UNTADUNTAD

Preventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatPreventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Penyelidikan ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan pengawasan setelah wabah campak di wilayah Dinas Kesehatan Kota Palu, menggunakan pendekatan sistem. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Responden termasuk petugas pengawas dari Dinas Kesehatan Kota Palu dan dari Puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) di wilayahnya. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Temuan mengungkapkan beberapa masalah dalam aspek input pengawasan, termasuk peran yang tumpang tindih bagi petugas pengawas (87%), kurangnya transfer pengetahuan kepada personel baru (7%), pendanaan taktis yang tidak memadai untuk respons wabah (100%), dan sumber daya komputer yang tidak memadai di beberapa pusat kesehatan untuk mendukung kegiatan pengawasan (14%). Dalam aspek proses, tantangan termasuk tidak adanya petugas kontak yang ditunjuk dari rumah sakit untuk semua pusat kesehatan masyarakat (PHC) (70%), penundaan dalam pengumpulan data nol kasus yang tepat waktu (14%), dan pemrosesan data yang tidak konsisten dengan stratifikasi subdistrik di antara PHC. Terkait aspek keluaran, laporan seringkali tidak disampaikan tepat waktu, dan diseminasi informasi terbatas pada pemangku kepentingan internal.

Evaluasi sistem pengawasan campak di Dinas Kesehatan Kota Palu menunjukkan beberapa temuan penting.Pertama, terdapat beberapa kendala dalam aspek input, seperti peran ganda petugas pengawas, kurangnya transfer pengetahuan, dan keterbatasan pendanaan serta sumber daya komputer.Kedua, proses pengawasan juga menghadapi tantangan, termasuk kurangnya koordinasi dengan rumah sakit dan penundaan dalam pelaporan data.Terakhir, diseminasi informasi masih terbatas pada internal, sehingga perlu ditingkatkan untuk menjangkau masyarakat luas.Dengan demikian, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas sistem pengawasan campak di Kota Palu.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk memahami lebih dalam persepsi dan pengalaman petugas pengawas dalam menghadapi tantangan di lapangan, sehingga dapat dirumuskan strategi peningkatan kapasitas yang lebih tepat sasaran. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelaporan kasus campak, dengan tujuan mengembangkan model prediktif untuk deteksi dini wabah. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program pelatihan berbasis komunitas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan campak dan pentingnya vaksinasi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sistem pengawasan campak dan mengurangi risiko terjadinya wabah di masa depan.

Read online
File size295.28 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test