UNDWIUNDWI

WIDYAACCARYAWIDYAACCARYA

Kemampuan 4C yang rendah pada siswa kelas lima akibat kurangnya pembelajaran kontekstual memerlukan dukungan pembelajaran dari berbagai aspek, termasuk modul pembelajaran yang digunakan guru dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan desain modul pembelajaran dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan mata pelajaran Sad Kerthi Loka Bali IPAS; (2) menganalisis kelayakan modul pembelajaran dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan mata pelajaran Sad Kerthi Loka Bali IPAS; (3) menganalisis kelayakan modul pembelajaran dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan mata pelajaran Sad Kerthi Loka Bali IPAS; dan (4) menentukan efektivitas modul pembelajaran dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan mata pelajaran Sad Kerthi Loka Bali IPAS dalam meningkatkan kompetensi 4C siswa kelas V di Gugus II Kec. Busungbiu pada Tahun Ajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) melalui model ADDIE. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kompetensi 4C. Teknik analisis penelitian ini menerapkan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) desain modul pembelajaran terdiri dari 3 bab yang mencakup konsep Wana Kerthi, Danu Kerthi, dan Jaga Kerthi, dan disusun berdasarkan komponen modul pembelajaran dalam kurikulum mandiri; (2) Modul pembelajaran telah memenuhi aspek validitas konten, media, dan bahasa dengan kategori baik dan valid; (3) Praktisitas guru dalam menggunakan modul pembelajaran IPAS ini mencapai 85% dengan kriteria sangat praktis; (4) Uji efektivitas penggunaan modul pembelajaran telah meningkatkan kompetensi 4C siswa kelas V dengan Sig. (dua ekor) 0,000 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPAS yang dibedakan berdasarkan kebijaksanaan lokal Sad Kerthi Loka Bali telah dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kompetensi 4C siswa kelas V di SD Gugus II Busungbiu pada tahun ajaran 2024/2025.

Modul ajar IPAS berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali telah dihasilkan melalui tahapan model ADDIE dan menunjukkan validitas isi, media, serta bahasa.Uji kepraktisan oleh guru menunjukkan tingkat keberhasilan 85 %, sementara analisis kuantitatif dari uji T menemukan peningkatan kompetensi 4C siswa, dengan nilai rata‑rata 84,71 dibandingkan 77,61 pada kontrol (p < 0,05).Secara keseluruhan, modul ini terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan abad ke‑21 pada siswa kelas V SD Gugus II Busungbiu.

Berdasarkan temuan penelitian, disarankan agar guru mengembangkan modul berpadu dengan materi lokal lain seperti nilai-nilai ketahanan budaya Bali, guna memperluas konteks pembelajaran dan menstimulasi kreatifitas siswa; di samping itu, sekolah dapat menerapkan pelatihan bagi guru mengenai strategi pembelajaran diferensiasi berbasis teknologi, sehingga modul dapat diadaptasi secara digital dan meningkatkan aksesibilitas bagi siswa dengan kebutuhan khusus; akhirnya, peneliti selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang modul ini pada prestasi akademik dan karakter siswa melalui studi longitudinal, sehingga dapat diketahui keberlanjutan dan pemeliharaan keterampilan 4C yang berkelanjutan.

  1. TANTANGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI : SEBUAH STUDI LITERATUR | Jurnal Pembelajaran, Bimbingan,... doi.org/10.17977/um065.v4.i5.2024.9TANTANGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI SEBUAH STUDI LITERATUR Jurnal Pembelajaran Bimbingan doi 10 17977 um065 v4 i5 2024 9
Read online
File size889.19 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test