UNYUNY
JIPSINDOJIPSINDOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat kesiapan siswa SMP Negeri 2 Pakem dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi, (2) upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi, dan (3) kendala yang dihadapi sekolah dalam meningkatkan kesiapan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Model penelitiannya adalah desain eksploratif sekuensial. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Kepercayaan data kualitatif ditingkatkan dengan triangulasi sumber yang melibatkan tiga sumber, yaitu Kepala Sekolah, Guru Studi Sosial, dan manajer sekolah siaga bencana. Data kuantitatif dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif. Data kualitatif digunakan untuk mendukung data kuantitatif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1) Tingkat kesiapan siswa SMP Negeri 2 Pakem dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi adalah tinggi, dengan skor rata-rata 141,93. Persentase kesiapan siswa dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi adalah sangat tinggi (34%) dan tinggi (66%). 2) Upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan kesiapan siswa SMP Negeri 2 Pakem meliputi penyediaan sosialisasi dan simulasi bencana setiap tahun, integrasi materi kesiapan bencana ke dalam kurikulum pembelajaran, penyediaan fasilitas terkait kesiapan bencana oleh sekolah, dan adanya MoU antara SMP Negeri 2 Pakem dan SMP Negeri 2 Ngaglik sebagai sekolah buffer saat terjadi bencana erupsi Gunung Merapi. 3) Kendala yang dihadapi sekolah dalam meningkatkan kesiapan adalah, antara lain, tidak semua materi dapat diintegrasikan dengan pelaksanaan sekolah siaga bencana, simulasi dan sosialisasi yang dilakukan hanya sekali setahun dinilai belum maksimal, dan adanya perpindahan siswa setiap tahun.
Siswa SMP Negeri 2 Pakem memiliki tingkat kesiapan dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi yang masuk dalam kategori Siap, dengan skor rata-rata 141,93.Persentase kesiapan siswa dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi adalah sangat siap (33,71%), siap (65,73%), kurang siap (0,56%), tidak siap (0%), dan sangat tidak siap (0%).Pada parameter pengetahuan dan sikap terhadap risiko bencana, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, dan kemampuan untuk memobilisasi sumber daya, masing-masing parameter termasuk dalam kategori Siap.Upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan kesiapan siswa SMP Negeri 2 Pakem dilakukan melalui berbagai program, yaitu penyediaan sosialisasi dan simulasi bencana setiap tahun, integrasi materi kesiapan bencana ke dalam kurikulum pembelajaran, penyediaan fasilitas terkait kesiapan bencana oleh sekolah, dan adanya MoU.Kendala yang dihadapi SMP Negeri 2 Pakem dalam meningkatkan kesiapan siswa meliputi tidak semua materi dapat diintegrasikan dengan pelaksanaan sekolah siaga bencana, simulasi dan sosialisasi yang dilakukan hanya sekali setahun dinilai kurang optimal, dan adanya perpindahan siswa setiap tahun.
Untuk meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi, disarankan agar sekolah melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan terhadap program-program yang telah diterapkan. Selain itu, sekolah dapat meningkatkan frekuensi simulasi dan sosialisasi bencana, serta melibatkan siswa secara aktif dalam proses mitigasi dan kesiapan bencana. Sekolah juga dapat bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan komunitas lokal, untuk mendapatkan dukungan dan sumber daya yang lebih luas. Selain itu, penting untuk terus meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang bencana erupsi Gunung Merapi melalui pendidikan dan pelatihan yang komprehensif. Sekolah dapat mengembangkan materi pembelajaran yang lebih terintegrasi dengan topik bencana, serta melibatkan guru-guru yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang mitigasi bencana. Dengan demikian, siswa akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang risiko dan dampak bencana, serta kemampuan untuk merespons dengan cepat dan efektif.
- Strategi Integrasi Pendidikan Kebencanaan Dalam Optimalisasi Ketahanan Masyarakat Menghadapi Bencana... jurnal.ugm.ac.id/jkn/article/view/33142Strategi Integrasi Pendidikan Kebencanaan Dalam Optimalisasi Ketahanan Masyarakat Menghadapi Bencana jurnal ugm ac jkn article view 33142
- Efektivitas Model Pembelajaran Inquiry dan Problem Based Learning terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah... doi.org/10.31004/basicedu.v6i6.4203Efektivitas Model Pembelajaran Inquiry dan Problem Based Learning terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah doi 10 31004 basicedu v6i6 4203
- MODEL PEMBELAJARAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPABUMI DI SEKOLAH DASAR | Ayub | ORBITA: Jurnal Pendidikan... doi.org/10.31764/orbita.v5i2.1187MODEL PEMBELAJARAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPABUMI DI SEKOLAH DASAR Ayub ORBITA Jurnal Pendidikan doi 10 31764 orbita v5i2 1187
- Gender Gap in Education and Employment in Asia: Indonesia and South Korea Compared | Atlantis Press.... doi.org/10.2991/978-2-494069-55-8_16Gender Gap in Education and Employment in Asia Indonesia and South Korea Compared Atlantis Press doi 10 2991 978 2 494069 55 8 16
| File size | 421.62 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Dari hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata nilai kepercayaan diri siswa berada pada kategori sedang, sedangkan rata-rata nilai KPMM siswa berada padaDari hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata nilai kepercayaan diri siswa berada pada kategori sedang, sedangkan rata-rata nilai KPMM siswa berada pada
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Pendahuluan: Gingivitis merupakan inflamasi pada mukosa skuamosa atau gingiva atau jaringan lunak sekitar. Menurut Hasil Riskesdas Jateng Tahun 2018, KabupatenPendahuluan: Gingivitis merupakan inflamasi pada mukosa skuamosa atau gingiva atau jaringan lunak sekitar. Menurut Hasil Riskesdas Jateng Tahun 2018, Kabupaten
STISIPOLP12STISIPOLP12 Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan zonasi belum sepenuhnya mempertimbangkan pemerataan akses pendidikan, sehingga berdampak negatifHasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan zonasi belum sepenuhnya mempertimbangkan pemerataan akses pendidikan, sehingga berdampak negatif
STIKMKSSTIKMKS Literasi kesehatan digital siswa SMP cenderung berada pada kategori baik, begitu pula personal hygiene siswa SMP berada pada kategori baik, sehingga terdapatLiterasi kesehatan digital siswa SMP cenderung berada pada kategori baik, begitu pula personal hygiene siswa SMP berada pada kategori baik, sehingga terdapat
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menggunakan instrumen tes dan wawancara terhadap siswa dan akan dinilai berdasarkan indikator yang terpenuhi. Berdasarkan penelitian yangPenelitian ini menggunakan instrumen tes dan wawancara terhadap siswa dan akan dinilai berdasarkan indikator yang terpenuhi. Berdasarkan penelitian yang
PENERBITPENERBIT Dapat disimpulkan melalui kelima implikasi nilai tersebut membawa perubahan secara langsung pada pemahaman, karakteristik dan perilaku siswa di SMPN 2Dapat disimpulkan melalui kelima implikasi nilai tersebut membawa perubahan secara langsung pada pemahaman, karakteristik dan perilaku siswa di SMPN 2
STKIP JBSTKIP JB Subjek penelitian ini adalah 3 siswa SMP BUDI UTOMO PERAK kelas VIII-B yang memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Metode pengumpulanSubjek penelitian ini adalah 3 siswa SMP BUDI UTOMO PERAK kelas VIII-B yang memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Metode pengumpulan
UNIBAUNIBA Koefisien korelasi tertinggi dimiliki oleh persuasi verbal (0,515). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengalaman keberhasilan, pengalaman orangKoefisien korelasi tertinggi dimiliki oleh persuasi verbal (0,515). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengalaman keberhasilan, pengalaman orang
Useful /
E JOURNALSANGKAKALAE JOURNALSANGKAKALA Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang berfokus pada pengamatan berdasarkan peristiwa yang terjadi dan lebih menekankan pada kualitasMetode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang berfokus pada pengamatan berdasarkan peristiwa yang terjadi dan lebih menekankan pada kualitas
IJCISIJCIS Metode yang digunakan memadukan Kerangka Kerja Digital Forensics for Incident Response (D4I) dengan pemetaan Cyber Kill Chain (CKC). Dari lima artefakMetode yang digunakan memadukan Kerangka Kerja Digital Forensics for Incident Response (D4I) dengan pemetaan Cyber Kill Chain (CKC). Dari lima artefak
IJCISIJCIS Korelasi antar model menunjukkan tren umum yang konsisten, tetapi berbeda selama periode aktivitas regulasi atau kontroversi etis. Visualisasi temporalKorelasi antar model menunjukkan tren umum yang konsisten, tetapi berbeda selama periode aktivitas regulasi atau kontroversi etis. Visualisasi temporal
E JOURNALSANGKAKALAE JOURNALSANGKAKALA Pendekatan penelitian secara kuantitatif dengan metode korelasional, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 100 siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwaPendekatan penelitian secara kuantitatif dengan metode korelasional, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 100 siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa