STTPBSTTPB

KURIOSKURIOS

Kajian ini mengeksplorasi pluralisme hukum (legal pluralism) dalam Torah, khususnya relasi antara (sheva mitzvot bnei Noach; tujuh hukum bagi keturunan Nuh) dan (taryag mitzvot Moshe; 613 hukum Musa), sebagaimana yang diformulasikan dalam tradisi rabinik. Melalui pendekatan historis-teologis dan analisis tekstual terhadap Mishnah, Talmud, serta dokumen-dokumen gereja perdana, penelitian ini memetakan bagaimana diferensiasi hukum yang berlaku bagi umat manusia secara universal (Noahide laws) dan bagi umat Israel secara khusus (Mosaic laws) yang membentuk kerangka etik Yudaisme. Lebih jauh, studi ini menelusuri bagaimana kerangka pluralistik tersebut menjadi latar belakang perdebatan gereja perdana pada abad pertama mengenai apakah Torah mengikat orang-orang non-Yahudi? Temuan menunjukkan bahwa konsili apostolik di Yerusalem dan tulisan-tulisan gereja perdana memahami diri mereka dalam lanskap hukum Yahudi yang plural, bukan sebagai sistem baru yang sepenuhnya terlepas dari akar Yudaisme. Studi ini berimplikasi pada pembacaan ulang relasi antara Yudaisme dan Kekristenan, serta membuka ruang dialog teologis kontemporer.

Kajian ini menunjukkan bahwa Yudaisme membedakan antara hukum universal yang berlaku bagi keturunan Nuh dan hukum Musa yang diberikan secara khusus kepada Israel.Pluralitas ini tidak hanya merupakan konsep etis, tetapi juga membentuk fondasi legislasi rabinik yang memengaruhi penafsiran hukum hingga masa gereja perdana.Gereja perdana mewarisi pluralisme hukum Yudaisme dan diaplikasikan sebagai panduan kehidupan masyarakat Israel selama berabad-abad.Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya memahami konteks Yudaisme dalam membaca teks-teks Perjanjian Baru untuk menghindari dikotomi yang salah antara Yudaisme legalistik dan Kekristenan kasih karunia.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana prinsip pluralisme hukum Yudaisme memengaruhi perkembangan teologi Kekristenan di era awal, terutama dalam konteks hubungan antara hukum Musa dan hukum Nuh. Selain itu, studi tentang peran Hukum Nuh dalam regulasi sosial masyarakat non-Yahudi di wilayah Romawi dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, analisis perbandingan antara interpretasi Hukum Nuh dalam tradisi rabinik dan teologi Kekristenan modern dapat memperkaya dialog antaragama.

Read online
File size517.18 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test