STAI NURULIMANSTAI NURULIMAN
Tasyri' : Journal of Islamic LawTasyri' : Journal of Islamic LawPenelitian ini membahas pengaruh motif khulu terhadap Iwadh dalam perspektif Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan fikih madzhab. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-historis, melakukan perbandingan antara kedua perspektif. Temuan ini menunjukkan bahwa KHI tidak membedakan antara cerai gugat biasa dengan khulu sebagaimana yang berlaku dalam hukum Islam. KHI hanya mengatur tata cara khulu tanpa mempertimbangkan motif sebagai dasar dalam menentukan Iwadh. Sebaliknya, fikih madzhab secara tegas menghubungkan motif khulu dengan tebusan, seperti khulu tanpa sebab, karena kedzaliman suami, atau karena suami menyusahkan istri. Hal ini memengaruhi sah atau tidaknya khulu serta halal atau haramnya Iwadh. Dari sisi hukum, Pasal 124 KHI menyatakan bahwa khulu harus didasarkan pada alasan perceraian sesuai Pasal 116, yang dapat menimbulkan ketidakadilan bagi istri jika ia tetap harus membayar Iwadh kepada suami yang mendzaliminya. Selain itu, Pasal 148 ayat 6 KHI memungkinkan pengadilan agama untuk memutus besarnya tebusan jika tidak ada kesepakatan antara suami dan istri, yang dapat menyebabkan ketidakadilan, terutama jika suami tidak bersalah.
Dalam KHI, khulu tidak dibedakan dengan cerai gugat biasa dan hanya diatur secara prosedural.Pasal 124 KHI menyatakan khulu harus berdasarkan alasan perceraian seperti dalam Pasal 116, yang dapat menimbulkan ketidakadilan jika istri yang didzalimi tetap harus membayar Iwadh kepada suami.Pasal 148 ayat 6 KHI memperbolehkan pengadilan agama memutus besaran Iwadh, tetapi ini dapat merugikan suami jika khulu tidak karena kesalahannya.
Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan Pasal 124 KHI dalam kasus nyata di pengadilan agama, khususnya ketika istri mengajukan khulu akibat kezaliman suami, untuk melihat apakah ketentuan ini benar-benar menimbulkan ketidakadilan dalam praktik peradilan. Kedua, perlu dikaji ulang dasar hukum dan pertimbangan yuridis pengadilan agama dalam menentukan besaran Iwadh saat tidak ada kesepakatan, terutama untuk menguji apakah putusan tersebut memperhatikan motif khulu, status korban, dan aspek keadilan substantif menurut nilai-nilai fikih. Ketiga, perlu dikembangkan rancangan pasal baru atau revisi terhadap KHI yang secara eksplisit membedakan khulu dari cerai gugat dan mengatur kriteria motif khulu sebagai dasar penetapan Iwadh, dengan mengadopsi pendekatan tarjih dari berbagai madzhab fikih yang mengedepankan maslahah dan menutup pintu madharat agar hukum lebih progresif dan adil bagi perempuan.
| File size | 358.33 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH Dengan demikian, sinergi legalitas, digitalisasi, dan inovasi produk terbukti efektif dalam memberdayakan UMKM secara berkelanjutan. Untuk keberlanjutan,Dengan demikian, sinergi legalitas, digitalisasi, dan inovasi produk terbukti efektif dalam memberdayakan UMKM secara berkelanjutan. Untuk keberlanjutan,
IAINPTKIAINPTK Perkawinan di bawah usia yang ditetapkan berpotensi menimbulkan berbagai masalah hukum, biologis, psikologis, sosial, serta risiko penyimpangan seksualPerkawinan di bawah usia yang ditetapkan berpotensi menimbulkan berbagai masalah hukum, biologis, psikologis, sosial, serta risiko penyimpangan seksual
UNISUNIS Kesamaan pada pokoknya terhadap merek dapat dikategorikan sebagai salah satu pelanggaran terhadap merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibatKesamaan pada pokoknya terhadap merek dapat dikategorikan sebagai salah satu pelanggaran terhadap merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat
UNISUNIS Penolakan isbat nikah di Pengadilan Agama Kota Gorontalo dipengaruhi oleh faktor pemohon yang masih terikat perkawinan lain dan ketidakhadiran pemohonPenolakan isbat nikah di Pengadilan Agama Kota Gorontalo dipengaruhi oleh faktor pemohon yang masih terikat perkawinan lain dan ketidakhadiran pemohon
STAI NURULIMANSTAI NURULIMAN Dalam kerangka konsep maslahah al-Juwaini dalam kitab Al-Burhan fi Ushul Fiqh, penggunaan bayi tabung dengan penggunaan sperma dan ovum dari pasangan suami-isteriDalam kerangka konsep maslahah al-Juwaini dalam kitab Al-Burhan fi Ushul Fiqh, penggunaan bayi tabung dengan penggunaan sperma dan ovum dari pasangan suami-isteri
STAI NURULIMANSTAI NURULIMAN Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan analisis deskriptif, yaitu pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasiPendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan analisis deskriptif, yaitu pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi
STAI NURULIMANSTAI NURULIMAN Di Provinsi Aceh, praktik ini diatur oleh Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Qanun Jinayat, yang menetapkan hukuman 100 kali cambuk bagi pelaku liwath.Di Provinsi Aceh, praktik ini diatur oleh Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Qanun Jinayat, yang menetapkan hukuman 100 kali cambuk bagi pelaku liwath.
STAI NURULIMANSTAI NURULIMAN Pbg, hakim mengabulkan izin poligami berdasarkan pasal 4 ayat (2) dan pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, karena istri tidak dapat memenuhiPbg, hakim mengabulkan izin poligami berdasarkan pasal 4 ayat (2) dan pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, karena istri tidak dapat memenuhi
Useful /
RESEARCHSYNERGYPRESSRESEARCHSYNERGYPRESS Hakikat sains adalah elemen penting dalam literasi sains, yang merupakan tujuan utama pembelajaran sains. Namun, hingga saat ini, materi ini belum pernahHakikat sains adalah elemen penting dalam literasi sains, yang merupakan tujuan utama pembelajaran sains. Namun, hingga saat ini, materi ini belum pernah
IAINPTKIAINPTK Pemimpin upacara perkawinan adat ini dimaknai melalui bentuk dan simbol perkawinan adat, tercermin nilai-nilai sosial yang sangat dibutuhkan dalam pembinaanPemimpin upacara perkawinan adat ini dimaknai melalui bentuk dan simbol perkawinan adat, tercermin nilai-nilai sosial yang sangat dibutuhkan dalam pembinaan
UBHINUSUBHINUS Dimana ada beberapa tahapan yaitu meliputi dari pengindentifikasian masalah, perumusan masalah, pengumpulan masalah, pembuatan model klasifikasi, pembuatanDimana ada beberapa tahapan yaitu meliputi dari pengindentifikasian masalah, perumusan masalah, pengumpulan masalah, pembuatan model klasifikasi, pembuatan
STAI NURULIMANSTAI NURULIMAN Penerapan maslahah mursalah dalam isbat nikah berkontribusi pada keadilan sosial dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi kontemporer.Penerapan maslahah mursalah dalam isbat nikah berkontribusi pada keadilan sosial dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi kontemporer.