SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Kanker serviks merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak terjadi di Indonesia yakni sebanyak 32.469 kasus atau 9,3% dari total kasus kanker. Fakta ini mendorong masyarakat, khususnya wanita, untuk mengenali penyakit ini lebih dalam agar lebih waspada. Kanker payudara memiliki jumlah kasus baru tertinggi di Indonesia sebesar 65.858 kasus atau 16,6% dari total 396.914 kasus kanker. Kanker serviks (leher rahim) menempati urutan kedua dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker. Deteksi dini kanker leher rahim dan payudara memiliki empat kategori hasil, yaitu IVA Positif, Benjolan, Curiga Kanker Leher Rahim, dan Curiga Kanker Payudara. Masalahnya, vaksin untuk melindungi diri kita dari virus HPV penyebab kanker serviks itu harganya mahal, sehingga tidak terjangkau semua lapisan masyarakat. Untuk itu, pemeriksaan kesehatan dengan tes IVA (Inspeksi Visual Dengan Aplikasi Asam Asetat) perlu dilakukan secara rutin sebagai deteksi dini kanker serviks. Layanan Pengabdian Masyarakat merupakan cara untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kanker serviks dan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan IVA Test sebagai skrining.

Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar dan hasil pemeriksaan IVA Test pada 40 wanita usia subur menunjukkan normal tanpa ditemukan perubahan warna seperti plak putih pada portio serviks setelah diberi asam asetat 5%.Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah kanker serviks melalui deteksi dini dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan rutin.Disarankan agar wanita usia subur melakukan pemeriksaan IVA Test setiap enam bulan atau Pap smear setiap tahun, serta mendapatkan dukungan dari keluarga untuk memeriksakan diri secara teratur.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas edukasi kesehatan berbasis komunitas dalam meningkatkan kepatuhan wanita usia subur terhadap pemeriksaan IVA Test secara berkala, terutama di daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Kedua, penelitian lanjutan dapat mengkaji faktor sosial budaya yang memengaruhi keengganan perempuan untuk memeriksakan diri, seperti pandangan keluarga, mitos seputar kanker, atau kurangnya komunikasi dengan pasangan, agar dapat dirancang intervensi yang lebih tepat sasaran. Ketiga, perlu dikembangkan model pendampingan berkelanjutan melalui kader kesehatan lokal untuk memastikan deteksi dini kanker serviks tidak hanya terjadi sekali tetapi menjadi bagian dari gaya hidup sehat jangka panjang, termasuk evaluasi terhadap dampak jangka panjang dari program layanan pengabdian masyarakat terhadap penurunan angka kejadian kanker serviks di tingkat lokal.

  1. Kanker Serviks | GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh. kanker serviks galenical... doi.org/10.29103/jkkmm.v2i1.10134Kanker Serviks GALENICAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh kanker serviks galenical doi 10 29103 jkkmm v2i1 10134
  2. Factors Influencing Motivation for Examination Visual Inspection with Uric Acid Acetate (IVA TEST) in... doi.org/10.55927/fjst.v2i1.2559Factors Influencing Motivation for Examination Visual Inspection with Uric Acid Acetate IVA TEST in doi 10 55927 fjst v2i1 2559
Read online
File size464.71 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test