USN LAMPUNGUSN LAMPUNG

Journal Of Agrotech And Natural FarmingJournal Of Agrotech And Natural Farming

Tanaman kailan merupakan salah satu jenis sayur daun, dimana rasanya enak serta mempunyai kandungan gizi yang dibutuhkan oleh manusia. Rasa yang enak membuat kailan menjadi salah satu produk pertanian yang digemari oleh masyarakat, sehingga mempunyai potensi serta nilai komersial tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi limbah ikan dan limbah kulit nanas terhadap pertumbuhan tanaman Kailan (Brassica oleraceae L.). Penelitian menggunakan metode eksperimen dalam rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan dan 7 perlakuan, yaitu : tanpa POC (K), konsentrasi POC limbah ikan 30 ml/l (I1), POC limbah ikan 45 ml/l (I2), POC limbah ikan 60 ml/l (I3), POC limbah kulit nanas 300 ml/l (N1), POC limbah kulit nanas 450 ml/l (N1), POC limbah kulit nanas 600 ml/l (N3). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji perbandingan Ortogonal dan Ortogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan yang diberi POC tidak beda dengan tanpa POC. POC limbah ikan menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan POC limbah kulit nanas. Semakin tinggi konsentrasi POC limbah ikan hingga 60 ml/l maka semakin baik pertumbuhan tanaman kalian. Semakin tinggi konsentrasi POC limbah kulit nanas hingga 600 ml/l maka semakin tertekan pertumbuhan tanaman kalian.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan, yaitu sebagai berikut.Tanaman Kailan yang diberi POC menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik daripada tanpa pemberian POC, terlihat pada variable panjang akar menunjukkan berpengaruh nyata.POC limbah ikan menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik terhadap variable pengamatan tanaman Kailan, dibandingkan dengan POC limbah kulit nanas.Konsentrasi limbah ikan yang paling optimal yakni perlakuan I3 (60 ml/l larutan) terhadap variable pengamatan tinggi tanaman, berat akar, berat basah dan berat kering.Konsentrasi limbah kulit nanas yang menunjukkan pertumbuhan optimal pada perlakuan N1 (300 ml/l larutan) yakni pada variable pengataman tinggi tanaman, jumlah daun dan berat kering.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh pemberian POC limbah ikan dan kulit nanas terhadap kualitas tanaman kailan, seperti kandungan nutrisi dan rasa, untuk mengetahui apakah pemberian POC dapat meningkatkan nilai gizi dan daya tarik konsumen. Kedua, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh kombinasi POC limbah ikan dan kulit nanas dengan dosis yang berbeda-beda untuk mencari formula terbaik yang dapat memaksimalkan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan secara optimal. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada studi tentang mekanisme penyerapan unsur hara dari POC limbah ikan dan kulit nanas oleh tanaman kailan, termasuk peran mikroorganisme tanah dalam proses tersebut, untuk memahami secara lebih mendalam bagaimana limbah tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Read online
File size236.89 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test