
File size451.89 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test