UNTADUNTAD
Preventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatPreventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatMasalah gizi pada balita masih menjadi tantangan global dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Secara global pada tahun 2022, diperkirakan 149 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting (terlalu pendek untuk usia), 45 juta mengalami wasting (terlalu kurus untuk tinggi badan), dan 37 juta mengalami kelebihan berat badan atau obesitas (1). Pada tingkat nasional, Indonesia juga menghadapi beban gizi yang signifikan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022, prevalensi stunting adalah 21,6%, menunjukkan penurunan dari 24,4% pada tahun 2021 (2). Namun, angka ini masih jauh dari target nasional sebesar 14% pada tahun 2024, sesuai dengan Peraturan Presiden No. 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting (3). Provinsi Sulawesi Selatan, salah satu provinsi di Indonesia, memiliki prevalensi stunting sebesar 27,2% pada tahun 2022, yang lebih tinggi dari rata-rata nasional (2). Kabupaten Sidenreng Rappang adalah salah satu daerah yang mengalami beban ganda malnutrisi, di mana anak-anak menghadapi masalah gizi kurang dan gizi lebih. Berdasarkan laporan e-PPGBM dari Puskesmas Rappang dari Agustus hingga Oktober 2024, Desa Bulo menunjukkan profil gizi yang kompleks pada balita, termasuk kasus gizi kurang, risiko gizi lebih, dan obesitas—semua kasus ini memerlukan perhatian serius dan intervensi yang tepat (4). Program Makanan Tambahan (PMT) adalah salah satu strategi intervensi gizi yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan status gizi balita, khususnya mereka yang berisiko mengalami gizi kurang atau stunting. PMT bertujuan tidak hanya untuk memberikan makanan tambahan yang bergizi, tetapi juga untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya diet seimbang dengan memanfaatkan sumber daya makanan lokal (5). Studi sebelumnya menunjukkan bahwa PMT efektif dalam meningkatkan berat badan dan tinggi badan pada balita; namun, sebagian besar studi ini bersifat jangka pendek dan tidak mendalami faktor-faktor konteks lokal (6). Meskipun Desa Bulo memiliki masalah gizi kurang dan gizi lebih pada balita, penelitian ini berfokus secara khusus pada evaluasi efektivitas intervensi PMT dalam mengatasi gizi kurang—yaitu peningkatan tinggi badan dan berat badan. Meskipun kasus gizi lebih dan obesitas ditemukan dalam penilaian awal, kasus-kasus ini termasuk dalam penelitian ini sebagai latar belakang kontekstual daripada target utama intervensi. Desain dan tujuan program PMT dalam penelitian ini disesuaikan untuk meningkatkan pertumbuhan pada anak-anak dengan indikator antropometri yang kurang optimal dan meningkatkan pengetahuan gizi ibu. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini berfokus pada Desa Bulo, yang memiliki karakteristik geografis, sosial, dan budaya yang unik dan mencerminkan masalah gizi ganda pada balita. Penelitian ini sangat penting karena memberikan wawasan terbaru tentang efektivitas program PMT berbasis lokal dalam konteks desa dan menawarkan rekomendasi untuk perbaikan di masa depan. Selain itu, keterlibatan ibu dalam program PMT juga diperiksa untuk menilai seberapa banyak pengetahuan gizi mereka berubah setelah intervensi.
Program Makanan Tambahan (PMT) terbukti efektif dalam meningkatkan status gizi balita di Desa Bulo.Peningkatan tinggi badan dan berat badan pada anak-anak menunjukkan bahwa intervensi berhasil memenuhi kebutuhan gizi mendasar selama implementasi empat bulan.Selain itu, peningkatan pengetahuan gizi ibu yang signifikan menunjukkan efektivitas komponen pendidikan yang terintegrasi dalam program.Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan holistik—kombinasi dukungan gizi langsung dengan pendidikan pengasuh—memainkan peran penting dalam mengatasi malnutrisi pada anak usia dini.Sukses intervensi ini lebih diperkuat oleh partisipasi orang tua yang kuat dan keterlibatan aktif pekerja kesehatan dalam pemantauan pertumbuhan dan sesi pendidikan.Untuk Desa Bulo dan komunitas pedesaan serupa, implementasi PMT di masa depan harus memprioritaskan penggunaan konsisten makanan bergizi yang diterima secara budaya dan bersumber lokal, seperti kacang hijau, telur, ubi jalar, pisang, dan daun moringa, yang tersedia luas dan kaya akan nutrisi penting.Bahan-bahan ini tidak hanya menyediakan protein dan mikronutrien berkualitas tinggi, tetapi juga mendukung pertanian lokal dan keberlanjutan makanan.Selain itu, pendidikan gizi untuk ibu harus dilanjutkan dan diperluas, dengan konten yang disesuaikan dengan kebiasaan diet lokal dan hambatan—memfokuskan perencanaan makanan terjangkau, persiapan makanan yang aman, dan praktik pemberian makan yang sesuai usia.Melibatkan kader Posyandu dan pemimpin komunitas dalam pendidikan dan pengiriman program akan membantu memastikan kepercayaan dan partisipasi.Juga direkomendasikan untuk mengintegrasikan PMT dengan program pemberdayaan komunitas yang lebih luas, seperti inisiatif keamanan pangan rumah tangga (misalnya, berkebun rumah dengan tanaman bergizi tinggi), dan untuk mendirikan sistem pemantauan pertumbuhan anak rutin yang mencakup kunjungan rumah dan follow-up pribadi.Akhirnya, penelitian di masa depan harus mengeksplorasi dampak jangka panjang PMT, menguji model yang dapat diperluas di berbagai konteks geografis dan budaya, dan memeriksa efektivitas biaya kombinasi intervensi makanan dan pendidikan untuk memperkuat strategi gizi kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang PMT, dengan fokus pada perubahan status gizi balita setelah intervensi. Selain itu, perlu dipertimbangkan untuk mengembangkan model PMT yang dapat diterapkan di berbagai konteks geografis dan budaya, serta menganalisis efektivitas biaya kombinasi intervensi makanan dan pendidikan. Penelitian selanjutnya juga dapat berfokus pada strategi pemberdayaan komunitas yang lebih luas, seperti inisiatif keamanan pangan rumah tangga, dan bagaimana strategi ini dapat meningkatkan keberlanjutan program PMT. Selain itu, penting untuk menyelidiki peran kader Posyandu dan pemimpin komunitas dalam pendidikan dan pengiriman program, serta dampak partisipasi mereka terhadap keberhasilan PMT. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi hubungan antara pengetahuan gizi ibu dan praktik pemberian makan anak, serta bagaimana pendidikan gizi dapat meningkatkan praktik pemberian makan yang sehat dan berkelanjutan.
| File size | 319.11 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE Rekurensi lesi pra-kanker serviks dipengaruhi oleh infeksi HPV berisiko tinggi yang persisten, kecukupan bedah, dan vaksinasi pasca-perawatan. InfeksiRekurensi lesi pra-kanker serviks dipengaruhi oleh infeksi HPV berisiko tinggi yang persisten, kecukupan bedah, dan vaksinasi pasca-perawatan. Infeksi
UP45UP45 Penelitian ini menyimpulkan bahwa hampir seluruh pekerja mengalami beban kerja mental yang tinggi, kecuali asisten apoteker 1 yang memiliki beban kerjaPenelitian ini menyimpulkan bahwa hampir seluruh pekerja mengalami beban kerja mental yang tinggi, kecuali asisten apoteker 1 yang memiliki beban kerja
UNTADUNTAD Hasilnya menunjukkan bahwa 57,9 % responden aktif secara fisik. Analisis bivariate menegaskan bahwa faktor sosial dan lingkungan berkorelasi signifikanHasilnya menunjukkan bahwa 57,9 % responden aktif secara fisik. Analisis bivariate menegaskan bahwa faktor sosial dan lingkungan berkorelasi signifikan
UNTADUNTAD Menurut International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berada di peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes tertinggi, sebanyak 19,5 juta orangMenurut International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berada di peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes tertinggi, sebanyak 19,5 juta orang
UNTADUNTAD Kekurangan energi kronis (CED) adalah kondisi yang disebabkan oleh berkurangnya asupan energi dan protein secara berkepanjangan, yang dapat menyebabkanKekurangan energi kronis (CED) adalah kondisi yang disebabkan oleh berkurangnya asupan energi dan protein secara berkepanjangan, yang dapat menyebabkan
MARANATHAMARANATHA Waktu pajanan layar adalah waktu yang dihabiskan secara pasif menatap hiburan ataupun permainan berbasis layar (TV, komputer, perangkat seluler). KondisiWaktu pajanan layar adalah waktu yang dihabiskan secara pasif menatap hiburan ataupun permainan berbasis layar (TV, komputer, perangkat seluler). Kondisi
UKSWUKSW Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyatakan bahwa berdasarkan Amanat Undang-Undang, sekolah wajib melaksanakan pendidikan karakterKementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyatakan bahwa berdasarkan Amanat Undang-Undang, sekolah wajib melaksanakan pendidikan karakter
UNWUNW Keberadaan anak menentukan maju atau mundurnya perkembangan suatu bangsa di masa sekarang hingga yang akan datang. Guru memiliki peran yang sangat pentingKeberadaan anak menentukan maju atau mundurnya perkembangan suatu bangsa di masa sekarang hingga yang akan datang. Guru memiliki peran yang sangat penting
Useful /
UNTADUNTAD Survei deskriptif kuantitatif dilakukan pada 322 mahasiswa yang dipilih secara stratifikasi acak dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil menunjukkanSurvei deskriptif kuantitatif dilakukan pada 322 mahasiswa yang dipilih secara stratifikasi acak dan data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil menunjukkan
UNTADUNTAD Pendidikan kesehatan selalu berkaitan dengan penggunaan media promosi kesehatan. Media memiliki fungsi vital dalam memfasilitasi proses penyampaian danPendidikan kesehatan selalu berkaitan dengan penggunaan media promosi kesehatan. Media memiliki fungsi vital dalam memfasilitasi proses penyampaian dan
UNTADUNTAD Temuan menunjukkan adanya 13 bahaya: 6 dikategorikan sebagai risiko tinggi dan 7 sebagai risiko sedang. Dari analisis tematik, muncul beberapa tema: KecelakaanTemuan menunjukkan adanya 13 bahaya: 6 dikategorikan sebagai risiko tinggi dan 7 sebagai risiko sedang. Dari analisis tematik, muncul beberapa tema: Kecelakaan
MARANATHAMARANATHA Sebagai simpulan, VGG-16 memiliki kemampuan klasifikasi yang lebih baik dibandingkan ResNet-50, namun perlu terus dikembangkan dengan memperbanyak dataSebagai simpulan, VGG-16 memiliki kemampuan klasifikasi yang lebih baik dibandingkan ResNet-50, namun perlu terus dikembangkan dengan memperbanyak data