UBUB

Indonesian Journal for Social ResponsibilityIndonesian Journal for Social Responsibility

Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (MGMP IPA) Kota Malang merupakan komunitas guru IPA di Kota Malang yang sangat aktif bertemu untuk berdiskusi dan berkolaborasi untuk meningkatkan profesionalisme guru. Namun, guru anggota MGMP masih menghadapi tantangan besar ketika mengimplementasikan kurikulum merdeka, salah satu masalah tersebut adalah penggunaan media pembelajaran IPA terutama yang berbantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Permasalahan tersebut menunjukkan perlu diadakan pelatihan yang bertujuan untuk memberdayakan guru anggota MGMP untuk mengembangkan media pembelajaran IPA dengan menggunakan Google Sites. Tahapan metode pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Guru dapat mengunggah hasil beberapa karya yang telah disusun di Google Sites, yang terdiri dari tujuan pembelajaran, materi, foto-foto kegiatan, penilaian, dan sumber belajar lainnya yang terkoneksi dengan Google Apps, sehingga guru dapat mengaksesnya setiap saat. Para guru menggunakan media dalam jaringan seperti Quizizz, Kahoot, dan Spinner untuk komponen penilaian. Secara keseluruhan, berdasarkan hasil angket yang disebarkan ke guru serta produk yang dihasilkan oleh guru menunjukkan pengabdian masyarakat ini telah berhasil memberikan pengalaman langsung kepada guru-guru MGMP IPA dalam menggunakan Google Sites sebagai media pembelajaran yang menarik dan bermakna sehingga guru tersebut sangat berminat untuk menggunakan media Google Sites di kelasnya. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan profesionalisme guru dalam memajukan pembelajaran IPA di Kota Malang.

Pelatihan penggunaan Google Sites bagi guru MGMP IPA di Kota Malang berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran dan kolaborasi antar guru.Hasil presentasi dan angket menunjukkan 96% guru merasakan peningkatan kemampuan dalam mendesain media pembelajaran serta efektivitas penggunaannya.Guru mengusulkan agar pelatihan selanjutnya difokuskan pada pengembangan media pembelajaran nyata (media riil) untuk mendukung pembelajaran IPA.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan Google Sites terhadap pencapaian kompetensi siswa IPA, dengan membandingkan hasil belajar sebelum dan sesudah intervensi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. Studi komparatif antara Google Sites dan platform pembelajaran digital lain (seperti Moodle atau Canvas) dapat dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan keterbatasan masing‑masing dalam konteks pembelajaran IPA di sekolah menengah pertama. Penelitian tindakan kelas yang mengintegrasikan media pembelajaran nyata (media riil) bersama dengan Google Sites dapat diteliti untuk melihat bagaimana kombinasi tersebut mempengaruhi motivasi dan keterlibatan siswa dalam eksperimen ilmiah. Untuk memperluas penerapan, dapat dilakukan studi pilot di wilayah atau mata pelajaran lain (misalnya Matematika atau Bahasa) guna menilai adaptabilitas model pelatihan ini serta mengidentifikasi kebutuhan pelatihan khusus bagi guru. Akhirnya, penelitian kualitatif mengenai persepsi guru terhadap tantangan implementasi TIK dalam kurikulum merdeka dapat memberikan wawasan mendalam untuk merancang kebijakan dukungan profesi yang lebih efektif.

  1. Peningkatan Keterampilan Mengajar Guru IPA Menggunakan Google Sites | Indonesian Journal for Social Responsibility.... doi.org/10.36782/ijsr.v7i02.471Peningkatan Keterampilan Mengajar Guru IPA Menggunakan Google Sites Indonesian Journal for Social Responsibility doi 10 36782 ijsr v7i02 471
Read online
File size246.63 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test