JURNALBIKESJURNALBIKES
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)Osteoporosis pada lansia dapat terjadi karena berbagai faktor, diantaranya karena kurang beraktivitas fisik dan asupan kalsium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi dengan media booklet terhadap tingkat pengetahuan, asupan kalsium dan aktivitas fisik untuk mencegah osteoporosis pada lansia di Puskesmas Padang Bulan. Metode penelitian menggunakan pre-eksperimental design dengan one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, didapatkan sampel penelitian 26 responden dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Perbedaan rata-rata tingkat pengetahuan responden tentang asupan kalsium dan aktivitas fisik sebelum dan setelah diberikan edukasi gizi sebesar 15,77 poin yang berarti terdapat perubahan pengetahuan responden. Uji statistik paired sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Perbedaan rata-rata asupan kalsium responden sebelum dan setelah diberikan edukasi gizi sebesar 52,95 mg yang berarti terdapat perubahan asupan kalsium responden. Uji statistik paired sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Perbedaan rata-rata aktivitas fisik responden sebelum dan setelah diberikan edukasi gizi sebesar sebesar -0,04 poin yang berarti tidak terdapat perubahan aktivitas fisik responden. Uji statistik paired sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
Edukasi gizi menggunakan booklet secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan asupan kalsium pada lansia, dengan peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 15,77 poin dan asupan kalsium sebesar 52,95 mg.Uji statistik paired sample t-test menegaskan adanya perbedaan signifikan pada kedua variabel ini.Namun, edukasi tersebut tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap perubahan aktivitas fisik responden, yang rata-ratanya hanya -0,04 poin.
Menindaklanjuti temuan penelitian ini, beberapa arah studi lanjutan dapat dieksplorasi untuk memperdalam pemahaman dan efektivitas intervensi pencegahan osteoporosis pada lansia. Pertama, mengingat edukasi gizi melalui booklet berhasil meningkatkan pengetahuan dan asupan kalsium, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada penggalian lebih dalam terkait faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang membentuk kebiasaan makan dan pilihan sumber kalsium pada lansia di komunitas. Pertanyaan yang relevan misalnya, Bagaimana ketersediaan pangan lokal, persepsi masyarakat terhadap makanan bergizi, dan dukungan keluarga memengaruhi kepatuhan lansia terhadap rekomendasi asupan kalsium? Pemahaman mendalam ini dapat membantu dalam merancang intervensi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Kedua, karena intervensi edukasi gizi belum secara signifikan mengubah aktivitas fisik lansia, penelitian mendatang perlu merancang dan menguji efektivitas program intervensi yang secara khusus menargetkan peningkatan aktivitas fisik. Pendekatan ini sebaiknya mempertimbangkan rutinitas harian lansia, jenis pekerjaan mereka, serta faktor lingkungan fisik sekitar seperti akses terhadap ruang terbuka hijau atau fasilitas olahraga. Misalnya, Apakah program latihan fisik berbasis komunitas yang disesuaikan dengan kapasitas dan preferensi lansia, atau edukasi tentang adaptasi aktivitas fisik dalam rutinitas sehari-hari, lebih efektif dibandingkan pendekatan edukasi gizi saja dalam meningkatkan level aktivitas fisik? Ketiga, untuk menilai dampak jangka panjang dari edukasi gizi, studi longitudinal sangat diperlukan. Penelitian ini dapat melacak apakah peningkatan pengetahuan dan asupan kalsium yang diamati dapat bertahan dalam periode yang lebih lama, misalnya enam bulan hingga satu tahun setelah intervensi. Lebih jauh lagi, studi ini juga dapat menyelidiki korelasi antara perubahan tersebut dengan parameter kesehatan yang lebih konkret, seperti densitas massa tulang (BMD) atau insiden jatuh, untuk memberikan bukti kuat mengenai efikasi jangka panjang dari intervensi edukasi gizi terhadap pencegahan osteoporosis.
| File size | 271.45 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
AACENDIKIAJOURNALAACENDIKIAJOURNAL Studi kasus ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh edukasi BHD terhadap pengetahuan anggota palang merah remaja (PMR) di SMAN 12 Kota Bekasi, mengingatStudi kasus ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh edukasi BHD terhadap pengetahuan anggota palang merah remaja (PMR) di SMAN 12 Kota Bekasi, mengingat
JQWHJQWH Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara stimulasi (p=0,000), pola asuh (p=0,000), dan jenis kelamin (p=0,014) dengan perkembangan bahasa.Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara stimulasi (p=0,000), pola asuh (p=0,000), dan jenis kelamin (p=0,014) dengan perkembangan bahasa.
JQWHJQWH Kehamilan remaja di bawah usia 20 tahun merupakan masalah kesehatan reproduksi remaja yang menjadi perhatian di berbagai kalangan saat ini, disebabkanKehamilan remaja di bawah usia 20 tahun merupakan masalah kesehatan reproduksi remaja yang menjadi perhatian di berbagai kalangan saat ini, disebabkan
JQWHJQWH Terdapat pengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan ibu postpartum sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai pijat oksitosin dengan nilai p-valueTerdapat pengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan ibu postpartum sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai pijat oksitosin dengan nilai p-value
JQWHJQWH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun setelah dikembangkannyaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan ibu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0-2 tahun setelah dikembangkannya
JQWHJQWH Kelancaran ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti perawatan payudara, kecemasan, faktor isapan bayi, dan nutrisi ibu. Penelitian ini bertujuan untukKelancaran ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti perawatan payudara, kecemasan, faktor isapan bayi, dan nutrisi ibu. Penelitian ini bertujuan untuk
JQWHJQWH Ketika peran ibu positif maka akan membuat remaja putri cenderung bersikap positif pula ketika menghadapi menarche. Penelitian Nuraini dkk (2020), JuwitaKetika peran ibu positif maka akan membuat remaja putri cenderung bersikap positif pula ketika menghadapi menarche. Penelitian Nuraini dkk (2020), Juwita
JQWHJQWH Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab kematian pada neonatal di seluruh dunia. Badan organisasi kesehatan dunia (WHO) tahun 2017 jumlah kematianAsfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab kematian pada neonatal di seluruh dunia. Badan organisasi kesehatan dunia (WHO) tahun 2017 jumlah kematian
Useful /
ALMAATAALMAATA Latar Belakang: Maraknya konsumsi makanan berkalori tinggi, lemak tinggi, dan serat rendah yang diikuti dengan kurangnya aktivitas fisik, dapat menjadiLatar Belakang: Maraknya konsumsi makanan berkalori tinggi, lemak tinggi, dan serat rendah yang diikuti dengan kurangnya aktivitas fisik, dapat menjadi
ALMAATAALMAATA Penelitian melibatkan 148 balita sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemantauan pertumbuhan sebagai variabel bebas berhubungan dengan kejadianPenelitian melibatkan 148 balita sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemantauan pertumbuhan sebagai variabel bebas berhubungan dengan kejadian
IJRETINAIJRETINA Meskipun terapi anti-VEGF intravitreal menjadi standar pengobatan, data real-world mengenai bevacizumab (IVB), agen yang paling tersedia di rumah sakitMeskipun terapi anti-VEGF intravitreal menjadi standar pengobatan, data real-world mengenai bevacizumab (IVB), agen yang paling tersedia di rumah sakit
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Siapapun yang memiliki etika berarti dia sudah menjadi orang yang terdidik, karena etika pada dasarnya memiliki arti akhlaqul karimah dan bersikap sopanSiapapun yang memiliki etika berarti dia sudah menjadi orang yang terdidik, karena etika pada dasarnya memiliki arti akhlaqul karimah dan bersikap sopan