UNDWIUNDWI

WIDYAACCARYAWIDYAACCARYA

Integrasi budaya lokal ke dalam instruksi membaca bahasa Inggris penting untuk meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman membaca, dan kesadaran budaya. Di Indonesia, bahan membaca bahasa Inggris terutama dipengaruhi oleh budaya asing, sementara sumber daya yang relevan secara lokal masih langka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan membaca siswa untuk meningkatkan pemahaman dan memperkuat identitas budaya melalui pengembangan bahan membaca berdasarkan budaya Dayak, kelompok etnis asli dari Kalimantan Timur. Menggunakan desain penelitian campuran, data dikumpulkan dari 348 siswa dan 36 dosen di institusi pendidikan tinggi di Kalimantan Timur melalui kuesioner dan wawancara mendalam dengan 10 siswa dan 5 dosen. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan kerangka analisis kebutuhan Hutchinson dan Waters, yang membahas kebutuhan, kekurangan, dan keinginan. Temuan mengungkapkan dukungan kuat untuk mengintegrasikan teks budaya lokal, terutama dongeng dan bagian deskriptif, untuk meningkatkan motivasi dan meningkatkan pemahaman membaca. Siswa melaporkan kesulitan dengan kompleksitas teks, sementara dosen menghadapi akses terbatas ke bahan yang dikontekstualisasi dan minat siswa yang rendah dalam membaca. Baik siswa maupun dosen lebih menyukai bahan yang relevan secara budaya dan menarik secara visual. Ada preferensi yang kuat untuk menggunakan strategi membaca terstruktur seperti SQ3R. Hasil ini dapat menginformasikan pengembangan bahan membaca yang responsif budaya dan memiliki implikasi untuk pengembangan kurikulum, desain instruksional, dan penelitian masa depan dalam konteks bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL).

Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa baik siswa maupun dosen menganggap bahan membaca bahasa Inggris yang berbasis budaya lokal sangat berharga untuk meningkatkan literasi, pemahaman, dan kesadaran budaya.Teks deskriptif dan naratif muncul sebagai jenis yang paling disukai, mencerminkan preferensi bersama untuk konten yang jelas dan menarik yang menggambarkan aspek budaya dengan jelas dan mudah diakses.Kedua kelompok menekankan pentingnya mengintegrasikan topik budaya yang familiar, terutama dongeng dan tradisi lisan, ke dalam bahan membaca, karena ini membantu menjembatani pengetahuan sebelumnya dengan masukan bahasa baru dan mendorong pemahaman yang lebih dalam.Namun, sementara siswa sering kali berjuang dengan struktur kalimat yang kompleks dan tugas pemahaman tingkat tinggi, dosen menunjuk beberapa hambatan instruksional, termasuk waktu kelas yang terbatas, kelangkaan bahan yang sesuai konteks, dan minat siswa yang rendah.Menanggapi tantangan ini, disarankan agar bahan membaca diintegrasikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah diakses, dilengkapi dengan visual pendukung, dan mencakup berbagai genre teks untuk mempertahankan keterlibatan siswa.Selain itu, implementasi strategi sistematis seperti SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) disarankan untuk meningkatkan refleksi, pemahaman membaca, dan berpikir kritis.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan sumber daya membaca bahasa Inggris tidak hanya efektif secara pedagogis tetapi juga berfungsi untuk mempromosikan keterlibatan siswa, kebanggaan budaya, dan prestasi akademik yang lebih tinggi.Penelitian masa depan dapat menyelidiki dampak berkelanjutan dari bahan membaca yang dilokalkan pada kompetensi intercultural dan aplikasi praktis dapat melibatkan pengembangan bahan kolaboratif antara pendidik dan pemangku kepentingan budaya lokal yang memastikan relevansi konteks dan keberlanjutan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak berkelanjutan dari bahan membaca yang dilokalkan pada kompetensi intercultural. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana bahan membaca yang berbasis budaya lokal dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang budaya lain dan mendorong pemikiran kritis tentang perbedaan budaya. Kedua, penelitian dapat berfokus pada pengembangan bahan membaca yang lebih beragam dan menarik secara visual, dengan mempertimbangkan berbagai genre teks dan strategi pembelajaran yang berbeda. Ini dapat membantu mempertahankan minat siswa dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses membaca. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki efektivitas strategi pembelajaran kolaboratif dalam meningkatkan pemahaman membaca dan keterampilan berpikir kritis. Dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelompok dan aktivitas kolaboratif, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pendekatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan komunikasi siswa.

  1. The Role of Local Folklores in Students’ Reading Comprehension | MATAI: International Journal of... ojs3.unpatti.ac.id/index.php/matail/article/view/13717The Role of Local Folklores in StudentsAo Reading Comprehension MATAI International Journal of ojs3 unpatti ac index php matail article view 13717
  2. One moment, please.... one moment please wait request verified jiecr.org/index.php/jiecr/article/view/113One moment please one moment please wait request verified jiecr index php jiecr article view 113
  3. Teaching Reading Comprehension Strategies In Descriptive Text | Saini | Journal of English Language Teaching,... journal.iain-manado.ac.id/index.php/jeltis/article/view/1671Teaching Reading Comprehension Strategies In Descriptive Text Saini Journal of English Language Teaching journal iain manado ac index php jeltis article view 1671
Read online
File size635.14 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test