POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan PenyuluhanJurnal Agrisistem: Seri Sosek dan PenyuluhanAgrowisata berbasis masyarakat di Indonesia telah memperoleh legitimasi formal melalui keputusan menteri yang mengklasifikasikan destinasi wisata sepanjang kontinum, mulai dari perintis hingga mandiri. Namun, di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, peningkatan status administratif tersebut tidak selalu diikuti oleh pertumbuhan jumlah wisatawan. Data wawancara dari Dinas Pariwisata Sleman menunjukkan bahwa sejumlah destinasi yang pernah berstatus “mandiri atau “berkembang kini menjadi tidak aktif, bahkan beberapa destinasi yang sebelumnya “maju mengalami kemunduran ke tahap perintis akibat stagnasi kunjungan. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran digital, khususnya pemanfaatan Google Profile Business, dalam meningkatkan visibilitas dan daya tarik wisata di Desa Agrowisata Nganggring. Dengan menggunakan pendekatan Logical Framework Approach (LFA) partisipatif, penelitian melibatkan para pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pengelolaan promosi digital. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2024 dipengaruhi oleh pola musiman, ketidakteraturan jadwal promosi, dan keterbatasan penjangkauan digital. Google Profile Business terbukti menjadi strategi pemasaran digital yang efektif karena hemat biaya yang mendukung pengambilan keputusan wisatawan melalui fitur ulasan, citra interaktif, dan pencarian berbasis lokasi yang berpengaruh terhadap peningkatan kunjungan sebesar 30%. Kebaruan studi ini terletak pada perumusan model pengoptimalan Google Profile Business yang mengintegrasikan konten lokal, seperti agrowisata salak dan edukasi susu kambing Etawa, untuk meningkatkan keterlibatan pengguna dan memperkuat citra destinasi. Penelitian ini juga merekomendasikan integrasi Google Profile Business dengan media video pendek serta penguatan literasi digital pengelola sebagai strategi kunci menuju pariwisata berkelanjutan.
Desa Agrowisata Nganggring telah memanfaatkan Google Profile Business dan media sosial untuk pemasaran, namun upaya ini masih sporadis, kurang konsisten, dan terhambat oleh ketiadaan konten kreator serta strategi yang kuat.Meskipun visibilitas digital cukup tinggi, optimalisasi fitur Google Profile Business terbatas, mengakibatkan rendahnya konversi kunjungan dan interaksi, sehingga diperlukan aktivitas digital yang lebih terstruktur dan konsisten.Branding digital memberikan peluang besar untuk peningkatan kunjungan dan promosi potensi lokal, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada peningkatan kapasitas SDM, konsistensi promosi, serta kemandirian dalam pengelolaan digital agar tidak lagi bergantung pada bantuan eksternal.
Penelitian lanjutan dapat memperluas cakupan studi dengan mengkaji efektivitas optimalisasi Google Profile Business (GBP) pada beberapa desa agrowisata dengan karakteristik dan tingkat pengembangan yang berbeda, tidak hanya berfokus pada satu lokasi. Ini akan memungkinkan identifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan pemasaran digital secara lebih luas, serta membandingkan strategi yang paling adaptif. Selain itu, penting untuk meneliti secara mendalam integrasi strategis antara GBP dengan platform media sosial lainnya, seperti Instagram, TikTok, atau YouTube, serta situs web resmi destinasi. Dengan memanfaatkan alat analisis web dan sentimen, studi ini dapat mengukur dampak sinergis dari berbagai kanal digital dalam membentuk narasi merek yang kohesif dan meningkatkan keterlibatan calon wisatawan secara komprehensif. Terakhir, saran penelitian juga mencakup analisis dampak program peningkatan literasi digital dan pengembangan kapasitas konten kreator lokal terhadap kemandirian pengelolaan pemasaran digital di desa agrowisata. Hal ini akan mengevaluasi bagaimana kualitas dan konsistensi konten yang dihasilkan secara internal dapat berkontribusi pada peningkatan engagement dan keberlanjutan ekonomi desa, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bantuan eksternal. Dengan demikian, penelitian masa depan dapat memberikan panduan yang lebih komprehensif untuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di era digital.
| File size | 665 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
STPMATARAMSTPMATARAM Adapun kendala dalam pengembangan strategi wisata pantai loang baloq yaitu pada perubahan iklim yang tidak menentu, dan kurangnya peran masyarakat sekitar,Adapun kendala dalam pengembangan strategi wisata pantai loang baloq yaitu pada perubahan iklim yang tidak menentu, dan kurangnya peran masyarakat sekitar,
STPMATARAMSTPMATARAM Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadapMetode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Putusan pengadilan yang membenarkan klaim kepemilikan berdasarkan kuasa substitusi yang berasal dari PPJB dan kuasa menjual yang berpotensi menjadi kuasaPutusan pengadilan yang membenarkan klaim kepemilikan berdasarkan kuasa substitusi yang berasal dari PPJB dan kuasa menjual yang berpotensi menjadi kuasa
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan memiliki apresiasi tinggi terhadap kekayaan budaya dan keaslian Desa Wisata Hutabalian, namun menyayangkanHasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan memiliki apresiasi tinggi terhadap kekayaan budaya dan keaslian Desa Wisata Hutabalian, namun menyayangkan
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Teknologi canggih tidak akan efektif jika karyawan tidak merasa termotivasi untuk menggunakannya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif denganTeknologi canggih tidak akan efektif jika karyawan tidak merasa termotivasi untuk menggunakannya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Video ini juga menggabungkan beberapa sudut pandang seperti hukum, agama, dan gerakan feminis untuk memberikan gambaran yang lebih luas tentang masalahVideo ini juga menggabungkan beberapa sudut pandang seperti hukum, agama, dan gerakan feminis untuk memberikan gambaran yang lebih luas tentang masalah
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan infrastruktur, minimnya promosi, kurangnya keterlibatan masyarakat setempat, dan belum adanya pengelolaanKendala yang dihadapi antara lain keterbatasan infrastruktur, minimnya promosi, kurangnya keterlibatan masyarakat setempat, dan belum adanya pengelolaan
UNTAG SMDUNTAG SMD Memperkuat identitas kota melalui monumen dengan tujuan memunculkan potensi alam serta sejarah perjuangan. Metode penelitian yaitu meliputi pengumpulanMemperkuat identitas kota melalui monumen dengan tujuan memunculkan potensi alam serta sejarah perjuangan. Metode penelitian yaitu meliputi pengumpulan
Useful /
STPMATARAMSTPMATARAM Dengan adanya pengembangan pariwisata di Desa Bayan menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah meningkatkan lapangan pekerjaan danDengan adanya pengembangan pariwisata di Desa Bayan menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah meningkatkan lapangan pekerjaan dan
STPMATARAMSTPMATARAM Studi ini mengeksplorasi dampak sosial positif seperti peningkatan interaksi sosial, kesadaran ekologis, dan pelestarian budaya, serta dampak negatif sepertiStudi ini mengeksplorasi dampak sosial positif seperti peningkatan interaksi sosial, kesadaran ekologis, dan pelestarian budaya, serta dampak negatif seperti
STPMATARAMSTPMATARAM Dampak pariwisata dalam kehidupan masyarakat Terjadi perubahan gaya hidup dari segi makanan, cara berpakaian dan perilaku. Perubahan dari segi makananDampak pariwisata dalam kehidupan masyarakat Terjadi perubahan gaya hidup dari segi makanan, cara berpakaian dan perilaku. Perubahan dari segi makanan
STPMATARAMSTPMATARAM Menggunakan metode pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sudah banyak yang berpartisipasiMenggunakan metode pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sudah banyak yang berpartisipasi