IBRAHIMYIBRAHIMY

Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu Perikanan

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis kelayakan usaha penangkapan kepiting bakau (Scylla sp.) dengan menggunakan alat tangkap bubu lipat di perairan Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan pada bulan September 2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Responden penelitian terdiri dari 13 orang nelayan usaha penangkapan kepiting bakau yang menggunakan bubu lipat di perairan Kelurahan Kandang. Metode analisis data pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Bubu lipat yang digunakan oleh nelayan berukuran panjang 45 cm, lebar 20 cm, dan tinggi 15 cm. Perahu motor tempel yang digunakan nelayan berukuran panjang 4,3 m, lebar 1,1 m, tinggi 0,6 m. Hasil perhitungan gross tonnage perahu motor tempel yaitu 0,63 GT. Mesin yang digunakan berkekuatan 5,5 PK – 6,5 PK dengan merek mesin diantaranya Honda, Nixon, Bion, Proquip dan Pujiama. Daerah penangkapan kepiting bakau di perairan Kelurahan Kandang berada di sekitar perairan hutan mangrove dengan dasar perairan berupa lumpur berpasir, dengan jarak dari base fishing yaitu 2-3 km. Hasil tangkapan utama bubu lipat adalah kepiting bakau (Scylla sp.). Analisis kelayakan usaha penangkapan kepiting bakau dengan menggunakan alat tangkap bubu lipat di perairan Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu dinyatakan layak dengan hasil NPV = Rp 2.097.872, Net B/C Ratio = 1,02, IRR = 27% menggunakan tingkat suku bunga deposito Bank BRI 12% dan PP = 2,61 tahun atau 2 tahun 6 bulan 1 hari.

Usaha penangkapan kepiting bakau oleh nelayan di Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, masih bersifat sederhana dan tergolong usaha perikanan skala kecil (small scale fisheries).Unit penangkapan kepiting bakau terdiri dari alat penangkapan yaitu bubu lipat berukuran kecil, perahu motor tempel (0,63 GT) dengan tenaga penggerak motor tempel, yang berkekuatan 5,5-6,5 PK.Pemasangan bubu lipat adalah di perairan ekosistem hutan mangrove dengan dasar berlumpur.Berdasarkan analisis kriteria investasi kelayakan usaha, kegiatan penangkapan kepiting bakau dengan menggunakan alat tangkap bubu lipat di perairan Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu adalah layak secara finansial.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian mengenai efektivitas berbagai jenis umpan terhadap hasil tangkapan kepiting bakau dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan umpan dan mengurangi biaya operasional. Kedua, penelitian tentang dampak penggunaan bubu lipat terhadap ekosistem mangrove perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan lingkungan. Ketiga, pengembangan teknologi pengolahan hasil tangkapan kepiting bakau menjadi produk bernilai tambah, seperti keripik atau olahan lainnya, dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional. Dengan menggali potensi diversifikasi produk dan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, usaha penangkapan kepiting bakau di Kelurahan Kandang dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Read online
File size251.68 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test