169169

AWILARASAWILARAS

Artikel ini membahas penciptaan karya komposisi musik karawitan berjudul “GukKatura yang bersumber dari teknik ornamentasi Singuk dalam permainan Suling Gayo pada kesenian Sebuku (Pepongoten) masyarakat Gayo di Aceh Tengah. Fokus utama karya ini adalah pada penerapan ornamentasi Acciaccatura yang diinterpretasi secara musikal sebagai lompatan nada hias, dan direkonstruksi melalui pendekatan reinterpretasi. Karya ini menggunakan berbagai instrumen eksperimental seperti drone flute, PVC saxophone, dan fujara, serta memadukan teknik komposisi seperti call and response, interlocking, hocketing, dan polymeter. Proses penciptaan dilakukan melalui tahapan observasi lapangan, wawancara dengan pelaku tradisi, eksplorasi bentuk instrumen baru, hingga realisasi dan evaluasi karya. GukKatura menawarkan perspektif baru dalam pengolahan ornamentasi tradisional menuju komposisi kontemporer, sekaligus memperkaya khazanah musik karawitan Indonesia.

Karya komposisi GukKatura merupakan representasi dari reinterpretasi elemen tradisional musik Sebuku, khususnya teknik ornamentasi Singuk pada soleng Gayo, ke dalam bentuk komposisi karawitan kontemporer.Melalui pendekatan eksperimental, pengkarya berhasil mentransformasikan unsur nada hias tradisional menjadi prinsip komposisional yang melandasi keseluruhan karya.Dengan demikian, GukKatura tidak hanya menghadirkan kontribusi artistik dalam bentuk karya baru, tetapi juga menawarkan kerangka metodologis dan konseptual bagi penciptaan musik berbasis tradisi melalui pendekatan reinterpretasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam potensi instrumentasi eksperimental dalam karawitan, dengan fokus pada pengembangan instrumen-instrumen baru yang mampu menghasilkan timbre unik dan memperkaya palet suara. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan teknik ornamentasi Singuk pada Suling Gayo dengan teknik ornamentasi serupa pada instrumen musik tradisional lainnya di Indonesia, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan serta potensi akulturasi. Ketiga, penelitian mengenai penerimaan publik terhadap karya karawitan kontemporer yang berakar pada tradisi lokal perlu dilakukan, dengan mempertimbangkan aspek-aspek sosial, budaya, dan psikologis. Penelitian ini dapat menggunakan metode survei, wawancara mendalam, atau observasi partisipatif untuk memahami bagaimana masyarakat merespons karya-karya semacam GukKatura dan faktor-faktor apa yang memengaruhi preferensi mereka. Dengan demikian, penelitian-penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan karawitan Indonesia yang inovatif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Read online
File size685.21 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test