BSIBSI

Abditeknika Jurnal Pengabdian MasyarakatAbditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat

Ancaman penyebaran tindak kejahatan phishing melalui platform media sosial semakin menjadi-jadi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dampak dari kejahatan phishing dapat mencakup kerugian baik secara materiil, finansial, maupun psikologis. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan guna melindungi diri dari potensi serangan phishing yang dapat terjadi. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah melalui kegiatan sosialisasi tentang penggunaan media sosial di Masjid Al Huda Pandeyan, bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada jamaah dari risiko phishing. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menciptakan lingkungan di mana para jamaah dapat menggunakan media sosial dengan bijak dan aman, serta terhindar dari potensi bahaya kejahatan siber, termasuk phishing. Jumlah peserta dalam kegiatan sosialisasi sebanyak 25 peserta. Pendekatan yang diadopsi dalam sosialisasi ini melibatkan metode ceramah dan diskusi. Dari hasil kegiatan sosialisasi ini, bahwa sosialisasi yang telah dilakukan pada jamaah Masjid Al Huda Pandeyan mendapatkan respons positif. Dari hasil kuisioner 32% peserta menilai bahwa kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan 68% menilai kegiatan tersebut Sangat baik. Mayoritas peserta, yang sebagian besar adalah pengguna media sosial, merespon kegiatan tersebut dengan baik.

Peserta memperoleh wawasan dan pengetahuan baru mengenai cara mengenali serta mencegah serangan phishing di media sosial.Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkala untuk menjaga pemahaman dan ketahanan komunitas terhadap ancaman siber yang terus berkembang.

Pertama, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana efektivitas frekuensi sosialisasi berkala terhadap peningkatan kesadaran jamaah terhadap phishing dalam jangka panjang, apakah cukup dilakukan tiga bulan sekali atau perlu lebih sering. Kedua, penting untuk meneliti pengaruh metode simulasi phishing langsung terhadap kemampuan peserta dalam mengenali ancaman nyata, termasuk apakah simulasi berbasis platform media sosial lokal lebih efektif daripada contoh umum. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang adaptasi materi sosialisasi berdasarkan tingkat literasi digital kelompok usia berbeda di lingkungan masjid, seperti remaja, dewasa, dan lansia, untuk mengetahui pendekatan terbaik dalam penyampaian informasi keamanan siber yang sesuai dengan karakteristik masing-masing kelompok. Penelitian-penelitian ini akan memperkuat strategi pencegahan phishing berbasis komunitas, terutama di lingkungan religius yang memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi masyarakat. Dengan demikian, keamanan digital dapat dibangun secara berkelanjutan dari tingkat lokal. Selain itu, pemahaman mendalam tentang preferensi dan hambatan belajar masing-masing kelompok usia akan membantu merancang program yang lebih inklusif dan efektif. Hasilnya dapat menjadi model untuk diterapkan di masjid-masjid lain di seluruh daerah. Pendekatan berbasis bukti seperti ini memastikan bahwa upaya sosialisasi tidak hanya rutin, tetapi juga relevan dan berdampak nyata. Oleh karena itu, pengembangan model edukasi siber yang adaptif sangat penting bagi ketahanan komunitas digital. Hal ini juga mendukung literasi digital sebagai bagian dari pendidikan masyarakat yang berkelanjutan.

  1. Sosialisasi Bahaya dan Upaya Pencegahan Social Engineering untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang... doi.org/10.12962/j26139960.v6i2.92Sosialisasi Bahaya dan Upaya Pencegahan Social Engineering untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang doi 10 12962 j26139960 v6i2 92
  2. Kebijakan Penegakan Hukum Dalam Upaya Penanganan Cyber Crime Yang Dilakukan Oleh Virtual Police Di Indonesia... studialegalia.ub.ac.id/index.php/studialegalia/article/view/7Kebijakan Penegakan Hukum Dalam Upaya Penanganan Cyber Crime Yang Dilakukan Oleh Virtual Police Di Indonesia studialegalia ub ac index php studialegalia article view 7
Read online
File size381.52 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test