UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Jumlah usaha mikro kecil dan menengah berdasarkan jenisnya menurut Kabupaten Kota tahun 2020 di Kabupaten Lombok Timur terdapat sebanyak 4.297 unit. Salah satu industri mikro yang ada di Lombok Timur tepatnya di Desa Lenek, Kecamatan Lenek terdapat industri kerajinan yang diberi nama tikar mendong. Anyaman tikar mendong ini seiring berjalannya waktu dengan beberapa permasalahan yang ada membuat minat para perajin untuk membuat anyaman ini mulai redup. Mahasiswa KKN-Tematik Universitas Mataram Desa Lenek memiliki inisiatif untuk berkontribusi dalam penyelesaian masalah yang ada, yaitu dengan mengadakan pelatihan diversifikasi anyaman tikar mendong menjadi produk-produk yang dibutuhkan konsumen dan berdaya jual tinggi. Pelatihan dilakukan selama tiga hari berturut-turut dan dapat dikatakan berhasil, dengan pencapaian yaitu kemampuan para perajin dalam membuat beberapa produk dari bahan dasar tanaman mendong. Dengan kemampuan tersebut, diharapkan para perajin tetap semangat dalam melestarikan budaya-budaya yang ada di Desa Lenek.

Pelatihan diversifikasi anyaman tikar mendong selama tiga hari berhasil meningkatkan keterampilan para perajin dalam membuat produk dari tanaman mendong.Kegiatan ini diharapkan dapat terus berkelanjutan dan mendapat dukungan dari pemerintah setempat.Masyarakat Desa Lenek diharapkan tetap semangat melestarikan budaya lokal dengan mengembangkan produk secara inovatif namun tetap menjaga keasliannya.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang potensi pasar terhadap produk diversifikasi mendong di tingkat lokal, nasional, maupun internasional untuk mengetahui preferensi konsumen dan peluang ekspor. Kedua, sebaiknya dikaji secara mendalam metode budidaya tanaman mendong yang lebih efisien dan berkelanjutan, mengingat semakin langkanya bahan baku akibat alih fungsi lahan dan kesulitan perawatan. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang integrasi teknologi digital dalam pemasaran dan pelatihan, seperti platform daring untuk pelatihan jarak jauh dan pemasaran produk kerajinan secara online, agar masyarakat Lenek dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan mandiri secara ekonomi. Penelitian-penelitian ini akan saling melengkapi dan mendukung keberlanjutan budaya mendong, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan data pasar, pembudidayaan yang stabil, dan akses teknologi, produk mendong bisa menjadi komoditas unggulan. Selain itu, penelitian tentang model bisnis kolektif berbasis komunitas juga penting untuk dianalisis guna memperkuat struktur ekonomi lokal. Model seperti koperasi atau UMKM bersama bisa mendorong kolaborasi dan pemerataan pendapatan. Penelitian lanjutan sebaiknya juga mengevaluasi dampak sosial-budaya dari pelatihan seperti ini terhadap generasi muda di Desa Lenek. Dengan memahami minat generasi muda, dapat dirancang program regenerasi yang efektif. Semua saran ini bertujuan untuk menjadikan produk mendong tidak hanya lestari, tetapi juga relevan dan menguntungkan di masa depan.

  1. PENGELOLAAN USAHA INDUSTRI KERAJINAN TIKAR MENDON MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK DI DESA LENEK KECAMATAN... doi.org/10.29303/abdimassangkabira.v1i2.30PENGELOLAAN USAHA INDUSTRI KERAJINAN TIKAR MENDON MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK DI DESA LENEK KECAMATAN doi 10 29303 abdimassangkabira v1i2 30
Read online
File size820.04 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test