JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA

EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan PembelajaranEDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Penelitian ini menyelidiki integrasi translanguaging dalam ekosistem digital untuk meningkatkan pemahaman membaca bahasa Inggris di kalangan siswa Madrasah bilingual, di mana literasi agama Arab dan bahasa Inggris akademik saling bertumpang tindih. Dengan menggunakan desain campuran terintegrasi, data dikumpulkan dari 140 siswa kelas 11 di dua Madrasah Negeri di Indonesia. Fase kuantitatif menggunakan desain eksperimen kuasi yang dianalisis melalui ANCOVA, sedangkan fase kualitatif menggunakan analisis rekaman layar dan wawancara ingatan yang dirangsang. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok translanguaging secara signifikan melebihi kelompok monolingual dalam pemahaman membaca (p<.001, n2p = .26). Secara kualitatif, penelitian ini mengungkapkan mekanisme penjembatan metacognitif di mana siswa secara strategis memobilisasi logika tata bahasa Arab mereka (misalnya, struktur Mubtada-Khobar) untuk mendekode pola sintaksis bahasa Inggris yang kompleks dalam ruang digital. Temuan ini menunjukkan bahwa translanguaging digital tidak hanya berfungsi sebagai jangkar, tetapi juga sebagai sumber daya kognitif yang memvalidasi identitas linguistik sosioreligius siswa. Penelitian ini menyimpulkan dengan mengusulkan kerangka pedagogi digital translingual yang mengintegrasikan repertoar multilingual ke dalam pengajaran bahasa Inggris formal, khususnya dalam institusi pendidikan Islam.

Penelitian ini menantang ideologi monolingual yang mendalam dalam pengajaran bahasa Inggris (ELT) dengan menunjukkan secara empiris bahwa penggunaan teknologi digital yang ditargetkan untuk komunikasi antarbahasa secara signifikan meningkatkan pemahaman membaca di antara siswa madrasah multilingual.Dengan menjembatani kesenjangan antara pedagogi digital dan fleksibilitas linguistik, kami menyimpulkan bahwa kemahiran multilingual dalam konteks pendidikan agama terwujud melalui dua mekanisme yang berbeda.penyesuaian konsep, di mana dukungan digital mengubah terjemahan menjadi jembatan semantik yang dalam, dan kemampuan kognitif siswa madrasah, di mana literasi agama (logika tata bahasa Arab) berfungsi sebagai alat metalinguistik yang unggul untuk mendekonstruksi sintaksis bahasa Inggris.Selain itu, lingkungan digital berfungsi sebagai suaka emosional, mengurangi ketidakpastian bahasa dan menegaskan identitas hibrida siswa.Kesimpulan ini memiliki implikasi mendalam untuk kebijakan pengajaran bahasa Inggris (ELT) dan praktik di negara-negara Global Selatan.Kami berpendapat bahwa mengabaikan bahasa lokal dan agama siswa dalam proses pembelajaran tidak hanya merupakan kelalaian pedagogis, tetapi juga hambatan kognitif untuk mencapai pembelajaran yang adil.Oleh karena itu, kami mengusulkan pergeseran ke Ekosistem Digital Translingual platform pembelajaran yang dirancang khusus untuk memanfaatkan, bukan menekan, repertoar linguistik yang kompleks siswa.Penelitian lebih lanjut harus memperluas penelitian ini secara longitudinal untuk memeriksa pelestarian jangka panjang strategi metacognitif ini dan menyelidiki bagaimana transfer sakral-sekuler bahasa ini dapat terjadi dalam konteks pendidikan agama lainnya di seluruh dunia.Akhirnya, penelitian ini menegaskan bahwa dalam era digital, pendidikan bahasa yang efektif harus mempertimbangkan identitas, mengakui bahwa bagi siswa madrasah, belajar bahasa Inggris berarti orientasi di dunia di mana agama, budaya, dan modernitas saling bertumpang tindih.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan:. . 1. Mengembangkan kerangka pedagogi digital translingual yang dapat diterapkan secara luas di institusi pendidikan Islam di negara-negara Global Selatan. Kerangka ini harus dirancang untuk mengintegrasikan repertoar multilingual siswa, termasuk literasi agama dan bahasa Inggris akademik, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adil.. . 2. Melakukan penelitian longitudinal untuk mengeksplorasi pelestarian jangka panjang strategi metacognitif yang ditemukan dalam penelitian ini. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah strategi ini terus digunakan oleh siswa dalam jangka waktu yang lebih lama dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi perkembangan bahasa Inggris mereka secara keseluruhan.. . 3. Menjelajahi transfer sakral-sekuler bahasa dalam konteks pendidikan agama lainnya di seluruh dunia. Penelitian ini dapat menyelidiki apakah mekanisme yang sama dapat diterapkan dalam konteks pendidikan agama yang berbeda, seperti sekolah Kristen atau Hindu, dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi pemahaman membaca siswa dalam bahasa Inggris.

  1. “I wish I could use any language as it comes to mind”: User experience in digital... doi.org/10.1002/asi.24964yAAAuI wish I could use any language as it comes to mindyAAAy User experience in digital doi 10 1002 asi 24964
  2. Facing the Challenges of Globalization: Transforming Madrasah Education from Bilingual to International... nazhruna.uacmjk.ac.id/index.php/nzh/article/view/125Facing the Challenges of Globalization Transforming Madrasah Education from Bilingual to International nazhruna uacmjk ac index php nzh article view 125
  3. Making the Shift From a Codeswitching to a Translanguaging Lens in English Language Teacher Education.... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/tesq.571Making the Shift From a Codeswitching to a Translanguaging Lens in English Language Teacher Education onlinelibrary wiley doi 10 1002 tesq 571
  4. Introduction Multilingual and Multicultural Education: from Policy to Pedagogical Practice in: Multiculturalism... brill.com/view/book/9789004709850/BP000010.xmlIntroduction Multilingual and Multicultural Education from Policy to Pedagogical Practice in Multiculturalism brill view book 9789004709850 BP000010 xml
Read online
File size447.87 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test