UBHUBH

JURNAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANJURNAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar N, P, dan K yang terdapat pada pupuk organik cair yang berasal dari kulit pisang kepok, serta menganalisis pengaruh pemberian dosis pupuk organik cair tersebut terhadap pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frutescens). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen murni dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan dengan lima ulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pupuk organik cair kulit pisang kepok mengandung kadar N sebesar 1,68%, P sebesar 0,90%, dan K sebesar 3,11%. Selama percobaan, pemberian dosis pupuk organik cair sebanyak 100 ml menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman cabai rawit.

Pemberian POC dosis 100 ml menunjukkan bahwa pemberian dosis terbaik untuk pertumbuhan tinggi tanaman cabai rawit.Sedangkan pemberian POC dosis 300 ml menunjukkan hasil yang terendah untuk parameter tinggi batang, jumlah daun dan lebar daun.05) terhadap parameter pengamatan tinggi batang tanaman cabai rawit.

Mengingat hasil penelitian menunjukkan dosis 100 ml pupuk organik cair (POC) kulit pisang kepok memberikan hasil terbaik untuk tinggi tanaman namun tidak signifikan untuk jumlah dan lebar daun, serta adanya indikasi kandungan N dan P yang belum optimal, disarankan untuk melakukan beberapa studi lanjutan. Pertama, perlu diselidiki lebih lanjut bagaimana variasi dosis yang lebih halus (misalnya antara 50 ml hingga 150 ml) dan frekuensi aplikasi POC yang berbeda (misalnya, setiap tiga hari sekali versus setiap lima hari) dapat secara komprehensif memengaruhi seluruh aspek pertumbuhan cabai rawit, termasuk tidak hanya tinggi dan lebar daun, tetapi juga perkembangan sistem perakaran, pembentukan bunga, jumlah buah, serta berat dan kualitas nutrisi buah cabai rawit hingga fase panen. Kedua, penelitian lanjutan dapat berfokus pada upaya fortifikasi atau penyesuaian komposisi POC kulit pisang kepok, khususnya untuk meningkatkan kadar nitrogen dan fosfor agar memenuhi standar SNI, kemudian menganalisis bagaimana perubahan ini berdampak pada efisiensi penyerapan nutrisi dan proses fisiologis kunci seperti fotosintesis, yang diduga belum berjalan maksimal untuk pertumbuhan daun. Ketiga, mengingat adanya dugaan pengaruh lingkungan terhadap ekspresi genetik tanaman, studi masa depan sebaiknya mempertimbangkan untuk menginvestigasi interaksi antara aplikasi POC dengan faktor lingkungan yang terkontrol, seperti perbedaan intensitas cahaya atau jenis tanah, atau bahkan membandingkan respons berbagai varietas cabai rawit terhadap pupuk ini, guna mengidentifikasi kondisi optimal dan potensi genetik yang lebih luas untuk pemanfaatan POC kulit pisang kepok secara efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size160.15 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test