INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO

Social Science AcademicSocial Science Academic

Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang persyaratan usia calon Presiden dan Wakil Presiden menimbulkan perdebatan publik yang signifikan di Indonesia. Keputusan tersebut menginterprestasi ketentuan usia minimal 40 tahun dengan membolehkan calon di bawah usia tersebut dapat mencalonkan diri apabila pernah atau sedang menjabat posisi eksekutif daerah yang dipilih secara umum. Artikel ini menggunakan metode penelitan hukum normatif dengan pendekatan statuta dan konseptual untuk menelaah implikasi keputusan tersebut. Hasilnya menunjukkan dua sisi: satu sisi membuka peluang partisipasi politik bagi pemimpin muda berpengalaman, sedangkan sisi lain menimbulkan kekhawatiran terkait legitimasi lembaga peradilan konstitusi, keadilan elektoral, dan kepercayaan publik terhadap Mahkamah Konstitusi.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 membuka ruang partisipasi politik bagi pemimpin muda yang berpengalaman dalam jabatan publik.Namun, keputusan tersebut juga menimbulkan masalah keadilan kompetisi elektoral, batas kewenangan lembaga negara, dan legitimasi Mahkamah Konstitusi.Kontroversi jangka panjang dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara dan proses demokrasi.

Pertama, meneliti dampak jangka panjang keputusan tersebut terhadap partisipasi politik generasi muda di tingkat lokal, mengajukan pertanyaan apakah kesempatan tersebut meningkatkan keseimbangan kepemimpinan daerah. Kedua, mengkaji peran Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga pengawas versus pembuat kebijakan dengan membandingkan kasus-kasus serupa di negara lain, bertujuan memperjelas batas kewenangan pengadilan konstitusi dalam konteks Demokrasi Indonesia. Ketiga, mengevaluasi mekanisme transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan Mahkamah Konstitusi, seperti meminta data tentang prosedur diskusi interne dan perananggak publik, untuk memastikan keputusan tetap netral dan tidak terpengaruh kepentingan politik. Dengan tiga pengkajiannya diintegrasikan secara sistematis, dapat dikembangkan kebijakan yang menyeimbangkan antara inovasi partisipatif dan pelestarian prinsip demokrasi formal.

  1. Analisis Kritis Atas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 Dalam Kontek Perlindungan Hak... journal.appihi.or.id/index.php/Amandemen/article/view/280Analisis Kritis Atas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 PUU XXI 2023 Dalam Kontek Perlindungan Hak journal appihi index php Amandemen article view 280
  2. Analisis Legal Reasoning dan Dampak Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 | Jurnal Fundamental... journal.universitasbumigora.ac.id/index.php/fundamental/article/view/4433Analisis Legal Reasoning dan Dampak Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 PUU XXI 2023 Jurnal Fundamental journal universitasbumigora ac index php fundamental article view 4433
  3. Menakar Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 Dalam Perspektif Hukum Profetik | Jurnal Hukum... doi.org/10.20885/iustum.vol32.iss1.art5Menakar Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 PUU XXI 2023 Dalam Perspektif Hukum Profetik Jurnal Hukum doi 10 20885 iustum vol32 iss1 art5
Read online
File size282.68 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test