JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthLatar belakang: Distres psikologis adalah kondisi kesehatan mental negatif yang dapat memengaruhi individu secara langsung atau tidak langsung seiring waktu dan terkait dengan kondisi kesehatan fisik dan mental lainnya. Distres psikologis terkait dengan trimester ketiga kehamilan, di mana terdapat peningkatan tingkat distres psikologis dalam menghadapi periode persalinan dan yoga prenatal merupakan salah satu cara untuk menghilangkan stres yang dapat digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan tingkat distres psikologis pada ibu hamil trimester ketiga yang mengikuti yoga prenatal dan yang tidak mengikuti yoga prenatal di Klinik Pratama Anugrah di Surabaya. Penelitian ini dilakukan pengambilan sampel dalam periode Maret – April 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu hamil pada trimester ketiga di Klinik Pratama Anugrah di Surabaya yang diambil menggunakan metode total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner yang dibagikan langsung menggunakan kertas. Data penelitian dianalisis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil: Ditemukan bahwa ibu hamil yang melakukan yoga prenatal memiliki tingkat distres psikologis yang rendah dengan skor <20 atau tidak mengalami stres sebanyak 40%, sedangkan ibu hamil yang tidak melakukan yoga prenatal memiliki tingkat distres psikologis ringan dengan skor 20-24 sebanyak 40%, diikuti oleh stres berat dengan skor ≥30 sebanyak 35%. Analisis uji Independent Sample T-Test menyatakan bahwa terdapat perbedaan tingkat distres psikologis pada ibu hamil trimester ketiga yang mengikuti yoga prenatal dan yang tidak mengikuti yoga prenatal dengan (p value) = 0,011. Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat distres psikologis pada ibu hamil trimester ketiga yang mengikuti yoga prenatal dan yang tidak mengikuti yoga prenatal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat distres psikologis pada ibu hamil trimester ketiga yang mengikuti yoga prenatal lebih rendah dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengikuti yoga prenatal.Analisis statistik dengan Independent Sample T-Test menunjukkan perbedaan signifikan (p value = 0,011) antara kedua kelompok tersebut.Oleh karena itu, yoga prenatal dapat menjadi intervensi yang efektif untuk mengurangi distres psikologis pada ibu hamil trimester ketiga.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme bagaimana yoga prenatal dapat mengurangi distres psikologis pada ibu hamil, misalnya dengan mengukur kadar hormon stres atau aktivitas otak sebelum dan sesudah mengikuti yoga prenatal. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas yoga prenatal dengan intervensi lain seperti konseling atau terapi kognitif perilaku dalam mengurangi distres psikologis pada ibu hamil. Ketiga, penelitian longitudinal diperlukan untuk meneliti dampak jangka panjang dari yoga prenatal terhadap kesehatan mental ibu dan perkembangan anak setelah kelahiran, termasuk potensi manfaatnya dalam mencegah depresi pascapersalinan dan meningkatkan ikatan ibu-anak. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk mendukung integrasi yoga prenatal sebagai bagian dari perawatan kehamilan yang komprehensif.
| File size | 289.01 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
CAHAYA ICCAHAYA IC Berat badan lahir rendah, ruptur membran lama, dan sanitasi rumah tangga terbatas merupakan prediktor independen, sedangkan inisiasi dini pemberian ASIBerat badan lahir rendah, ruptur membran lama, dan sanitasi rumah tangga terbatas merupakan prediktor independen, sedangkan inisiasi dini pemberian ASI
UNWUNW Akibatnya, banyak remaja yang memiliki self-efficacy rendah dalam mengambil keputusan sehat dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Program PRIMAAkibatnya, banyak remaja yang memiliki self-efficacy rendah dalam mengambil keputusan sehat dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Program PRIMA
CAHAYA ICCAHAYA IC Hasil ini menegaskan bahwa kondisi kesehatan lingkungan di lingkungan sekolah merupakan penentu independen dan signifikan dari morbiditas pernapasan diHasil ini menegaskan bahwa kondisi kesehatan lingkungan di lingkungan sekolah merupakan penentu independen dan signifikan dari morbiditas pernapasan di
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi stunting melalui pelatihan.Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi stunting melalui pelatihan.
UMSUMS Penurunan angka kematian ibu dan bayi serta peningkatan kualitas persalinan normal menjadi tantangan utama dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. DalamPenurunan angka kematian ibu dan bayi serta peningkatan kualitas persalinan normal menjadi tantangan utama dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. Dalam
JQWHJQWH Variabel independen adalah yoga prenatal, sedangkan variabel dependen adalah ketidaknyamanan ibu hamil. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas,Variabel independen adalah yoga prenatal, sedangkan variabel dependen adalah ketidaknyamanan ibu hamil. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas,
JQWHJQWH Variabel independen adalah motivasi dan dukungan keluarga, variabel dependen adalah partisipasi ANC terpadu. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwaVariabel independen adalah motivasi dan dukungan keluarga, variabel dependen adalah partisipasi ANC terpadu. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa
DELIHUSADADELIHUSADA The services are provided so that women and their families gain emotional adjustment in dealing with pregnancy and childbirth, as well as ensuring thatThe services are provided so that women and their families gain emotional adjustment in dealing with pregnancy and childbirth, as well as ensuring that
Useful /
JQWHJQWH Rata-rata nilai status gizi sebelum dan setelah konseling adalah 6,7%. Rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan setelah konseling adalah 52,5%. Kesimpulan:Rata-rata nilai status gizi sebelum dan setelah konseling adalah 6,7%. Rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan setelah konseling adalah 52,5%. Kesimpulan:
JQWHJQWH Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan primer. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan uji Fishers Exact. Hasil analisis bivariat menunjukkanPengumpulan data menggunakan data sekunder dan primer. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan uji Fishers Exact. Hasil analisis bivariat menunjukkan
JQWHJQWH Latar belakang: Remaja berada dalam masa transisi dari aseksual menjadi seksual, sehingga seringkali menghadapi masalah terkait perilaku seksual berisiko,Latar belakang: Remaja berada dalam masa transisi dari aseksual menjadi seksual, sehingga seringkali menghadapi masalah terkait perilaku seksual berisiko,
DELIHUSADADELIHUSADA Terdapat pengaruh faktor pengetahuan, tindakan, dan pencahayaan terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Londut KabupatenTerdapat pengaruh faktor pengetahuan, tindakan, dan pencahayaan terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Londut Kabupaten