UNTADUNTAD

Preventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatPreventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Penggunaan tanaman obat untuk perawatan kesehatan di Indonesia masih rendah. Masyarakat tidak memahami tentang jenis, cara menanam, cara membuat, dan penggunaan tanaman obat. Hasil Riskesdas 2018 menyatakan bahwa persentase tertinggi penggunaan tanaman obat adalah jahe 50,36%, kunyit 48,77%, dan meniran 13,93%. Untuk meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat, dapat dilakukan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan selalu berkaitan dengan penggunaan media promosi kesehatan. Media memiliki fungsi vital dalam memfasilitasi proses penyampaian dan penerimaan informasi. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat perlu memanfaatkan berbagai upaya pelayanan kesehatan, termasuk kesehatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan media pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat tentang tanaman obat keluarga. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Ada satu kelompok kontrol dan dua kelompok intervensi. Penelitian ini dilakukan pada Juni-Agustus 2021 di Kelompok Perawatan Mandiri Bumi Rindang Luhur, Samarinda. Populasi penelitian adalah 36 responden yang tinggal di Perumahan Bumi Rindang Luhur. Penelitian ini menggunakan total populasi sebagai teknik sampling. Statistik bivariat menggunakan One-Way Annova. Analisis statistik menyatakan bahwa ada perbedaan dalam skor pengetahuan rata-rata antara tiga kelompok dengan nilai ρ 0,000 (ρ <α, α=0,05). Pentingnya kegiatan penyuluhan tentang tanaman obat keluarga dengan media visual dan audiovisual bagi masyarakat.

Ada perbedaan efektivitas antara media visual dan audiovisual terhadap pengetahuan responden.Penelitian selanjutnya diharapkan dapat lebih mengeksplorasi media yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pengetahuan.Penelitian ini membuktikan bahwa investasi dalam pendidikan kesehatan menggunakan media efektif seperti visual dan audiovisual adalah kunci keberhasilan program pengelolaan TOGA.

Saran penelitian lanjutan adalah: 1. Mengembangkan media pendidikan kesehatan yang inovatif dan interaktif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TOGA. 2. Melakukan penelitian komparatif untuk membandingkan efektivitas berbagai media pendidikan kesehatan, seperti visual, audiovisual, dan media interaktif, dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TOGA. 3. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman dan penerapan pengetahuan TOGA oleh masyarakat, seperti usia, tingkat pendidikan, dan akses informasi.

Read online
File size301.86 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test