JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthDi Indonesia, diare merupakan penyebab kematian kedua pada anak di bawah lima tahun. Prevalensi diare tahun 2018 sebesar 37,88% atau sekitar 1.516.438 kasus pada balita. Kemudian meningkat pada tahun 2019 menjadi 40% atau sekitar 1.591.944 kasus pada balita. Kejadian diare pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti status gizi anak, pemberian ASI eksklusif, lingkungan, status imunisasi, pola pengasuhan, dan pengetahuan ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak usia 0-60 bulan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan pada bulan Juli-Agustus 2023. Metode penelitian menggunakan pendekatan analitik deskriptif dengan desain cross sectional dan perbandingan dua kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak yang dirawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan dan diperoleh 74 sampel, yaitu 37 sampel kelompok kasus dan 37 sampel kelompok kontrol dengan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan primer. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan uji Fishers Exact. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat tujuh variabel yang berhubungan dengan kejadian diare, yaitu status gizi dengan nilai p = 0,004, durasi ASI eksklusif dengan nilai p = 0,000, pengetahuan ibu dengan nilai p = 0,000, status imunisasi campak dengan nilai p = 0,001, kepemilikan jamban dengan nilai p = 0,007, pendidikan ibu dengan nilai p = 0,000, dan status pekerjaan ibu dengan nilai p = 0,000.
Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan secara statistik signifikan antara status gizi, durasi ASI eksklusif, pengetahuan ibu, status imunisasi campak, kepemilikan jamban, pendidikan ibu, dan status pekerjaan ibu dengan kejadian diare pada anak usia 0-60 bulan.Variabel-variabel tersebut terbukti memiliki nilai p kurang dari 0,05.Keterbatasan penelitian meliputi jumlah sampel kasus diare yang terbatas dan waktu penelitian yang diperpanjang untuk memenuhi ukuran sampel yang ditentukan.
Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana pola pemberian makanan pendamping ASI berkontribusi terhadap risiko diare pada anak usia 6-24 bulan, terutama di lingkungan rumah sakit, untuk mengetahui apakah jenis, kualitas, atau cara pengolahan makanan tersebut memperbesar peluang terjadinya infeksi. Kedua, penting untuk mengeksplorasi faktor lingkungan rumah yang lebih mendalam, seperti kebiasaan cuci tangan, penggunaan air bersih untuk keperluan masak dan minum, serta sanitasi dapur, dalam kaitannya dengan penyebaran diare meskipun akses air bersih secara umum sudah baik. Ketiga, sebaiknya diteliti bagaimana peran pendidikan kesehatan berbasis keluarga atau komunitas dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan dan penanganan dini diare, serta apakah intervensi semacam ini mampu mengurangi angka rawat inap akibat diare dalam jangka panjang, terutama bagi ibu dengan tingkat pendidikan rendah atau yang bekerja di luar rumah. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang pendekatan preventif yang lebih efektif.
| File size | 442.36 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIKUSTAIKU However, post-pandemic research comprehensively examining the continuity of these patterns through integrated quantitative and qualitative approaches remainsHowever, post-pandemic research comprehensively examining the continuity of these patterns through integrated quantitative and qualitative approaches remains
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Kolaborasi ini menjadi model sinergi lintas sektor yang efektif dan perlu diperluas dengan pemantauan jangka panjang serta penguatan kemitraan dengan pemerintahKolaborasi ini menjadi model sinergi lintas sektor yang efektif dan perlu diperluas dengan pemantauan jangka panjang serta penguatan kemitraan dengan pemerintah
ASIAASIA Kegiatan edukatif meliputi kuliah interaktif, diskusi, simulasi praktik CTPS dengan lagu, gambar ilustratif, dan permainan edukatif yang disesuaikan denganKegiatan edukatif meliputi kuliah interaktif, diskusi, simulasi praktik CTPS dengan lagu, gambar ilustratif, dan permainan edukatif yang disesuaikan dengan
UYPUYP Penambahan 10% IPK pada kwetiau meningkatkan kadar protein secara signifikan tanpa mengurangi penerimaan sensoris terhadap aroma, rasa, dan warna. Namun,Penambahan 10% IPK pada kwetiau meningkatkan kadar protein secara signifikan tanpa mengurangi penerimaan sensoris terhadap aroma, rasa, dan warna. Namun,
UMJ PremiumUMJ Premium Tidak ditemukan hubungan antara kandungan E. Coli dan Coliform dalam air minum, pengolahan air sebelum diminum, penyimpanan air minum, kepemilikan jamban,Tidak ditemukan hubungan antara kandungan E. Coli dan Coliform dalam air minum, pengolahan air sebelum diminum, penyimpanan air minum, kepemilikan jamban,
UNIPASBYUNIPASBY Berbagai masalah perkembangan anak seperti keterlambatan motorik, berbahasa, perilaku, autisme, dan hiperaktif yang semakin meningkat. Dampak dari iniBerbagai masalah perkembangan anak seperti keterlambatan motorik, berbahasa, perilaku, autisme, dan hiperaktif yang semakin meningkat. Dampak dari ini
ITKESWHSITKESWHS Kegiatan ini menyasar murid, orang tua murid, guru dan yayasan agar terjadi perubahan perilaku hidup sehat dalam menghadapi era new normal, maka selainKegiatan ini menyasar murid, orang tua murid, guru dan yayasan agar terjadi perubahan perilaku hidup sehat dalam menghadapi era new normal, maka selain
ITKESWHSITKESWHS Tujuan kegiatan sosialisasi dan pembagian ABATE ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman epidemi DBD kepada masyarakat agar dapat berperan aktifTujuan kegiatan sosialisasi dan pembagian ABATE ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman epidemi DBD kepada masyarakat agar dapat berperan aktif
Useful /
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Wix dinilai efektif digunakan sebagai media pembelajaran karena memudahkan pemula dalam membangun website tanpa kemampuan pemrograman, sehingga mendukungWix dinilai efektif digunakan sebagai media pembelajaran karena memudahkan pemula dalam membangun website tanpa kemampuan pemrograman, sehingga mendukung
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Pohon belimbing wuluh sangat banyak menghasilkan buah, dan pemanfaatannya hanya dalam bentuk segar. Sehingga perlu upaya untuk mengawetkan buahnya, sepertiPohon belimbing wuluh sangat banyak menghasilkan buah, dan pemanfaatannya hanya dalam bentuk segar. Sehingga perlu upaya untuk mengawetkan buahnya, seperti
UIN MALANGUIN MALANG Temuan menunjukkan bahwa Masjid Sheikh Lotfollah telah mencapai stabilitas dan ketahanan dengan menggunakan teknik arsitektur yang sesuai dengan kondisiTemuan menunjukkan bahwa Masjid Sheikh Lotfollah telah mencapai stabilitas dan ketahanan dengan menggunakan teknik arsitektur yang sesuai dengan kondisi
169169 Budaya Individu Spesial merupakan keberadaan dari struktur kebudayaan yang meliputi bahasa, aksara, komunikasi, dan tumbuhan Melalui Media Konkret PadaBudaya Individu Spesial merupakan keberadaan dari struktur kebudayaan yang meliputi bahasa, aksara, komunikasi, dan tumbuhan Melalui Media Konkret Pada