INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO

Absorbent MindAbsorbent Mind

Pengalaman memasuki sekolah untuk pertama kalinya dapat menimbulkan berbagai reaksi, salah satunya adalah perasaan cemas yang dialami anak ketika memasuki lingkungan baru di luar keluarga mereka. Untuk mengatasi kecemasan anak, kegiatan bimbingan konseling perlu diimplementasikan agar anak merasa nyaman dalam berpartisipasi pada pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan . Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan total 4 sumber yang terdiri dari kepala sekolah, guru kelas, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling memiliki peran signifikan dalam mengatasi kecemasan sosial anak prasekolah. Langkah-langkah bimbingan konseling dalam mengatasi kecemasan sosial pada anak prasekolah meliputi bersikap tenang, mencari penyebab kecemasan yang dialami anak, dan memberikan pelukan, karena kecemasan yang dialami anak adalah kecemasan akan berpisah dari orang tua dan kecemasan sosial, sehingga teknik bimbingan konseling yang digunakan bersifat aktif, kreatif, dan menyenangkan.

Berdasarkan dari penelitian yang dilaksanakan di TK Kartika XVII-17 Sintang, diperoleh kesimpulan bahwa bimbingan konseling memiliki peran yang cukup besar dalam mengatasi kecemasan sosial anak pra sekolah.Langkah-langkah bimbingan konseling dalam mengatasi kecemasan sosial pada anak pra sekolah adalah dengan bersikap tenang, mencari penyebab kecemasan yang dialami anak serta dengan memberikan pelukan karena kecemasan yang dialami oleh anak adalah kecemasan berpisah dengan orang tua dan kecemasan sosial sehingga teknik bimbingan konseling yang dilakukan adalah aktif, kreatif dan menyenangkan.Adapun kelemahan dari penelitian ini adalah peran orang tua yang masih terlibat dalam bimbingan konseling di kelas karena orang tua masih mengantarkan anaknya ke dalam kelas sehingga anak terlihat sulit untuk berpisah dengan orang tuanya sehingga di perlukan berbagai usaha dari guru agar anaknya mau berpisah dari orang tua ketika belajar di kelas.

Berdasarkan temuan yang ada, penelitian lanjutan sangat penting untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi bimbingan konseling pada anak prasekolah. Salah satu arah penelitian yang menjanjikan adalah melakukan studi komparatif atau eksperimental untuk secara kuantitatif mengukur efektivitas berbagai teknik bimbingan konseling—seperti pendekatan aktif, kreatif, dan menyenangkan—dalam mengurangi tingkat kecemasan sosial dan kecemasan berpisah pada anak prasekolah. Pertanyaan penelitian dapat berfokus pada apakah intervensi ini menghasilkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol atau metode bimbingan lainnya, sehingga memberikan bukti empiris yang lebih kuat. Selain itu, mengingat adanya keterbatasan mengenai peran serta orang tua yang terlalu dominan, studi masa depan perlu mengembangkan dan menguji model intervensi bimbingan konseling yang melibatkan edukasi serta pelatihan bagi orang tua. Tujuannya adalah untuk membekali orang tua dengan strategi yang tepat agar anak dapat mengembangkan kemandiriannya dan beradaptasi lebih baik di lingkungan sekolah, tanpa menyebabkan kecemasan berlebihan saat berpisah. Pendekatan ini dapat mengeksplorasi modul pelatihan orang tua dan dampaknya terhadap perubahan perilaku anak dan orang tua. Terakhir, untuk memperluas generalisasi temuan, diperlukan penelitian longitudinal yang melacak dampak jangka panjang dari program bimbingan konseling ini pada perkembangan sosial dan emosional anak hingga mereka memasuki jenjang pendidikan dasar. Studi ini juga bisa mencakup perbandingan antar lembaga prasekolah dengan latar belakang sosio-kultural yang beragam untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan program bimbingan konseling, memberikan wawasan yang lebih holistik dan aplikatif bagi praktisi dan pembuat kebijakan pendidikan anak usia dini.

Read online
File size454.89 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test