KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL

Jurnal Pengabdian NusantaraJurnal Pengabdian Nusantara

Profesionalisme jaksa dalam proses penyelidikan tindak pidana korupsi merupakan aspek penting dalam menjamin keadilan, kepastian hukum, dan efektivitas pemberantasan korupsi. Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum memiliki peran strategis dalam penanganan perkara korupsi sesuai kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesionalisme jaksa dalam penyelidikan tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri Aceh Besar, dengan fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penyelidikan, kendala yang dihadapi, serta strategi peningkatan kualitas penyelidikan. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dan yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan jaksa yang menangani perkara korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme jaksa dipengaruhi oleh kompetensi teknis, independensi, dan integritas moral. Namun, dalam praktiknya, penyelidikan sering menghadapi kendala seperti intervensi politik, keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pemanfaatan teknologi forensik digital, serta lemahnya koordinasi antarlembaga penegak hukum. Untuk meningkatkan efektivitas penyelidikan, diperlukan langkah strategis seperti peningkatan kapasitas jaksa melalui pelatihan berkelanjutan, penerapan teknologi digital dalam pengumpulan alat bukti, serta penguatan kerja sama antarlembaga penegak hukum. Dengan reformasi regulasi dan pengawasan yang lebih transparan, diharapkan upaya pemberantasan korupsi dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi pada sistem peradilan yang lebih baik.

Profesionalisme jaksa dalam proses penyelidikan tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri Aceh Besar merupakan faktor kunci dalam mewujudkan keadilan dan efektivitas penegakan hukum.Profesionalisme ini meliputi kompetensi teknis, independensi, dan integritas moral dalam menangani perkara korupsi.Meskipun jaksa telah dilengkapi dengan pelatihan dan peraturan yang jelas, masih terdapat berbagai tantangan dalam praktik penyelidikan, seperti intervensi politik, keterbatasan sumber daya manusia, minimnya penggunaan teknologi, serta lemahnya koordinasi antarlembaga penegak hukum.Oleh karena itu, peningkatan kapasitas jaksa dan penguatan sistem penyelidikan sangat penting untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi secara lebih efektif.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh sistem pengawasan internal berbasis digital terhadap independensi dan akuntabilitas jaksa dalam menangani kasus korupsi, untuk mengevaluasi sejauh mana teknologi dapat meminimalkan intervensi eksternal. Kedua, diperlukan studi mengenai efektivitas model pelatihan gabungan antara Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK dalam meningkatkan kapasitas penyidik dalam analisis forensik keuangan dan digital, untuk melihat apakah pendekatan kooperatif ini dapat mempercepat proses penyelidikan. Ketiga, perlu dikaji lebih lanjut tentang desain sistem pelindungan saksi dan pelapor korupsi yang terintegrasi secara regional, untuk mengevaluasi bagaimana perlindungan hukum dan pendukung lainnya dapat mengurangi ketakutan masyarakat dalam memberikan informasi. Penelitian-penelitian ini dapat membantu membangun sistem pemberantasan korupsi yang lebih kuat, transparan, dan berbasis bukti, serta menjawab keterbatasan koordinasi, kapasitas, dan perlindungan yang saat ini masih menjadi hambatan utama.

Read online
File size179.29 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test