UP45UP45

Jurnal Teknik Industri Manajemen dan ManufakturJurnal Teknik Industri Manajemen dan Manufaktur

Dalam aktivitas sehari-hari, manusia memanfaatkan fisik dan pikirannya, dengan besarnya tenaga fisik dan mental yang dikeluarkan bergantung pada beban pekerjaan yang dilakukan. Di lingkungan kerja, beban kerja dapat memengaruhi berbagai sistem dalam lingkungan tersebut, termasuk sistem kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan perancangan sistem kerja dan ergonomi yang tepat agar tidak menimbulkan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja mental yang dialami oleh apoteker dan asisten apoteker di apotek X. Pengukuran beban kerja mental dilakukan terhadap 10 responden yang bekerja dalam tiga shift (pagi, sore, dan malam), dengan rentang usia 18-28 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Metode yang digunakan untuk mengukur beban kerja mental adalah NASA-TLX, yang menghasilkan skor untuk tingkat beban kerja mental yang dialami oleh para pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor beban kerja mental tergolong tinggi, dengan rentang nilai 50-79, kecuali pada asisten apoteker 1 yang memiliki nilai antara 30-49, menunjukkan beban kerja yang agak tinggi. Apoteker 2 tercatat memiliki skor tertinggi, yaitu 75,6, yang menunjukkan bahwa apoteker tersebut memiliki jobdesk yang lebih berat dibandingkan dengan apoteker lainnya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa hampir seluruh pekerja mengalami beban kerja mental yang tinggi, kecuali asisten apoteker 1 yang memiliki beban kerja mental agak tinggi.Apoteker 2 memiliki skor beban kerja mental tertinggi, mengindikasikan beban kerja yang lebih berat dibandingkan apoteker lainnya.Beban kerja tinggi pada apoteker 2 disebabkan oleh tanggung jawabnya sebagai apoteker penanggung jawab yang memiliki tugas dan wewenang lebih besar.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh rotasi pekerjaan terhadap penurunan beban kerja mental pada apoteker dan asisten apoteker, dengan mempertimbangkan preferensi individu dan kebutuhan operasional apotek. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan beban kerja mental di apotek dengan berbagai skala dan jenis pelayanan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap perbedaan beban kerja. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan implementasi intervensi berbasis teknologi, seperti penggunaan sistem otomatisasi atau aplikasi pendukung keputusan, untuk mengurangi beban kerja mental dan meningkatkan efisiensi kerja di lingkungan apotek, serta menguji efektivitas intervensi tersebut dalam jangka panjang.

  1. Work fatigue among Lebanese community pharmacists: prevalence and correlates | Pharmacy Practice. work... doi.org/10.18549/PharmPract.2020.2.1844Work fatigue among Lebanese community pharmacists prevalence and correlates Pharmacy Practice work doi 10 18549 PharmPract 2020 2 1844
  2. THE MEASUREMENT OF NURSES’ MENTAL WORKLOAD USING NASA-TLX METHOD (A CASE STUDY) | Malaysian Journal... doi.org/10.37268/MJPHM/VOL.20/NO.SPECIAL1/ART.705THE MEASUREMENT OF NURSESAo MENTAL WORKLOAD USING NASA TLX METHOD A CASE STUDY Malaysian Journal doi 10 37268 MJPHM VOL 20 NO SPECIAL1 ART 705
  3. JMIR Formative Research - Personalized Energy Expenditure Estimation: Visual Sensing Approach With Deep... formative.jmir.org/2022/9/e33606JMIR Formative Research Personalized Energy Expenditure Estimation Visual Sensing Approach With Deep formative jmir 2022 9 e33606
Read online
File size448.75 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test