TIGA MUTIARATIGA MUTIARA
Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaMutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaDisahkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 sebagai perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menimbulkan persoalan baru dalam tata kelola pemerintahan desa, khususnya dalam aspek pertanggungjawaban hukum Kepala Desa terhadap pengelolaan keuangan desa. Meskipun undang-undang ini mengatur kewenangan Kepala Desa, namun tidak secara eksplisit memuat ketentuan mengenai sanksi pidana maupun perdata apabila terjadi penyalahgunaan wewenang. Kekosongan norma ini berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat desa akibat lemahnya mekanisme pertanggungjawaban.
Kajian terhadap Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa menunjukkan adanya kekosongan normatif terkait pengaturan sanksi pidana dan perdata terhadap kepala desa dalam konteks pertanggungjawaban pengelolaan keuangan desa.Ketidakhadiran regulasi yang tegas mengenai sanksi tersebut menimbulkan sejumlah implikasi negatif yang signifikan.Pertama, potensi penyalahgunaan wewenang meningkat secara substansial, mengingat tidak ada ketentuan hukum yang mengikat secara eksplisit untuk mencegah atau menindak korupsi serta penyalahgunaan anggaran desa.Kedua, aparatur penegak hukum menghadapi kendala substantif dalam melakukan penindakan hukum terhadap pelanggaran, dikarenakan tidak adanya dasar hukum yang cukup jelas dalam undang-undang desa tersebut.Selanjutnya, kondisi ini berdampak pada menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepala desa sebagai pemegang mandat pengelolaan keuangan publik, sehingga berpotensi menimbulkan konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas dan harmoni sosial di tingkat desa.Dengan demikian, ketiadaan kepastian hukum dan mekanisme sanksi yang memadai pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 menyebabkan kerentanan sistem akuntabilitas dan tata kelola keuangan desa, yang pada gilirannya menghambat tercapainya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa.
Reformasi normatif mutlak diperlukan untuk memperkuat regulasi pengelolaan keuangan desa. Pertama, perlu dilakukan perumusan ulang dan penegasan norma hukum dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 yang secara eksplisit mengatur mekanisme pertanggungjawaban dan pemberian sanksi pidana serta perdata bagi kepala desa yang melakukan penyalahgunaan anggaran desa. Kedua, penyusunan peraturan pelaksana yang menguraikan ketentuan secara rinci, seperti Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, dan Peraturan Menteri, sangat diperlukan agar norma tersebut dapat diimplementasikan secara efektif. Ketiga, harmonisasi dengan peraturan perundang-undangan lain yang relevan, antara lain Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, menjadi instrumen strategis untuk memberikan dasar hukum yang kuat dalam penindakan pelanggaran. Selanjutnya, inovasi berupa digitalisasi sistem keuangan desa melalui aplikasi berbasis teknologi informasi dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas, memudahkan proses audit, serta menyediakan bukti elektronik yang valid dalam kasus penyimpangan. Dengan mengintegrasikan reformasi normatif dan pemanfaatan teknologi informasi, diharapkan tercipta mekanisme pengelolaan keuangan desa yang akuntabel, transparan, dan berlandaskan kepastian hukum, sehingga mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan partisipatif.
| File size | 605.91 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSJUMSJ Analisis data dilakukan menggunakan model Miles & Huberman, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Kyai Badrus Shodiq sebagaiAnalisis data dilakukan menggunakan model Miles & Huberman, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Kyai Badrus Shodiq sebagai
AKSAQILAJURNALAKSAQILAJURNAL Desa Nglinggi, yang dikenal dengan keberagaman beragama, telah memperoleh pengakuan sebagai Desa Damai Budaya berkat berbagai upaya komunitas dalam membinaDesa Nglinggi, yang dikenal dengan keberagaman beragama, telah memperoleh pengakuan sebagai Desa Damai Budaya berkat berbagai upaya komunitas dalam membina
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Prinsip-prinsip ini penting untuk diterapkan sebagai wujud kesaksian iman di tengah masyarakat. Integritas, kerjasama, dan dukungan antar rekan kerja merupakanPrinsip-prinsip ini penting untuk diterapkan sebagai wujud kesaksian iman di tengah masyarakat. Integritas, kerjasama, dan dukungan antar rekan kerja merupakan
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian perpustakaan dan analisis reflektif-kritis terhadap literatur teologis, filosofis,Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian perpustakaan dan analisis reflektif-kritis terhadap literatur teologis, filosofis,
UntikaUntika Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis‑empiris dan dilakukan di kota Palu serta Kabupaten Donggala. Temuan studi menunjukkan bahwa ketentuan mengenaiPenelitian ini menggunakan pendekatan yuridis‑empiris dan dilakukan di kota Palu serta Kabupaten Donggala. Temuan studi menunjukkan bahwa ketentuan mengenai
UntikaUntika Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 tentang pemisahan pemilu serentak nasional dan lokal merupakan terobosan baru dalam reformasi demokrasiPutusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 tentang pemisahan pemilu serentak nasional dan lokal merupakan terobosan baru dalam reformasi demokrasi
AKABAAKABA Kasus pemanfaatan anak sebagai pengemis masih sering terjadi di Indonesia. Padahal, anak adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya selalu dijaga danKasus pemanfaatan anak sebagai pengemis masih sering terjadi di Indonesia. Padahal, anak adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya selalu dijaga dan
UNIVERSITASMBOJOBIMAUNIVERSITASMBOJOBIMA Penelitian ini berjudul. Permasalahan yang dikaji meliputi penerapan pola komunikasi formal dan informal dalam menyelesaikan konflik antara pemerintahPenelitian ini berjudul. Permasalahan yang dikaji meliputi penerapan pola komunikasi formal dan informal dalam menyelesaikan konflik antara pemerintah
Useful /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh permainan meniup lidah terhadap penurunan laju pernapasan dan peningkatan saturasi oksigen pada anak pneumonia.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh permainan meniup lidah terhadap penurunan laju pernapasan dan peningkatan saturasi oksigen pada anak pneumonia.
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH Produk olahan dikemas dengan desain yang menarik serta dipadukan dengan promosi wisata kuliner lokal meningkatkan minat wisatawan. Metode meliputi surveiProduk olahan dikemas dengan desain yang menarik serta dipadukan dengan promosi wisata kuliner lokal meningkatkan minat wisatawan. Metode meliputi survei
STAINSTAIN Kerangka Fiqh al-Aqalliyyat dan Maqasid al-Shariah yang diusulkan di sini menawarkan model relevan untuk mengembangkan kebijakan ekonomi syariah yang sesuaiKerangka Fiqh al-Aqalliyyat dan Maqasid al-Shariah yang diusulkan di sini menawarkan model relevan untuk mengembangkan kebijakan ekonomi syariah yang sesuai
STTCIREBONSTTCIREBON Redesain dilakukan untuk meningkatkan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkanRedesain dilakukan untuk meningkatkan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan