SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Demensia merupakan keadaan di mana seseorang mengalami penurunan daya ingat dan daya pikir. Dampak yang terjadi jika tidak ditangani adalah perubahan perilaku pada lansia seperti daya ingat menurun, melupakan dirinya sendiri, ada kecenderungan penurunan merawat diri, serta memusuhi orang-orang di sekitarnya. Terapi puzzle adalah gambar yang dibagi menjadi potongan-potongan dengan tujuan mengasah daya pikir, melatih kesabaran, dan membiasakan kemampuan berbagi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui daya ingat lansia yang mengalami demensia. Kegiatan bermain puzzle dilakukan terhadap 9 lansia penderita demensia selama 1 minggu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMSE dan SOP bermain puzzle. Hasil menunjukkan bahwa lansia mengalami peningkatan daya ingat. Disarankan agar kegiatan bermain puzzle dapat diterapkan secara berkesinambungan pada lansia yang mengalami demensia.

Bermain puzzle mampu menurunkan tingkat demensia pada lansia dan dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan daya ingat.Terapi ini merangsang kerja otak lansia dalam mengingat dan berpikir.Pelaksanaan kegiatan bermain puzzle secara berkelanjutan sangat dianjurkan bagi lansia penderita demensia.

Pertama, perlu diteliti efektivitas terapi puzzle jangka panjang selama minimal tiga bulan untuk melihat stabilitas peningkatan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia. Kedua, penting untuk menguji variasi tingkat kesulitan puzzle (mudah, sedang, sulit) dalam memengaruhi perkembangan kognitif lansia guna menemukan tingkat stimulasi otak yang paling optimal. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang pengaruh kombinasi terapi puzzle dengan aktivitas stimulasi kognitif lainnya, seperti mewarnai atau menyanyi, untuk menilai sinergi antar intervensi non-farmakologis dalam memperlambat progresi demensia. Penelitian-penelitian ini dapat dilakukan di berbagai panti jompo atau komunitas lansia dengan desain kuantitatif yang lebih besar serta menggunakan alat ukur kognitif yang komprehensif. Fokus pada konsistensi dan personalisasi terapi berbasis permainan akan membuka jalan bagi intervensi yang lebih efektif dan menarik bagi lansia. Selain itu, perlu dieksplorasi preferensi lansia terhadap jenis gambar dalam puzzle (alam, keluarga, budaya) untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan selama terapi. Penelitian lanjutan juga bisa mengevaluasi dampak aktivitas tersebut terhadap kualitas hidup dan interaksi sosial lansia secara menyeluruh.

  1. GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DENGAN PEMBERIAN TERAPI PUZZLE | Isnaini | Human Care Journal. gambaran... ojs.fdk.ac.id/index.php/humancare/article/view/854GAMBARAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DENGAN PEMBERIAN TERAPI PUZZLE Isnaini Human Care Journal gambaran ojs fdk ac index php humancare article view 854
Read online
File size218.84 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test