STIKES ISFISTIKES ISFI
JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan KesehatanJIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan KesehatanDiabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengendalian glikemik optimal untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepatuhan pengobatan pasien DM adalah kompleksitas regimen obat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kompleksitas regimen pengobatan, tingkat kepatuhan pengobatan, serta hubungan antara kompleksitas regimen obat dengan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional yang dilakukan di Poli Penyakit Dalam RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin pada bulan Agustus–September 2024. Sampel sebanyak 155 pasien dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data kompleksitas regimen obat diperoleh dari resep menggunakan Medication Regimen Complexity Index (MRCI), sedangkan kepatuhan diukur menggunakan Adherence to Refill Medication Scale (ARMS). Sebagian besar pasien memiliki tingkat kompleksitas regimen sedang sebanyak 75 (48,4%), dan tingkat kepatuhan pengobatan yang patuh sebanyak 61 (39,4%). Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang tidak signifikan antara kompleksitas regimen obat dan kepatuhan pengobatan (p=0,139). Kompleksitas regimen pengobatan bukan merupakan faktor utama yang memengaruhi kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil ini menunjukkan perlunya memperhatikan faktor lain seperti edukasi pasien, dukungan keluarga, dan komunikasi terapeutik dalam upaya meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki tingkat kompleksitas regimen pengobatan sedang dan tingkat kepatuhan yang tidak patuh.Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kompleksitas regimen pengobatan dan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2.Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain selain kompleksitas regimen, seperti edukasi pasien dan dukungan keluarga, berperan lebih penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan melibatkan jumlah sampel yang lebih besar dan beragam karakteristik pasien untuk mengkonfirmasi hubungan antara kompleksitas regimen dan kepatuhan pengobatan. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi pasien mengenai kompleksitas regimen obat dan faktor-faktor lain yang memengaruhi kepatuhan mereka. Ketiga, penelitian intervensi yang berfokus pada peningkatan edukasi pasien, dukungan keluarga, dan komunikasi terapeutik dapat dieksplorasi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan kelompok pasien yang menerima intervensi dengan kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi, serta mengukur perubahan dalam tingkat kepatuhan dan kontrol glikemik. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan bermanfaat bagi pengembangan strategi peningkatan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2.
- Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus... ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/msj/article/view/51696Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus ejournal unsrat ac v3 index php msj article view 51696
- FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS | Jurnal Ilmu Kesehatan. faktor risiko diabetes mellitus jurnal... ejurnaladhkdr.com/index.php/jik/article/view/304FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS Jurnal Ilmu Kesehatan faktor risiko diabetes mellitus jurnal ejurnaladhkdr index php jik article view 304
- Korelasi Tingkat Kepatuhan Pengobatan terhadap Kadar Glukosa Darah pada Pasien Geriatri Diabetes Melitus... jurnal.univrab.ac.id/index.php/jops/article/view/3504Korelasi Tingkat Kepatuhan Pengobatan terhadap Kadar Glukosa Darah pada Pasien Geriatri Diabetes Melitus jurnal univrab ac index php jops article view 3504
| File size | 351.65 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Teknik analisis data yaitu statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan analisis Product Moment Correlation, serta menguji hipotesisTeknik analisis data yaitu statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan analisis Product Moment Correlation, serta menguji hipotesis
STIKES ISFISTIKES ISFI Penelitian lanjutan terkait dengan senyawa aktif yang terdapat dalam ekstrak dan limbah air bunga mawar yang dapat berpotensi sebagai tabir surya untukPenelitian lanjutan terkait dengan senyawa aktif yang terdapat dalam ekstrak dan limbah air bunga mawar yang dapat berpotensi sebagai tabir surya untuk
IDJOURNALIDJOURNAL Tujuan dari penelitian pengabdian ini adalah untuk mengetahui respon masyarakat, khususnya petani apel, dalam mengelola limbah kulit apel menjadi pupukTujuan dari penelitian pengabdian ini adalah untuk mengetahui respon masyarakat, khususnya petani apel, dalam mengelola limbah kulit apel menjadi pupuk
STIK SAMSTIK SAM ) dengan konsentrasi 3%. Sediaan lotion tabir surya dibuat sebanyak 8 run dengan rentang konsentrasi setil alkohol 2-5% dan propilen glikol 7-10%. Komposisi) dengan konsentrasi 3%. Sediaan lotion tabir surya dibuat sebanyak 8 run dengan rentang konsentrasi setil alkohol 2-5% dan propilen glikol 7-10%. Komposisi
STIK SAMSTIK SAM Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat yang meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis dan tepat interval waktu pemberianTujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan obat yang meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis dan tepat interval waktu pemberian
STIK SAMSTIK SAM Hasil analisis multivariat faktor yang dominan mempengaruhi kegagalan pengendalian DM tipe II adalah lama menderita dengan nilai OR = 6,956, perilaku denganHasil analisis multivariat faktor yang dominan mempengaruhi kegagalan pengendalian DM tipe II adalah lama menderita dengan nilai OR = 6,956, perilaku dengan
UNIMUSUNIMUS Penyebaran informasi melalui poster dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi. Pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan di UKMPenyebaran informasi melalui poster dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi. Pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan di UKM
UPI YAIUPI YAI Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemanfaatan sampah organik kulit buah jeruk yang diproses menjadi eco-enzyme untuk bahan pembuat handPenelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemanfaatan sampah organik kulit buah jeruk yang diproses menjadi eco-enzyme untuk bahan pembuat hand
Useful /
UNIMUSUNIMUS Selanjutnya, demonstrasi pertolongan pertama pasien tersedak dilakukan dengan menggunakan teknik backblow, penanganan, kejang, dan diare, serta tanya jawab.Selanjutnya, demonstrasi pertolongan pertama pasien tersedak dilakukan dengan menggunakan teknik backblow, penanganan, kejang, dan diare, serta tanya jawab.
UNPASUNPAS Gambaran merek juga secara parsial memengaruhi keputusan pembelian karena meningkatkan kepercayaan konsumen. Secara bersamaan, pembayaran digital dan gambaranGambaran merek juga secara parsial memengaruhi keputusan pembelian karena meningkatkan kepercayaan konsumen. Secara bersamaan, pembayaran digital dan gambaran
UNIMUSUNIMUS Kegiatan pelatihan dan pendampingan interaktif dan kader berlangsung sangat menarik. Peserta pelatihan dalam hal ini kader, mengikuti antusias. PendampinganKegiatan pelatihan dan pendampingan interaktif dan kader berlangsung sangat menarik. Peserta pelatihan dalam hal ini kader, mengikuti antusias. Pendampingan
UNIMUSUNIMUS Kelas Ibu Balita merupakan program pengabdian masyarakat yang difokuskan pada pendidikan dan pelatihan bagi ibu-ibu dalam upaya penurunan angka stunting.Kelas Ibu Balita merupakan program pengabdian masyarakat yang difokuskan pada pendidikan dan pelatihan bagi ibu-ibu dalam upaya penurunan angka stunting.