UNDWIUNDWI

WIDYAACCARYAWIDYAACCARYA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPAS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional, menguji pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar, menganalisis perbedaan hasil belajar pada siswa bermotivasi tinggi, dan pada siswa bermotivasi rendah, berdasarkan model pembelajaran yang digunakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Gugus VI Sutasoma, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan faktorial 2x2. Hasil analisis menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar IPAS antara kelompok inkuiri terbimbing dan kelompok konvensional, (2) terdapat interaksi signifikan antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar, (3) siswa bermotivasi tinggi yang mengikuti inkuiri terbimbing memperoleh skor lebih tinggi secara signifikan dibanding kelompok konvensional, dengan selisih rata-rata 12,824 poin (p < 0,001), dan (4) siswa bermotivasi rendah yang mengikuti inkuiri terbimbing juga menunjukkan peningkatan hasil belajar secara signifikan dibanding kelompok konvensional, dengan selisih rata-rata 1,588 poin (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif meningkatkan hasil belajar IPAS, baik pada siswa dengan motivasi tinggi maupun rendah.

Berdasarkan permasalahan dan pembahasan di atas dapat dikemukakan beberapa temuan yaitu.(1) Terdapat perbedaan hasil belajar IPAS antara kelompok siswa yang mengikuti model inkuiri terbimbing dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensioanal pada siswa Kelas V SD Gugus VI Sutasoma Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng.Hasil perhitungan statistik diperoleh nilai P = 0,049.Nilai ini lebih kecil dari batas signifikan yaitu α = 0,05.(2) Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPAS pada siswa kelas V SD Gugus VI Sutasoma Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng.Hasil perhitungan statistisk diperoleh Koefisien F untuk variasi hasil belajar IPAS tinggi secara signifikan belajar siswa kelas V SD Gugus VI Sutasoma Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng.Hasil perhitungan statistik diperoleh Kelompok A1B1, yaitu kelompok siswa dengan motivasi mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing memiliki skor hasil belajar IPAS yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (A2B1), yakni kelompok siswa bermotivasi tinggi yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan selisih rata-rata sebesar 12.(4) Terdapat perbedaan hasil belajar IPAS antara kelompok siswa yang mengikuti model inkuiri terbimbing dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensioanal siswa kelas V SD Gugus VI Sutasoma Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng pada kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar rendah.Hasil perhitungan statistik (kelompok eksperimen dengan motivasi belajar rendah yang mengikuti inkuiri pembelajaran terbimbing) terbukti secara statistik dan praktis memberikan dampak positif yang signifikan skor, dibandingkan dengan kelompok A2B2 (kelompok kontrol dengan motivasi belajar rendah yang mengikuti pembelajaran konvensional) dengan selisih rata-rata sebesar 1.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang menyelidiki efektivitas model inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar IPAS di berbagai tingkat pendidikan, seperti sekolah menengah pertama atau atas. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing yang lebih spesifik dan terukur, serta mengeksplorasi peran teknologi dalam mendukung model pembelajaran ini. Terakhir, studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang model inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar dan motivasi siswa.

Read online
File size205.1 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test