STIKES ISFISTIKES ISFI

JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan KesehatanJIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan Kesehatan

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) merupakan limbah pertanian yang berpotensi besar dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kulit pisang kepok mengandung senyawa bioaktif yang berperan sebagai antioksidan, antibakteri, dan mempercepat proses penyembuhan luka. Upaya standardisasi simplisia dan ekstrak diperlukan untuk menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi efektivitasnya sebagai fitofarmaka. Penelitian ini bertujuan untuk standarisasi kulit pisang kepok yang meliputi parameter spesifik dan non-spesifik. Metode ekstraksi pada penelitian ini menggunakan sonikasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan kulit pisang kepok memiliki kandungan senyawa aktif berupa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Hasil uji standardisasi serbuk simplisia kulit pisang kepok meliputi kadar air, kadar abu, kadar abu tidak larut air, kadar abu tidak larut asam, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, ALT dan AKK serta cemaran logam berat sebesar : 9,34%; 9%; 2,25%; 0,06%; 6,91%; 10,26%;>3,0 x10³cfu/g;5,7 x102;<0,001 mg/kg. Sedangkan standardisasi ekstrak kulit pisang kepok masing-masing sebesar: 9,57%; 11,19%; 0,07%; 0,26%; 21,68%; 22,53%;4,6 x102cfu/g;8,2 x102;<0,001 mg/kg.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kulit pisang kepok mengandung senyawa aktif berupa alkaloid, flavonoid, dan saponin.Hasil standardisasi serbuk simplisia dan ekstrak kulit pisang kepok memenuhi persyaratan yang ditetapkan.Oleh karena itu, kulit pisang kepok berpotensi sebagai alternatif penyembuh luka dan perlu dikembangkan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi senyawa-senyawa bioaktif spesifik dalam kulit pisang kepok yang bertanggung jawab atas aktivitas penyembuhan luka, sehingga dapat dilakukan isolasi dan purifikasi senyawa tersebut. Kedua, studi lebih mendalam mengenai mekanisme aksi kulit pisang kepok dalam mempercepat penyembuhan luka perlu dilakukan, misalnya dengan menguji efeknya pada proliferasi sel fibroblas dan pembentukan kolagen pada model hewan. Ketiga, penelitian formulasi sediaan topikal yang mengandung ekstrak kulit pisang kepok dengan berbagai basis perlu dilakukan untuk meningkatkan stabilitas, efikasi, dan penerimaan pasien, serta menguji efektivitasnya melalui uji klinis pada manusia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi kulit pisang kepok sebagai alternatif penyembuh luka yang aman dan efektif, serta membuka peluang pengembangan produk farmasi herbal yang inovatif.

  1. Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Insan Farmasi Indonesia | Jurnal Insan Farmasi Indonesia. vol jurnal insan... doi.org/10.36387/jifi.v6i2Vol 6 No 2 2023 Jurnal Insan Farmasi Indonesia Jurnal Insan Farmasi Indonesia vol jurnal insan doi 10 36387 jifi v6i2
  2. Vol. 9 No. 1 (2025): Oktober : Jurnal Pharma Saintika | Journal Pharma Saintika. vol oktober jurnal pharma... doi.org/10.51225/jps.v9i1Vol 9 No 1 2025 Oktober Jurnal Pharma Saintika Journal Pharma Saintika vol oktober jurnal pharma doi 10 51225 jps v9i1
Read online
File size318.93 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test