ITATSITATS

Journal of Applied Sciences, Management and Engineering TechnologyJournal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology

Grindulu River di Pacitan merupakan salah satu daerah yang menunjukkan manifestasi alterasi hidrotermal dan mineralisasi logam. Namun, logam berharga yang ditemukan relatif rendah, sehingga tidak ekonomis untuk dieksploitasi. Kondisi ini membuka peluang lain dengan memanfaatkan wilayah tersebut sebagai laboratorium alami untuk pendidikan geologi dan pengembangan geowisata berkelanjutan. Penelitian ini mengevaluasi potensi geowisata berbasis mineralisasi hidrotermal melalui penilaian geosite. Area penelitian mencakup Formasi Watupatok dan Formasi Arjosari, yang menunjukkan zona alterasi silikik, argilik, dan propilitik. Metode penelitian meliputi pemetaan geologi, pengambilan sampel batuan, analisis petrografi, XRD, FA-AAS, dan penilaian geosite menggunakan metode Kubalikova, yang mencakup aspek ilmiah, edukatif, estetika, dan nilai tambah. Hasil menunjukkan keberadaan mineralisasi berupa pirit, kalkopirit, sfalerit, dan galena, dengan kadar logam berharga (Au, Ag, Cu, Pb, Zn) yang rendah. Meskipun demikian, ketiga segmen Grindulu River memiliki nilai geosite signifikan untuk tujuan pendidikan dan konservasi, dengan segmen 2 dianggap paling ideal karena aksesibilitas dan nilai edukatifnya yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Grindulu River lebih tepat dikembangkan sebagai destinasi geowisata berkelanjutan berbasis konservasi dan pendidikan geologi daripada eksploitasi pertambangan.

Penelitian menunjukkan bahwa wilayah Grindulu River terdiri dari Formasi Watupatok dan Arjosari dengan alterasi hidrotermal pada tiga zona (silikik, argilik, propilitik) serta mineralisasi sulfida yang mengandung logam berharga dalam kadar rendah, sehingga tidak ekonomis untuk ditambang namun memiliki nilai ilmiah tinggi sebagai laboratorium alami.Penilaian geosite menggunakan metode Kubalikova mengidentifikasi potensi geowisata pada ketiga segmen, dimana Segmen 1 memiliki nilai ilmiah, Segmen 2 unggul dalam aspek edukasi dan aksesibilitas, dan Segmen 3 menawarkan nilai estetika meski terbatas oleh akses.Pengembangan geowisata berkelanjutan memerlukan peningkatan akses infrastruktur ramah lingkungan, pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Pokdarwis dan pelatihan pemandu, kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta penelitian lanjutan mengenai geokimia, hubungan mineralisasi‑struktur, dan pemodelan ruang geosite.

Bagaimana distribusi spasial zona alterasi hidrotermal dapat dipetakan secara detail menggunakan teknologi GIS dan citra satelit untuk menghasilkan model prediktif potensi geosite di sepanjang Sungai Grindulu? Penelitian selanjutnya diperlukan untuk melakukan analisis isotopik fluida hidrotermal guna mengidentifikasi sumber, evolusi, dan hubungan dengan pola mineralisasi yang teramati, sehingga memperdalam pemahaman tentang proses geokimia kawasan tersebut. Selain itu, diperlukan studi evaluasi dampak sosial‑ekonomi pengembangan geowisata terhadap masyarakat lokal, dengan pendekatan partisipatif untuk merancang strategi pengelolaan yang inklusif, berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan komunitas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk perencanaan geowisata yang berkelanjutan, memperkuat konservasi geosit, dan meningkatkan manfaat pendidikan serta ekonomi bagi daerah Pacitan. Metode kuantitatif yang mengintegrasikan data geokimia, struktural, dan spasial juga dapat diuji untuk mengoptimalkan model penilaian geosite yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik serupa.

  1. Hydrostructure of Groundwater Manifestation of Gedongsongo Geothermal Ungaran, Semarang, Central Java,... ejurnal.itats.ac.id/jemt/article/view/1150Hydrostructure of Groundwater Manifestation of Gedongsongo Geothermal Ungaran Semarang Central Java ejurnal itats ac jemt article view 1150
  2. Geomorphosite assessment for geotourism purposes. assessment geotourism purposes personal library account... doi.org/10.2478/cjot-2013-0005Geomorphosite assessment for geotourism purposes assessment geotourism purposes personal library account doi 10 2478 cjot 2013 0005
  3. Community-Based Tourism Development Strategies at Lejja Hot Springs Soppeng Regency | PUBLICUS. community... doi.org/10.30598/publicusvol3iss1p21-29Community Based Tourism Development Strategies at Lejja Hot Springs Soppeng Regency PUBLICUS community doi 10 30598 publicusvol3iss1p21 29
  4. Optimalisasi Geopark Gulamo Sebagai Potensi Geowisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat | Jurnal Pengabdian... doi.org/10.22219/janayu.v6i3.40621Optimalisasi Geopark Gulamo Sebagai Potensi Geowisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Pengabdian doi 10 22219 janayu v6i3 40621
  5. Groundwater quality in Ponjong Karst, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta | Sari | Journal... doi.org/10.31284/j.jemt.2020.v1i1.1142Groundwater quality in Ponjong Karst Gunungkidul Regency Special Region of Yogyakarta Sari Journal doi 10 31284 j jemt 2020 v1i1 1142
Read online
File size532.91 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test