STAIN MADINASTAIN MADINA

Islamic CircleIslamic Circle

Penyaluran pembiayaan mikro syariah sering terkendala oleh karakteristik masyarakat miskin yang cenderung konservatif. Hal ini berimplikasi pada sulitnya upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui peningkatan etos kerja dan produktivitas. Beragam diskursus mengusulkan penerapan manajemen risiko berbasis pemetaan karakteristik masyarakat miskin dalam penyaluran pembiayaan berskala mikro, termasuk bagi segmen syariah. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik masyarakat miskin sebagai basis manajemen risiko pembiayaan mikro syariah. Penelitian ini mengambil studi kasus pada Koperasi Mitra Manindo di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian dilakukan dengan mengambil 102 sampel penelitian dengan menggunakan kusioner dan dianalisis melalui pendekatan development analysis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (i) anggota Koperasi Mitra Manindo mempunyai karakteristik dan kinerja usaha yang berbeda; (ii) setiap anggota mempunyai tingkat permasalahan usaha yang berbeda; dan (iii) setiap anggota mempunyai karakteristik yang berbeda khususnya dalam etos kerja. Karakteristik anggota secara umum dapat dikategorikan menjadi empat klaster, yaitu dinamis, aktif, pasif, dan potensial. Berdasarkan hasil tersebut, dibutuhkan metode pengelolaan berbasis klaster yang berimplikasi pada urgensi pengelolaan pembiayaan sebagai wujud mitigasi pembiayaan. Pemetaan karakteristik merupakan upaya untuk mengurangi ketidakpastian (gharar) tata kelola pembiayaan mikro syariah yang mengedepankan pentingnya transparansi, keadilan, dan pemerataan. Temuan ini dapat menjadi proliferasi dalam mengkonstruksi desain pemetaan karakteristik masyarakat miskin sebagai segmen tunggal pembiayaan mikro.

Pembiayaan mikro syariah sering menghadapi kendala signifikan akibat karakteristik masyarakat miskin yang konservatif dan pola pikir strukturalis komunalis, diperparah oleh informasi asimetris atau gharar.Meskipun masyarakat memiliki modal sosial yang kuat, seringkali dikelola secara kontra-produktif, sehingga diperlukan intervensi strategis dari Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) berupa peningkatan pengetahuan, mentalitas wirausaha, serta dukungan pengolahan dan pemasaran.Oleh karena itu, penelitian ini menekankan bahwa pemetaan karakteristik masyarakat secara akurat sangat krusial bukan untuk mengeliminasi, melainkan untuk merancang model pengelolaan pembiayaan yang berbeda dan tepat sasaran guna meningkatkan peran LKMS dalam pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan.

Mengingat hasil penelitian ini berhasil memetakan karakteristik masyarakat menjadi klaster-klaster, saran penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan model intervensi pembiayaan mikro syariah yang lebih spesifik dan terukur untuk setiap klaster (dinamis, aktif, pasif, dan potensial). Hal ini penting untuk mengatasi permasalahan dan memaksimalkan potensi unik masing-masing kelompok, mulai dari desain program pelatihan kewirausahaan yang disesuaikan, strategi peningkatan akses pasar dan teknologi, hingga pendekatan pengembangan kelembagaan yang memperkuat trust dan transparansi internal. Selanjutnya, studi dapat diperluas untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penerapan manajemen risiko berbasis klaster ini terhadap keberlanjutan usaha anggota, tingkat pengembalian pembiayaan, serta kontribusinya terhadap pengurangan kemiskinan secara holistik. Investigasi mendalam mengenai skalabilitas model ini ke berbagai Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di berbagai wilayah geografis dan konteks sosial-budaya juga krusial untuk menguji generalisasi temuan. Terakhir, mengingat adanya indikasi budaya lokal strukturalis komunalis dan modal sosial yang dikelola secara salah, penelitian kualitatif atau campuran dapat mengeksplorasi secara mendalam bagaimana kearifan lokal dan modal sosial yang kuat dapat direkonstruksi atau diberdayakan secara efektif. Tujuannya adalah untuk memicu jiwa kewirausahaan dan inovasi, mengubah pola pikir konservatif menjadi lebih produktif, serta merumuskan strategi pemberdayaan yang lebih sensitif budaya dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran LKMS dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat miskin.

  1. Upravljanje kreditnim rizikom u Islamskom bankarstvu. upravljanje kreditnim rizikom islamskom bankarstvu scindeks.ceon.rs/Article.aspx?artid=1451-43541801032LUpravljanje kreditnim rizikom u Islamskom bankarstvu upravljanje kreditnim rizikom islamskom bankarstvu scindeks ceon rs Article aspx artid 1451 43541801032L
  2. THE USE OF QUANTITATIVE RESEARCH METHOD AND STATISTICAL DATA ANALYSIS IN DISSERTATION: AN EVALUATION... doi.org/10.17509/ije.v10i1.5566THE USE OF QUANTITATIVE RESEARCH METHOD AND STATISTICAL DATA ANALYSIS IN DISSERTATION AN EVALUATION doi 10 17509 ije v10i1 5566
  3. Ihtifaz: Journal of Islamic Economics, Finance, and Banking. development waqf based microfinance impact... journal2.uad.ac.id/index.php/ijiefb/article/view/879Ihtifaz Journal of Islamic Economics Finance and Banking development waqf based microfinance impact journal2 uad ac index php ijiefb article view 879
  1. #kesejahteraan masyarakat#kesejahteraan masyarakat
  2. #mahkamah agung#mahkamah agung
Read online
File size649.16 KB
Pages26
Short Linkhttps://juris.id/p-2Nd
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test