STIKBARSTIKBAR

Public Health of IndonesiaPublic Health of Indonesia

Latar belakang: Karakteristik sosiodemografi ibu dapat digunakan untuk mencegah kelahiran prematur. Tujuan: Mengetahui perbedaan karakteristik sosiodemografi ibu dengan kelahiran prematur spontan di delapan rumah sakit di Jawa Timur, Indonesia. Metode: Penelitian deskriptif dengan desain komparatif terhadap 134 ibu yang mengalami kelahiran prematur. Data dianalisis menggunakan uji t sampel independen. Hasil: Ditemukan 16 variabel yang berbeda secara signifikan antar rumah sakit, yaitu usia kehamilan, usia ibu, merokok, Skala Distres Postnatal Edinburgh (EPDS), pergerakan janin, jumlah kunjungan selama kehamilan, riwayat prematur, riwayat penyakit, riwayat aborsi, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT), lingkar lengan atas (MUAC), infeksi periodontal, perdarahan pada kehamilan muda/tua, status anemia, dan status vaginosis bakterialis (BV). Kesimpulan: Terdapat ketimpangan signifikan pada karakteristik sosiodemografi ibu dengan kelahiran prematur antar rumah sakit. Temuan ini dapat digunakan sebagai dasar data untuk penelitian selanjutnya dalam upaya mencegah kelainan kelahiran prematur berbasis karakteristik sosiodemografi ibu.

Terdapat perbedaan signifikan pada 16 karakteristik sosiodemografi ibu yang terkait dengan kelahiran prematur antar rumah sakit di Jawa Timur.Faktor-faktor tersebut meliputi usia kehamilan, usia ibu, kebiasaan merokok, skor EPDS, pergerakan janin, kunjungan antenatal, riwayat kelahiran prematur, penyakit, aborsi, tinggi badan, IMT, MUAC, infeksi periodontal, perdarahan kehamilan, anemia, dan status BV.Temuan ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan untuk pencegahan kelahiran prematur berdasarkan karakteristik ibu.

Pertama, perlu penelitian yang menggali mengapa faktor seperti usia ibu, riwayat merokok, dan skor EPDS menunjukkan perbedaan besar antar rumah sakit, sehingga dapat dirumuskan intervensi yang disesuaikan dengan konteks lokal masing-masing rumah sakit. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana sistem pelayanan antenatal, termasuk frekuensi kunjungan dan skrining dini terhadap anemia atau infeksi, berkontribusi terhadap risiko kelahiran prematur di wilayah berbeda. Ketiga, perlu studi mendalam mengenai dampak status gizi ibu —seperti IMT dan lingkar lengan atas— terhadap kelahiran prematur, terutama di daerah dengan prevalensi gizi buruk lebih tinggi, untuk merancang program intervensi nutrisi yang spesifik dan terukur. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan fokus pada solusi berbasis sistem kesehatan dan karakteristik lokal.

Read online
File size237.91 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test