TIGA MUTIARATIGA MUTIARA

Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaMutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia

Konsumsi gula yang berlebihan telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama akhir-akhir ini. Tujuan dari artikel ulasan ini adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang efek berbahaya konsumsi gula bagi kesehatan manusia. Tinjauan ini mencakup analisis berbagai studi dan temuan ilmiah yang dilakukan selama beberapa dekade terakhir. Dalam ulasan ini mengkaji dampak konsumsi gula berlebih pada berbagai hasil kesehatan, termasuk obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Studi ini juga membahas mekanisme yang mendasari hubungan antara konsumsi gula dan perkembangan masalah kesehatan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi gula yang berlebihan secara signifikan meningkatkan risiko berbagai penyakit serius dan masalah kesehatan. Itulah mengapa penting bagi individu dan masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula dan makan lebih sehat. Gambaran umum ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menyadari dampak kesehatan yang merugikan dari konsumsi gula dan meletakkan dasar bagi upaya untuk mengatasi masalah ini secara efektif.

Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan manusia, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan kanker.Oleh karena itu, penting untuk membatasi asupan gula harian guna mencegah risiko penyakit kronis.Artikel ini menekankan perlunya inisiatif kesehatan masyarakat yang lebih kuat untuk mengurangi konsumsi gula, mendorong pola makan sehat, serta meningkatkan kesadaran terhadap bahaya akibat konsumsi gula berlebih.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh jenis gula tertentu, seperti fruktosa dan sukrosa, terhadap perkembangan resistensi insulin pada populasi dewasa muda di Indonesia, mengingat variasi metabolisme gula dalam konteks genetik dan pola makan lokal. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas intervensi lingkungan, seperti pembatasan iklan makanan tinggi gula di media sosial, terhadap kebiasaan konsumsi gula remaja usia 13–18 tahun, mengingat penetrasi digital yang tinggi di kalangan mereka. Ketiga, diperlukan penelitian longitudinal untuk mengevaluasi hubungan antara konsumsi gula jangka panjang dengan risiko kanker tertentu, khususnya kanker payudara dan usus besar, sambil mengontrol faktor risiko lain seperti obesitas, aktivitas fisik, dan riwayat keluarga, agar dapat memperjelas mekanisme kausal dan memberikan dasar kuat bagi strategi pencegahan kanker berbasis pola makan.

  1. #kemampuan membaca#kemampuan membaca
  2. #pembelajaran bahasa#pembelajaran bahasa
Read online
File size445.3 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-23i
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test