UNYUNY
JIPSINDOJIPSINDOStudi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Museum Karst Indonesia dapat dimanfaatkan dalam menciptakan materi pendidikan untuk Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di wilayah Geopark Global UNESCO Gunung Sewu, sekaligus menjelajahi potensi museum sebagai media edukasi untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang geologi dan ekosistem karst. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara dengan staf museum dan guru IPS lokal. Temuan menunjukkan bahwa museum memiliki banyak koleksi relevan yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum IPS, meskipun tantangan dalam implementasi juga teridentifikasi. Pemanfaatan Museum Karst Indonesia dalam pengembangan materi ajar IPS di wilayah Gunung Sewu menawarkan berbagai manfaat. Selain memperkaya pengalaman belajar siswa, museum juga membantu menghubungkan pengetahuan teoretis dengan kehidupan sehari-hari. Dengan mengadopsi pendekatan inovatif dan interaktif, museum berpotensi menginspirasi pendidikan IPS. Diharapkan hal ini akan meletakkan dasar bagi pengembangan materi ajar yang lebih relevan, mengoptimalkan pemanfaatan warisan lokal dalam praktik pengajaran, serta melibatkan siswa sambil meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan karst di wilayah tersebut.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Museum Karst Indonesia adalah sumber daya penting untuk pendidikan ilmu pengetahuan sosial, memberikan pengalaman positif bagi pendidik dan siswa, meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan waktu.Studi merekomendasikan peningkatan pelatihan guru dan pengembangan pameran interaktif, serta penelitian lebih lanjut untuk membandingkan dampak kunjungan museum dengan metode pendidikan lain.Secara keseluruhan, integrasi museum dalam kurikulum dapat memperkaya pembelajaran dan keterlibatan siswa melalui pengalaman praktis dan interaksi dengan artefak, yang pada gilirannya menumbuhkan pemikiran kritis dan minat belajar yang berkelanjutan.
Melihat potensi besar Museum Karst Indonesia sebagai sumber belajar, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, menarik untuk meneliti secara spesifik bagaimana penggunaan teknologi digital, seperti realitas virtual (VR) atau augmented reality (AR) yang terintegrasi di museum, dapat memengaruhi motivasi belajar siswa sekolah menengah dalam memahami konsep geologi karst dan ekosistemnya, serta bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan retensi informasi dibandingkan dengan metode kunjungan museum tradisional. Penelitian ini bisa mengukur dampak kognitif dan afektif siswa secara kuantitatif. Kedua, studi lebih mendalam diperlukan untuk mengidentifikasi model kolaborasi yang paling efektif antara Museum Karst, komunitas lokal (termasuk para pemandu wisata dan masyarakat dengan kearifan lokal), dan institusi pendidikan dalam mengembangkan kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang tidak hanya berbasis pada materi museum, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai lokal. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam pelestarian lingkungan sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi berkelanjutan di sekitar geopark. Ketiga, penting untuk menyelidiki dampak jangka panjang dari program pendidikan berkelanjutan yang dijalankan oleh museum terhadap peningkatan kesadaran lingkungan, perubahan perilaku konservasi, dan bahkan pilihan karir siswa di masa depan yang berkaitan dengan geologi atau lingkungan. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi strategi integrasi kurikulum yang paling optimal, agar kunjungan dan materi dari museum tidak hanya menjadi kegiatan sekali jalan, melainkan bagian integral dan berkesinambungan dari proses pembelajaran IPS di sekolah. Dengan demikian, peran museum sebagai pusat edukasi dan konservasi dapat lebih dimaksimalkan.
- The design and implementation discovery learning method on virtual museum of Indonesia:(A case study... ieeexplore.ieee.org/document/6339312The design and implementation discovery learning method on virtual museum of Indonesia A case study ieeexplore ieee document 6339312
- DAMPAK PERKEMBANGAN KAWASAN WISATA MUSEUM KARST INDONESIA TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DI DUSUN MUDAL,... doi.org/10.22146/JML.35999DAMPAK PERKEMBANGAN KAWASAN WISATA MUSEUM KARST INDONESIA TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DI DUSUN MUDAL doi 10 22146 JML 35999
- Cultural and Educational Practices in the Museum Environment: Transmission of Cultural Heritage | Changing... changing-sp.com/ojs/index.php/csp/article/view/145Cultural and Educational Practices in the Museum Environment Transmission of Cultural Heritage Changing changing sp ojs index php csp article view 145
| File size | 264.4 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IAFORISIAFORIS Meski demikian, tantangan tetap ada, antara lain terbatasnya akses terhadap informasi teknis, belum tersedianya alat produksi berskala menengah, sertaMeski demikian, tantangan tetap ada, antara lain terbatasnya akses terhadap informasi teknis, belum tersedianya alat produksi berskala menengah, serta
STIESTEKOMSTIESTEKOM Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi harga dan ketersediaan SPKLU memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian kendaraan listrik,Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi harga dan ketersediaan SPKLU memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian kendaraan listrik,
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Perbandingan sampel dari dua formasi baik fosil planktonik maupun bentonik menunjukkan umur maupun lingkungan pengendapan pada kedua formasi ini, KeragamanPerbandingan sampel dari dua formasi baik fosil planktonik maupun bentonik menunjukkan umur maupun lingkungan pengendapan pada kedua formasi ini, Keragaman
DINAMIKADINAMIKA Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran lingkungan, pengurangan polusi sampah, serta pertumbuhan ekonomi melalui ekowisata. Generasi Z berperanHasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran lingkungan, pengurangan polusi sampah, serta pertumbuhan ekonomi melalui ekowisata. Generasi Z berperan
APTKLHIAPTKLHI Lokasi penelitian terletak di Kabupaten Madiun. Survey lapangan dilakukan di empat lokasi hutan rakyat yang berbeda, yaitu Morang, Kuwiran, Randualas,Lokasi penelitian terletak di Kabupaten Madiun. Survey lapangan dilakukan di empat lokasi hutan rakyat yang berbeda, yaitu Morang, Kuwiran, Randualas,
UNSIKAUNSIKA Kegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah botol plastik yang meliputi tahapan pre-test, pemaparan materi, praktik membuat celengan, dan post-test berhasilKegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah botol plastik yang meliputi tahapan pre-test, pemaparan materi, praktik membuat celengan, dan post-test berhasil
UNSIKAUNSIKA Penggunaan berulang minyak goreng menyebabkan penurunan kualitas dan risiko kesehatan. Hal ini menghasilkan limbah minyak jelantah yang perlu diolah menjadiPenggunaan berulang minyak goreng menyebabkan penurunan kualitas dan risiko kesehatan. Hal ini menghasilkan limbah minyak jelantah yang perlu diolah menjadi
IPBIPB 3. 4. 4, menghasilkan nilai AUC 0,887 dengan deviasi standar ±0,019, mengindikasikan model prediksi yang layak. Hasil menunjukkan luas wilayah habitat3. 4. 4, menghasilkan nilai AUC 0,887 dengan deviasi standar ±0,019, mengindikasikan model prediksi yang layak. Hasil menunjukkan luas wilayah habitat
Useful /
IPBIPB Informan yang terlibat dipilih menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Metode pengumpulan data adalah wawancara (terstruktur dan mendalam)Informan yang terlibat dipilih menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Metode pengumpulan data adalah wawancara (terstruktur dan mendalam)
UNYUNY Metode ini menggabungkan jaringan neural dan pemrosesan bahasa alami untuk menciptakan pengalaman belajar yang dipersonalisasi, meningkatkan keterlibatanMetode ini menggabungkan jaringan neural dan pemrosesan bahasa alami untuk menciptakan pengalaman belajar yang dipersonalisasi, meningkatkan keterlibatan
UNYUNY Selain itu, kompetensi ecoliteracy siswa dalam aspek hati/sikap telah mulai berkembang. pada pra siklus, nilai tersebut adalah 67,2, sedangkan dalam siklusSelain itu, kompetensi ecoliteracy siswa dalam aspek hati/sikap telah mulai berkembang. pada pra siklus, nilai tersebut adalah 67,2, sedangkan dalam siklus
IPBIPB 346,32 ha, keliling 29,95 km2, panjang sungai 8,38 km, Rc 0,33, dan Re 1,027. Morfometri DAS berbentuk persegi panjang dan oval (segitiga) dengan pola346,32 ha, keliling 29,95 km2, panjang sungai 8,38 km, Rc 0,33, dan Re 1,027. Morfometri DAS berbentuk persegi panjang dan oval (segitiga) dengan pola