POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA

Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan PenyuluhanJurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan

Variabilitas dan perubahan iklim mengakibatkan terjadinya kesenjangan pola penghidupan masyarakat khususnya dalam memproteksi ketersediaan pangan, kesehatan, jejaring sosial, dan bencana alam. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kerentanan penghidupan masyarakat lokal karena paparan perubahan iklim di kawasan Teluk Tomini. Penelitian menggunakan pendekatan survei yang dilaksanakan pada Agustus - Oktober 2024 di Bone Bolango Provinsi Gorontalo dan Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kerentanan penghidupan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan lebih rentan dibandingkan dengan Kabupaten Bone Bolango, dengan nilai indeks LVI 0,343 (rentan) berbanding 0,294 (cukup rentan). Meningkatnya eksposur terkait variabilitas iklim dan bencana alam yang dibarengi dengan menurunnya kapasitas adaptif masyarakat berdampak pada kerentanan pola penghidupan di Bolaang Mongondow Selatan yang terpengaruh paparan perubahan iklim. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan kapasitas adaptif sangat penting dalam mengurangi kerentanan penghidupan akibat peningkatan eksposur, olehnya pola penghidupan masyarakat lokal perlu terintegrasi strategis dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim setiap daerah di kawasan Teluk Tomini.

Ketahanan masyarakat terhadap paparan perubahan iklim menunjukkan kestabilannya dalam menjalani kehidupan yang dipengaruhi oleh bencana alam, variabilitas iklim, ketersediaan pangan, air, kesehatan, pendukung sosio-demografi, jejaring sosial dan juga strategi mata pencahariannya.Berdasarkan pengukuran nilai LVI menunjukkan bahwa kerentanan penghidupan masyarakat lokal Kabupaten Bone Bolango menunjukkan kategori cukup rentan dibandingkan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dengan kategori rentan.Hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh perubahan iklim lebih besar dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.Diperlukan upaya yang adaptif setiap Kabupaten terutama pada Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dalam pengembangan komoditi pangan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi secara spesifik faktor-faktor yang paling mempengaruhi kerentanan masyarakat terhadap perubahan iklim di masing-masing kabupaten, seperti karakteristik sosial ekonomi, akses terhadap sumber daya, dan pengetahuan tentang adaptasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi adaptasi yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lokal, misalnya melalui diversifikasi mata pencaharian, peningkatan kapasitas petani dalam menghadapi risiko iklim, dan pengembangan sistem peringatan dini bencana. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran lembaga lokal dan jaringan sosial dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim, serta bagaimana memperkuat kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

  1. "Empowerment of Increasing Economic Resilience" by Alvian Wardhana, Muhammad Ramayuda et al..... scholarhub.ui.ac.id/jid/vol6/iss1/3Empowerment of Increasing Economic Resilience by Alvian Wardhana Muhammad Ramayuda et al scholarhub ui ac jid vol6 iss1 3
  2. Analyzing Urban Centers’ Vulnerability to Climate Change Using Livelihood Vulnerability Index and... journals.wgu.edu.et/index.php/afnr/article/view/1017Analyzing Urban CentersAo Vulnerability to Climate Change Using Livelihood Vulnerability Index and journals wgu edu et index php afnr article view 1017
Read online
File size574.02 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test