IIKPELAMONIAIIKPELAMONIA

Jurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia IndonesiaJurnal Penelitian Kesehatan Pelamonia Indonesia

Kesiapsiagaan adalah tindakan yang memungkinkan pemerintah, organisasi, keluarga, dan individu untuk mampu menanggapi suatu situasi bencana secara cepat dan tepat guna untuk mengurangi kerugian maupun korban jiwa. Di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar belum ada data bencana yang telah terjadi maupun data pasien korban bencana. Tetapi, perawat dan seluruh karyawan telah mengikuti simulasi bencana yaitu kebakaran dan simulasi tersebut dibantu oleh pemadam kebakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap atau perilaku dan pengalaman pada perawat di unit rawat inap dan rawat jalan Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah 59 responden. Pengujian hipotesis yang digunakan adalah analisis uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikan pengetahuan (p=0,016), sikap atau perilaku (p=0,000), pengalaman (p=0,005). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara semua variabel independen yaitu pengetahuan, sikap, dan pengalaman terhadap implementasi kesiapsiagaan bencana alam.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan, sikap, dan pengalaman terhadap implementasi kesiapsiagaan bencana alam pada perawat di unit rawat inap dan rawat jalan Rumah Sakit Islam Faisal Makassar.Penelitian ini mengindikasikan pentingnya peningkatan pengetahuan, pembentukan sikap positif, dan pemanfaatan pengalaman perawat dalam menghadapi bencana.Dengan demikian, kesiapsiagaan bencana di rumah sakit dapat ditingkatkan secara signifikan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa ide penelitian baru dapat diusulkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi kesiapsiagaan bencana perawat, seperti dukungan organisasi, pelatihan khusus, dan budaya keselamatan rumah sakit. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan tingkat kesiapsiagaan bencana antara perawat di rumah sakit dengan tingkat akreditasi yang berbeda, untuk mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadopsi secara luas. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program pelatihan dan simulasi bencana dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan perawat, serta untuk mengukur dampaknya terhadap peningkatan kesiapsiagaan bencana secara keseluruhan di rumah sakit. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan melindungi masyarakat dari dampak bencana.

Read online
File size173.53 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test