UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Seseorang dalam perspektif perkembangan religiusitas dapat dikembangkan melalui sentuhan-sentuhan sisi lain yang bisa menghidupkan spiritual dan nuansa bathin keberagamaan seseorang. Hal itu dapat disentuh dengan beberapa bentuk. Bentuk yang coba ditawarkan dalam kajian ini adalah tentang Qasidah Burdah (Pengajian QB) yang dikembangkan di pondok pesantren dan di beberapa majlis taklim dalam kehidupan masyarakat dapat dikategorikan sebagai internalisasi nilai yang dalam penerapannya menggunakan media musik sebagai medianya. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini untuk menyelesaikan penelitian tersebut. Peneliti berkeyakinan dengan menggunakan pendekatan tersebut karena masalah dalam penelitian ini sangat holistik, kompleks, dinamis dan penuh makna sehingga tidak mungkin data pada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitatif dengan instrument seperti test. Selain itu penulis bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam, menemukan pola strategi, hipotesis dan teori yang terkait dengan kajian penelitian ini. Kandungan tentang nilai-nilai tasawuf dalam Qasidah Burdah tersebut masih memiliki kesesuaian (relevansi) dengan ajaran-ajaran Islam baik dari segi tujuan untuk membentuk manusia supaya menjadi manusia yang sempurna (insan kamil) sebagai hamba Allah serta sebagai khalifah di muka bumi ini, maupun materi (akidah, syariah dan akhlak). Oleh sebab itu, qasidah burdah bisa dijadikan sebagai salah satu acuan ataupun rujukan dalam proses pematangan individu tersebut khususnya di Indonesia.

Qasidah Burdah mengandung nilai-nilai spiritual tentang aqidah, syariah, dan akhlak yang dapat dijadikan acuan dalam pendidikan kepribadian untuk membentuk insan yang bertakwa.Dimensi religiusitas individu dapat dikategorikan dalam dua komponen utama.manusia sebagai makhluk Sang Pencipta dan sikap yang mendorong perkembangan perikehidupan manusia sesuai kaidah keyakinan.Melalui pengajian Qasidah Burdah secara intens, individu dapat mencapai kematangan religiusitas yang terwujud dalam lima dimensi.keyakinan, peribadatan, penghayatan, pengalaman, dan pengetahuan beragama.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana proses internalisasi nilai-nilai Qasidah Burdah melalui musikalisasi memengaruhi perkembangan kecerdasan spiritual anak-anak di pondok pesantren, terutama di era digital yang penuh distraksi. Selain itu, perlu diteliti sejauh mana penerapan Qasidah Burdah sebagai media pendidikan agama di sekolah umum dapat meningkatkan sikap toleransi dan empati siswa dari latar belakang agama berbeda. Terakhir, studi longitudinal dapat dilakukan untuk melihat perubahan perilaku dan identitas religius individu yang terlibat dalam pengajian Qasidah Burdah selama lima tahun, guna memahami dampak jangka panjangnya terhadap pembentukan karakter moral dan ketahanan psikologis dalam menghadapi tekanan sosial modern.

  1. #peserta didik#peserta didik
  2. #guru sd#guru sd
Read online
File size147.6 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2w8
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test