PUBLINEPUBLINE
Primary Journal of Multidisciplinary ResearchPrimary Journal of Multidisciplinary ResearchPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya pembinaan karakter toleransi siswa melalui dialog antarbudaya terstruktur di SMAN 9 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada latar belakang siswa yang beragam dari segi agama, etnis, dan budaya, yang memerlukan saling menghormati dan menghargai di antara sesama siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan guru dan siswa yang langsung terlibat dalam kegiatan dialog antarbudaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis melalui reduksi data, presentasi, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa dialog antarbudaya terstruktur memainkan peran penting dalam menumbuhkan karakter toleransi siswa. Siswa dilatih untuk menghormati perbedaan, menghindari perilaku diskriminatif, dan mengembangkan pemahaman tentang berbagai perspektif budaya dan agama. Faktor pendukung kunci termasuk lingkungan sekolah yang kondusif, keterlibatan aktif guru, dan partisipasi siswa dan sebaya. Namun, tantangan tetap ada, seperti stereotip yang ada, ejekan, dan perilaku eksklusif di antara beberapa siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini mengonfirmasi bahwa dialog antarbudaya terstruktur dapat menjadi strategi efektif untuk menumbuhkan karakter toleransi siswa di lingkungan sekolah multikultural.
Penelitian ini mengonfirmasi bahwa dialog antarbudaya terstruktur di SMAN 9 Mataram telah berkontribusi signifikan dalam pengembangan karakter toleransi siswa.Strategi yang diterapkan, seperti pembentukan kelompok studi heterogen dan kegiatan non-formal seperti Cultural Saturday, seminar keragaman, dan perayaan hari libur agama, telah menciptakan lingkungan belajar yang fokus tidak hanya pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada internalisasi nilai-nilai multikultural.Hasilnya, siswa menunjukkan peningkatan keterbukaan, penghormatan terhadap perbedaan, dan kemampuan membangun hubungan sosial inklusif.Sukses strategi ini didukung oleh fasilitasi guru yang aktif, lingkungan sekolah yang kondusif, partisipasi siswa dalam kegiatan lintas budaya, dan dukungan konsisten dari program sekolah.Namun, sikap eksklusif, kurangnya keterbukaan siswa, dan perilaku diskriminatif berdasarkan etnis dan agama tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi.Oleh karena itu, dialog antarbudaya harus terus diperkuat sebagai pendekatan pedagogis yang mempersiapkan siswa tidak hanya dengan kompetensi akademik, tetapi juga dengan karakter inklusif dan toleran untuk menghadapi keragaman masyarakat Indonesia.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi bagaimana dialog antarbudaya dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum formal sekolah, sehingga nilai-nilai toleransi dapat diajarkan secara sistematis dan berkelanjutan. Kedua, penting untuk menyelidiki strategi-strategi konkret yang dapat digunakan guru dalam mengelola kelas yang beragam secara budaya, termasuk teknik-teknik komunikasi dan pendekatan-pendekatan pedagogis yang efektif. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari dialog antarbudaya terhadap karakter toleransi siswa, termasuk bagaimana pengalaman ini dapat membentuk sikap dan perilaku mereka di luar lingkungan sekolah.
- Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan | Jurnal Basicedu. pendidikan karakter dunia jurnal... doi.org/10.31004/basicedu.v8i2.7355Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan Jurnal Basicedu pendidikan karakter dunia jurnal doi 10 31004 basicedu v8i2 7355
- PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM DUNIA PENDIDIKAN | Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu. pendidikan... journal.smartpublisher.id/index.php/jimi/article/view/514PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM DUNIA PENDIDIKAN Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu pendidikan journal smartpublisher index php jimi article view 514
- Pengembangan Nilai Toleransi Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Pondok Pasantren Wustha... jayapanguspress.penerbit.org/index.php/cetta/article/view/1945Pengembangan Nilai Toleransi Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Pondok Pasantren Wustha jayapanguspress penerbit index php cetta article view 1945
| File size | 851.79 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UMTUMT Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki apakah aplikasi Socrative efektif digunakan pada siswa kelas delapan dalam belajar kosa kata di SMPN 16Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki apakah aplikasi Socrative efektif digunakan pada siswa kelas delapan dalam belajar kosa kata di SMPN 16
UMTUMT Kesimpulannya, teknik ini menciptakan lingkungan kelas yang positif yang mendorong partisipasi aktif siswa dalam berbicara. Penelitian ini menyimpulkanKesimpulannya, teknik ini menciptakan lingkungan kelas yang positif yang mendorong partisipasi aktif siswa dalam berbicara. Penelitian ini menyimpulkan
IDID Pelatihan pembelajaran mendalam (deep learning) bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK di Kabupaten Kendal terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensiPelatihan pembelajaran mendalam (deep learning) bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMK di Kabupaten Kendal terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi
UAIUAI Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 27,9% pada siswa kelas V dalam penguasaan kosakata deskriptif dan 29,0% pada siswa kelas VI dalamHasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 27,9% pada siswa kelas V dalam penguasaan kosakata deskriptif dan 29,0% pada siswa kelas VI dalam
PUBLINEPUBLINE Praktik sehari-hari seperti menyapa, menghormati orang yang lebih tua, disiplin dalam beribadah, dan partisipasi dalam kegiatan komunal (misalnya acaraPraktik sehari-hari seperti menyapa, menghormati orang yang lebih tua, disiplin dalam beribadah, dan partisipasi dalam kegiatan komunal (misalnya acara
UMBUMB Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Seuneubok Lapang, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, dapat disimpulkanBerdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Seuneubok Lapang, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, dapat disimpulkan
UMTUMT Temuan menunjukkan bahwa integrasi elemen multimedia dalam PowerPoint meningkatkan minat dan partisipasi siswa. PowerPoint memfasilitasi penyajian materiTemuan menunjukkan bahwa integrasi elemen multimedia dalam PowerPoint meningkatkan minat dan partisipasi siswa. PowerPoint memfasilitasi penyajian materi
HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA Tujuan penelitian ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya bangsa Indonesia, terutama dalam harga diri wanitaTujuan penelitian ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya bangsa Indonesia, terutama dalam harga diri wanita
Useful /
HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA Dalam perkembangan selanjutnya, konsep ruang kota tidak hanya dikaitkan dengan permasalahan utama perkotaan yang akan dicari solusinya, tetapi juga denganDalam perkembangan selanjutnya, konsep ruang kota tidak hanya dikaitkan dengan permasalahan utama perkotaan yang akan dicari solusinya, tetapi juga dengan
UNIVEDUNIVED Indikator kemandirian yang diteliti meliputi: percaya diri, mengendalikan emosi, bertanggung jawab, dan disiplin. Penelitian dilaksanakan di Paud AnnisaIndikator kemandirian yang diteliti meliputi: percaya diri, mengendalikan emosi, bertanggung jawab, dan disiplin. Penelitian dilaksanakan di Paud Annisa
UNIVEDUNIVED Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang memiliki makna mendeskripsikan suatu penelitian yang sedang dilaksanakan. Subjek utama dalamPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang memiliki makna mendeskripsikan suatu penelitian yang sedang dilaksanakan. Subjek utama dalam
UMTUMT Temuan ini menyoroti kebutuhan akan pelatihan tambahan agar guru dapat secara efektif menerapkan teknologi digital dalam konteks ESP. Penelitian mengungkapTemuan ini menyoroti kebutuhan akan pelatihan tambahan agar guru dapat secara efektif menerapkan teknologi digital dalam konteks ESP. Penelitian mengungkap