LPPM UNBAJALPPM UNBAJA

Just a moment...Just a moment...

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah rentan terhadap bencana termasuk bencana gempa bumi dengan Risk Index sebesar 43,5 dari 100 yang memiliki risiko bencana alam tertinggi kedua dengan tingkat kegempaan yang tinggi di dunia. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan menjadi korban dan menderita apabila terjadi bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendidikan orang tua dan paparan informasi dengan pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan gempa bumi di SMP IT Podok Modern Terpadu Al Izzah Kab. Serang Banten Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dengan pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi siswa, namun terdapat hubungan yang signifikan antara paparan informasi dengan pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi siswa. Diharapkan baik pendidik, peserta didik dan tenaga kependidikan berperan aktif dalam penyelenggaraan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi menuju sekolah siaga bencana.

Penelitian ini menemukan bahwa paparan informasi memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan kesiapsiagaan gempa bumi siswa, sementara tingkat pendidikan orang tua tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan akses dan media informasi terkait pendidikan risiko bencana, khususnya pengetahuan kesiapsiagaan gempa bumi, melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.Sekolah juga diharapkan dapat berperan aktif dalam penyelenggaraan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak program SPAB terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku siswa dalam menghadapi gempa bumi, dengan menggunakan pendekatan longitudinal untuk mengukur perubahan jangka panjang. Kedua, penelitian dapat meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi kesiapsiagaan gempa bumi siswa, seperti pengaruh teman sebaya, media sosial, atau partisipasi dalam kegiatan sukarela. Ketiga, penelitian dapat mengembangkan model intervensi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan gempa bumi di kalangan siswa, dengan melibatkan orang tua, guru, dan komunitas lokal. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi kesiapsiagaan gempa bumi siswa dan mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana.

  1. Peran Pemerintah Daerah Terhadap Penyelesaian Permasalahan Korban Bencana Gempa (Studi Di Dinas Sosial... doi.org/10.31764/jiap.v7i2.1273Peran Pemerintah Daerah Terhadap Penyelesaian Permasalahan Korban Bencana Gempa Studi Di Dinas Sosial doi 10 31764 jiap v7i2 1273
  2. Indonesian Journal for Health Sciences. pengetahuan siswa sma smk malang pendidikan bencana gempa bumi... journal.umpo.ac.id/index.php/IJHS/article/view/2414Indonesian Journal for Health Sciences pengetahuan siswa sma smk malang pendidikan bencana gempa bumi journal umpo ac index php IJHS article view 2414
  3. Peran Orang Tua terhadap Pembelajaran Mitigasi Bencana Bagi Anak Usia Dini di Masa Covid-19 | Jurnal... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/1866Peran Orang Tua terhadap Pembelajaran Mitigasi Bencana Bagi Anak Usia Dini di Masa Covid 19 Jurnal obsesi index php obsesi article view 1866
Read online
File size238.19 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test