LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA
Jurnal Bhakti Civitas AkademikaJurnal Bhakti Civitas AkademikaDiabetes mellitus saat ini menjadi permasalahan kesehatan global, termasuk di Indonesia, dengan peningkatan jumlah penderita setiap tahunnya. Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat kerusakan produksi insulin dan kerja insulin yang tidak optimal. Kebiasaan masyarakat yang memilih makanan tidak sehat dan kurang aktivitas fisik, serta kurangnya kesadaran untuk memeriksakan kesehatan, menjadi faktor yang memperparah masalah ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang manfaat pare sebagai terapi komplementer untuk mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2.
Transfer IPTEK melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan pare untuk mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2.Peningkatan pengetahuan ini penting untuk memastikan setiap penderita diabetes mellitus tipe 2 mengenal terapi komplementer yang dapat membantu mengendalikan kadar gula darah agar tetap dalam kondisi terkendali.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang efektivitas terapi komplementer pare dalam mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian tentang kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi terapi komplementer dan bagaimana cara meningkatkan akses mereka terhadap informasi kesehatan yang bermanfaat. Terakhir, penelitian tentang dampak jangka panjang penggunaan terapi komplementer pare pada kesehatan penderita diabetes mellitus tipe 2 juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.
- Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Pare (Momordica Charantia) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada... doi.org/10.33096/fmj.v2i3.158Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Pare Momordica Charantia Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada doi 10 33096 fmj v2i3 158
- Potensi Kombinasi Pemberian Ekstrak Rosella dan Pare Menurunkan Kadar Glukosa Darah dan Meningkatkan... ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JKM/article/view/3598Potensi Kombinasi Pemberian Ekstrak Rosella dan Pare Menurunkan Kadar Glukosa Darah dan Meningkatkan ejurnal poltekkes tjk ac index php JKM article view 3598
| File size | 343.91 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Hal ini menekankan pentingnya mempromosikan ASI eksklusif sebagai strategi kunci dalam intervensi nutrisi awal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembanganHal ini menekankan pentingnya mempromosikan ASI eksklusif sebagai strategi kunci dalam intervensi nutrisi awal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif dengan praktiknya, dengan nilai p=0,006. Dengan demikian, baikTerdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif dengan praktiknya, dengan nilai p=0,006. Dengan demikian, baik
UMSUMS Penelitian ini menyarankan agar masyarakat di daerah pesisir mengonsumsi asupan makanan dengan nutrisi seimbang, mengonsumsi makanan sumber protein sepertiPenelitian ini menyarankan agar masyarakat di daerah pesisir mengonsumsi asupan makanan dengan nutrisi seimbang, mengonsumsi makanan sumber protein seperti
UMSUMS Orang tua yang bekerja berperan dalam menjalin kelekatan, memberikan pengasuhan positif dan meningkatkan status sosial ekonomi untuk meningkatkan perkembanganOrang tua yang bekerja berperan dalam menjalin kelekatan, memberikan pengasuhan positif dan meningkatkan status sosial ekonomi untuk meningkatkan perkembangan
UMSUMS Faktor teknis terdiri dari laju ultrafiltrasi, suhu cairan dialisat, dan konsentrasi cairan dialisat. Kesimpulan: Hipotensi Intradialisis terjadi karenaFaktor teknis terdiri dari laju ultrafiltrasi, suhu cairan dialisat, dan konsentrasi cairan dialisat. Kesimpulan: Hipotensi Intradialisis terjadi karena
UMSUMS Sebanyak 48,6 % pasien hemodialisa mengalami gangguan kecemasan. Salah satu non-farmakologi terapi untuk mengurangi kecemasan yaitu relaksasi benson yangSebanyak 48,6 % pasien hemodialisa mengalami gangguan kecemasan. Salah satu non-farmakologi terapi untuk mengurangi kecemasan yaitu relaksasi benson yang
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Terdapat hubungan antara pekerjaan, sosial budaya, dan dukungan keluarga terhadap pemberian asi eksklusif pada ibu bayi berusia 0-6 bulan di wilayah kerjaTerdapat hubungan antara pekerjaan, sosial budaya, dan dukungan keluarga terhadap pemberian asi eksklusif pada ibu bayi berusia 0-6 bulan di wilayah kerja
UMITRAUMITRA Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 santri yang diperoleh dengan rumus Slovin menggunakanPenelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 santri yang diperoleh dengan rumus Slovin menggunakan
Useful /
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan demonstrasi dan pendampingan praktik merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkanHal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikombinasikan dengan demonstrasi dan pendampingan praktik merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan
PUBMEDIAPUBMEDIA Dinamika hubungan antar lembaga negara selama periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo menunjukkan bahwa prinsip checks and balances belum berjalanDinamika hubungan antar lembaga negara selama periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo menunjukkan bahwa prinsip checks and balances belum berjalan
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Skrining kesehatan yang dilakukan di Posyandu terbukti efektif dalam mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat usia produktif serta menjadi langkah awalSkrining kesehatan yang dilakukan di Posyandu terbukti efektif dalam mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat usia produktif serta menjadi langkah awal
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Setelah penyuluhan, semua peserta (100%) menunjukkan pengetahuan baik. Peningkatan tersebut menandakan keberhasilan metode ceramah, praktik, dan tanyaSetelah penyuluhan, semua peserta (100%) menunjukkan pengetahuan baik. Peningkatan tersebut menandakan keberhasilan metode ceramah, praktik, dan tanya