UNDWIUNDWI

WIDYAACCARYAWIDYAACCARYA

Pendidikan inklusif memastikan akses yang adil terhadap pendidikan berkualitas bagi semua pembelajar, termasuk siswa dengan kebutuhan khusus, namun guru menghadapi tantangan signifikan dalam menerapkan instruksi bahasa Inggris yang efektif bagi pembelajar beragam. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan pedagogis yang dihadapi guru saat menyesuaikan pelajaran bahasa Inggris untuk siswa dengan kebutuhan khusus, menganalisis cara guru mengatasi penghalang komunikasi, mengidentifikasi strategi instruksional dan akomodasi yang digunakan, serta menyelidiki tantangan manajemen kelas di SMP Negeri Hindu 2 Sukawati. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang secara umum mengeksplorasi pendidikan inklusif, studi ini menyoroti pengalaman hidup guru bahasa Inggris di sekolah tanpa program inklusif resmi, memberikan perspektif kontekstual yang sering diabaikan. Desain studi kasus deskriptif kualitatif digunakan, memanfaatkan sampel tujuan untuk memilih 2-4 guru bahasa Inggris dengan pengalaman langsung mengajar siswa dengan kebutuhan khusus. Pengumpulan data melibatkan wawancara semi-terstruktur yang dianalisis melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang berulang. Hasilnya menunjukkan bahwa guru menghadapi tantangan multifaset termasuk perbedaan signifikan dalam kemampuan dasar literasi siswa, kurangnya materi pengajaran khusus dan pelatihan, kesulitan membagi perhatian antara siswa biasa dan siswa dengan kebutuhan khusus, serta masalah manajemen perilaku yang mengganggu. Guru menunjukkan strategi adaptif seperti instruksi multilingual, pendekatan pembelajaran terdiferensiasi, penilaian yang dimodifikasi, dan kolaborasi rekan informal. Namun, peluang pengembangan profesional tetap terbatas, dengan guru bergantung pada solusi spontan dan diskusi dengan rekan. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun guru menunjukkan kreativitas dalam mengatasi tantangan pendidikan inklusif, sistem dukungan yang sistematis, program pelatihan menyeluruh, dan sumber daya khusus sangat diperlukan. Temuan ini memberikan implikasi penting untuk kebijakan dan praktik pendidikan inklusif dengan menekankan kebutuhan program persiapan guru formal, dukungan institusional terstruktur, dan kolaborasi dengan ahli pendidikan khusus untuk memastikan kelas inklusif dapat efektif melayani semua pembelajar.

Studi ini mengungkapkan bahwa guru bahasa Inggris di SMP Negeri Hindu 2 Sukawati menghadapi tantangan multifaset dalam mengajar siswa dengan kebutuhan khusus, mencakup aspek pedagogis, komunikatif, manajerial, dan pengembangan profesional.Tantangan utama termasuk perbedaan signifikan dalam kemampuan dasar literasi siswa, kurangnya materi pengajaran khusus, kesulitan dalam membagi perhatian antara siswa biasa dan siswa dengan kebutuhan khusus, serta masalah manajemen perilaku yang mengganggu.Meskipun guru menunjukkan kreativitas dengan menerapkan strategi adaptif seperti instruksi multilingual dan pendekatan pembelajaran terdiferensiasi, diperlukan dukungan sistematis, pelatihan menyeluruh, dan sumber daya khusus untuk meningkatkan efektivitas pendidikan inklusif.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program pelatihan guru yang spesifik untuk pendidikan inklusif, dengan mengeksplorasi efektivitas model pelatihan berbasis komunitas profesional dan kolaborasi antara guru dan ahli pendidikan khusus. Selain itu, penelitian tentang desain kurikulum yang fleksibel dan modifikasi materi pembelajaran untuk siswa dengan kebutuhan khusus di lingkungan sekolah non-inklusif juga penting. Terakhir, studi tentang dampak penggunaan teknologi asistif dan strategi komunikasi multilingual dalam meningkatkan partisipasi siswa dengan kebutuhan khusus dalam kelas bahasa Inggris bisa menjadi arah penelitian yang relevan.

  1. Challenges in using authentic assessment in 21st century ESL classrooms | Aziz | International Journal... ijere.iaescore.com/index.php/IJERE/article/view/20546Challenges in using authentic assessment in 21st century ESL classrooms Aziz International Journal ijere iaescore index php IJERE article view 20546
  2. Towards critical cultural and linguistic awareness in language classrooms in Norway: Fostering respect... doi.org/10.1177/1362168817718572Towards critical cultural and linguistic awareness in language classrooms in Norway Fostering respect doi 10 1177 1362168817718572
Read online
File size314.8 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test