UM SURABAYAUM SURABAYA
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatAksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatLiterasi dan numerasi merupakan keterampilan penting yang membantu manusia memahami dan menyelesaikan masalah sehari-hari. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan keterampilan literasi dan numerasi sejak dini melalui pembelajaran di sekolah. Meskipun demikian, penanaman numerasi di sekolah tidak berarti semua guru mengajar matematika, melainkan bagaimana guru mengintegrasikan numerasi dalam kurikulum lintas mata pelajaran. Guru masih kesulitan mengembangkan modul ajar yang mengintegrasikan keterampilan literasi numerasi. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru terkait konsep literasi numerasi dan meningkatkan kemampuan guru lintas mata pelajaran dalam mengidentifikasi konten matematika untuk merancang modul ajar yang mengintegrasikan keterampilan numerasi. Metode pelatihan dan pendampingan dilakukan secara sinkronus dan asinkronus di SMPN 6 Garut. Hasil pengabdian menunjukkan penguatan pemahaman konsep literasi numerasi dengan capaian > 80% untuk masing-masing aspek, dan 8 kelompok guru mata pelajaran (100%) mampu mengidentifikasi konten matematika yang tepat untuk diintegrasikan pada modul ajar dengan capaian konten numerasi yang teridentifikasi sebesar 80% (4 dari 5 domain matematika). Selain itu, guru mampu mengidentifikasi konteks personal, sosial budaya, maupun saintifik dalam bidang ilmu yang diampu sebagai konteks masalah pada modifikasi modul ajar yang mengintegrasikan keterampilan numerasi. Domain bilangan menjadi tuntutan numerasi paling dominan dibandingkan domain matematika lainnya seperti aljabar, pengukuran, data dan ketidakpastian, serta geometri. Kegiatan pengabdian berimplikasi terhadap peningkatan literasi digital guru dalam berkolaborasi dengan memanfaatkan spreadsheet dan google document.
Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa guru mampu mengidentifikasi konten numerasi sebesar 80% (4 dari 5 domain), yaitu domain bilangan, aljabar, pengukuran, data dan ketidakpastian.Meskipun demikian, domain geometri masih belum banyak diidentifikasi dalam aktivitas modul ajar yang dirancang.Integrasi numerasi dalam pembelajaran dapat dilakukan secara kolaboratif oleh guru dari lintas mata pelajaran melalui identifikasi tujuan pembelajaran, pemilihan konteks yang sesuai, dan penentuan tuntutan numerasi yang relevan.Program berkelanjutan berupa kolaborasi guru, termasuk guru matematika, diperlukan untuk mengembangkan modul ajar yang terintegrasi numerasi secara optimal.
Berdasarkan hasil pengabdian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas modul ajar terintegrasi numerasi yang telah dikembangkan dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa di SMPN 6 Garut. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan numerasi siswa sebelum dan sesudah menggunakan modul ajar tersebut. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan yang lebih komprehensif bagi guru non-matematika dalam mengintegrasikan numerasi ke dalam pembelajaran mereka. Model pelatihan ini perlu mempertimbangkan kebutuhan spesifik guru non-matematika dan menyediakan contoh-contoh konkret tentang bagaimana numerasi dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi digital yang lebih inovatif dalam mendukung pembelajaran numerasi, seperti aplikasi mobile atau platform pembelajaran online interaktif. Penelitian ini dapat menguji efektivitas teknologi tersebut dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dan memfasilitasi pemahaman konsep numerasi yang lebih mendalam. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi muda yang literat dan numerat.
- Pembelajaran Tematik Berorientasi Literasi Saintifik | Jurnal Basicedu. pembelajaran tematik berorientasi... jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/298Pembelajaran Tematik Berorientasi Literasi Saintifik Jurnal Basicedu pembelajaran tematik berorientasi jbasic index php basicedu article view 298
- PISA 2022 Results (Volume I) | OECD. pisa results volume oecd skip main content state learning equity... doi.org/10.1787/53f23881-enPISA 2022 Results Volume I OECD pisa results volume oecd skip main content state learning equity doi 10 1787 53f23881 en
| File size | 414.18 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
KILAUPUBLISHINGKILAUPUBLISHING Guru membina kedua karakter tersebut melalui pembiasaan, keteladanan, dan pemberian tugas yang menuntut keterlibatan aktif dan konsistensi siswa. KendalaGuru membina kedua karakter tersebut melalui pembiasaan, keteladanan, dan pemberian tugas yang menuntut keterlibatan aktif dan konsistensi siswa. Kendala
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menekankan pentingnya standardisasi manajemen SDM di pesantren sebagai upaya meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Islam dalam menghadapiPenelitian ini menekankan pentingnya standardisasi manajemen SDM di pesantren sebagai upaya meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi
ITSCIENCEITSCIENCE Oleh sebab itu, studi ini bertujuan untuk menjelaskan di Indonesia dari sudut pandang peluang dan tantangannya. Metode yang digunakan yaitu literatue review.Oleh sebab itu, studi ini bertujuan untuk menjelaskan di Indonesia dari sudut pandang peluang dan tantangannya. Metode yang digunakan yaitu literatue review.
SAINTISPUBSAINTISPUB Namun, tantangan tetap ada, seperti intoleransi siswa, pengaruh media sosial, dan dukungan keluarga yang terbatas. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah,Namun, tantangan tetap ada, seperti intoleransi siswa, pengaruh media sosial, dan dukungan keluarga yang terbatas. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah,
PENERBITPENERBIT Empat indikator lainnya, yaitu kemampuan mengidentifikasi kesulitan belajar siswa, penguasaan strategi pembelajaran, fasilitasi pengembangan potensi siswa,Empat indikator lainnya, yaitu kemampuan mengidentifikasi kesulitan belajar siswa, penguasaan strategi pembelajaran, fasilitasi pengembangan potensi siswa,
PETIERPETIER Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bias gender dalam penilaian numerasi di pesantren Islam. Penelitian deskriptif eksploratori dengan pendekatanPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi bias gender dalam penilaian numerasi di pesantren Islam. Penelitian deskriptif eksploratori dengan pendekatan
POLNAMPOLNAM 810.000 sedangkan Kampung Wadoi menerimah pendapatan kotor Rp. 590.000 selanjutnya di ikuti oleh Kampung Isogo Rp. 300.000 dan pendapatan kotor terendah810.000 sedangkan Kampung Wadoi menerimah pendapatan kotor Rp. 590.000 selanjutnya di ikuti oleh Kampung Isogo Rp. 300.000 dan pendapatan kotor terendah
POLNAMPOLNAM Data dikumpulkan melalui studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwaData dikumpulkan melalui studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Useful /
SAINTISPUBSAINTISPUB Temuan ini menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan, membentuk sikap keuangan positif, dan mengelola tekanan digital untuk menciptakan perilakuTemuan ini menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan, membentuk sikap keuangan positif, dan mengelola tekanan digital untuk menciptakan perilaku
SAINTISPUBSAINTISPUB Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemahaman guru tentang teknologiData dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemahaman guru tentang teknologi
IVETIVET Hasil pengujian menunjukkan semua tombol (login, simpan, hapus, edit) berfungsi dengan baik, dengan nilai keberhasilan 89,47%, yang mengkategorikan sistemHasil pengujian menunjukkan semua tombol (login, simpan, hapus, edit) berfungsi dengan baik, dengan nilai keberhasilan 89,47%, yang mengkategorikan sistem
IVETIVET Hal ini mendorong penelitian untuk menciptakan aplikasi sebagai media pembelajaran interaktif menggunakan teknologi Augmented Reality tentang bahasa isyaratHal ini mendorong penelitian untuk menciptakan aplikasi sebagai media pembelajaran interaktif menggunakan teknologi Augmented Reality tentang bahasa isyarat