JURNALBIKESJURNALBIKES

JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)

Emesis gravidarum merupakan hal fisiologis akan tetapi apabila tidak segera diatasi akan menjadi patologis. Sebagian wanita hamil belum dapat mengatasi mual muntah yang berkelanjutan sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari, dan termasuk dalam keadaan yang disebut hiperemisis gravidarum. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pre-eksperimental research. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-test dan post-test desaign. Adapun jumlah populasi yaitu 145 orang ibu hamil trimester I yang datang melakukan kunjungan ANC di Klinik Pratama Niar. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 responden dengan tekhnik penelitian sampel purposive sampling, dengan menggunakan uji Wilcoxon. Waktu pelaksanaan penelitian adalah 20 Juni 2024 sampai 20 Juli 2024. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui terdapat perbedaan sebelum dan setelah diberikan akupresur dengan menggunakan titik PC 6 pada ibu hamil trimester I di Klinik Niar Medan. Hasil analisa wilcoxon rank test diperoleh nilai p-value 0,01<0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh akupresur dengan menggunakan titik PC 6 terhadap Emesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Akupresur PC 6 terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh akupresur terhadap emesis gravidarum.Pemberian akupresur menunjukkan penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Klinik Pratama Niar Medan dengan nilai p-value (0,001) < α (0,005).Penelitian lanjutan disarankan untuk melakukan tindakan akupresur dengan kombinasi dan modifikasi titik akupresur lainnya dengan ilmu yang lebih terbaru.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai efektivitas akupresur dalam mengatasi emesis gravidarum. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas akupresur titik PC 6 dengan intervensi non-farmakologis lainnya, seperti aromaterapi atau jahe, untuk menentukan kombinasi terapi yang paling optimal. Kedua, studi dengan desain penelitian yang lebih kuat, seperti randomized controlled trials (RCT), perlu dilakukan untuk memastikan kausalitas antara akupresur dan penurunan emesis gravidarum, serta untuk mengontrol faktor-faktor perancu yang mungkin ada. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi ibu hamil terhadap akupresur, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan dan keberhasilan terapi, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kehamilan secara holistik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat dan komprehensif untuk mendukung penerapan akupresur sebagai terapi komplementer yang aman dan efektif dalam mengatasi emesis gravidarum pada ibu hamil.

  1. The Effect Of Acupressure On Decreasing The Frequency Of Emesis Gravidarum Pregnant Women In Trimester... ejournal.medistra.ac.id/index.php/JKF/article/view/1655The Effect Of Acupressure On Decreasing The Frequency Of Emesis Gravidarum Pregnant Women In Trimester ejournal medistra ac index php JKF article view 1655
Read online
File size298.54 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test