UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Pengabdian ini dilatari oleh kurangnya pemanfaatan karya sastra ber-setting budaya lokal (daerah tertentu) yang memiliki kedekatan emosional dengan siswa di tingkat sekolah menengah atas (SMA) yang dijadikan sumber belajar atau bahan ajar. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan sosialisasi hasil riset terkait fenomena tersebut mengenai penguatan pemahaman karya sastra dengan setting budaya lokal. Materi sosialisasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dimodifikasi dari hasil penelitian tahun 2022, dengan harapan hasil penelitian tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Materi PkM ini berbicara tentang cara penggunaan pendekatan etnografi dalam mengkaji karya sastra ber-setting budaya lokal. Kemudian, menjelaskan amanat kebudayaan Sasak-Lombok dalam novel Sanggarguri sebagai hasil penelitian dengan pendekatan etnografi. Pembicaraan tentang pendekatan etnografi untuk karya sastra difokuskan pada analisis taksonomi (istilah tercakup, relasi semantik, dan istilah pencakup) yang dilanjutkan pada analisis pemahaman budaya berdasarkan pada istilah-istilah pencakup yang telah dikelompokkan. Hasil sosialisasi ini relatif telah mampu menambah kualitas pemahaman dan kesadaran para guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah atas (SMA) tentang urgensi karya sastra ber-setting budaya lokal sebagai sumber belajar atau bahan ajar. Ini dikarenakan mereka diberikan pelatihan langsung cara menganalisis karya sastra ber-setting budaya lokal dengan pendekatan yang dipilih. Penambahan kualitas dan kesadaran ini tentu merupakan usaha yang berkelanjutan dan membutuhkan dukungan pihak-pihak terkait.

Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan lancar dan sukses berdasarkan indikator yang ada.Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan secara tatap muka patut diapresiasi.Berdasarkan rekomendasi yang dihasilkan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para guru Bahasa Indonesia SMA dalam penyiapan bahan ajar karya sastra ber-setting budaya lokal.Pada akhirnya, penyuluhan ini relatif telah mampu menambah kualitas pemahaman dan kesadaran para guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA tentang bagaimana menariknya karya sastra berlatar budaya lokal dijadikan sumber belajar.Penambahan kualitas dan kesadaran ini tentunya merupakan usaha yang berkelanjutan dan membutuhkan kontrol yang baik.Pada akhirnya, kualitas dan kesadaran tersebut selaras dengan banyaknya penyediaan dan pemilihan karya-karya sastra berlatar budaya lokal yang dijadikan sumber belajar di jenjang SMA.

Untuk waktu mendatang, penyuluhan semacam ini harus terus dilakukan sebagai pembaharuan informasi sumber belajar kepada para guru Bahasa Indonesia SMA. Perlu dibuat perencanaan kegiatan yang tersistem dengan baik berdasarkan persoalan-persoalan yang muncul selama ini di sekolah menengah atas terkait sumber karya sastra ber-setting budaya lokal sebagai sumber belajar. Kerja sama antara pihak MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMA dan perguruan tinggi harus terus ditingkatkan dalam rangka mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semuanya harus direncanakan dan diimplementasikan secara berkelanjutan.

  1. Jurnal Bahasa dan Sastra. makna guru tradisi islam sasak representasi lombok novel sanggarguri adabiyy... ejournal.uin-suka.ac.id/adab/Adabiyyat/en/article/view/1858Jurnal Bahasa dan Sastra makna guru tradisi islam sasak representasi lombok novel sanggarguri adabiyy ejournal uin suka ac adab Adabiyyat en article view 1858
Read online
File size418.87 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test